Kamis, 01 Maret 2018

Baru Khozin Shop Jadi Percontohan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren di Blora

Buletinnusa -
Bupati Djoko Nugroho memotong tumpeng peresmian Khozin Shop didampingi KH Muharror Ali, Ketua RMI NU KH Abdul Ghofar Rozin dan Direktur Marketing PT. Indomarco Pratama. (foto: dok-pri)
BLORA. Peresmian toko atau minimarket Khozin Shop di Jl. MR Iskandar kawasan Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Kaliwangan, Kelurahan Mlangsen, Blora pada hari Rabu (28/2/2018) jadi percontohan kemandirian ekonomi kaum santri.

Pasalnya Khozin Shop yang pendiriannya dikerjasamakan oleh Rabithan Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) dan PT.Indomarco Pratama ini merupakan format baru kerjasama ekonomi Pondok Pesantren dengan Indomaret.

Ketua RMI NU, KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) saat menghadiri peresmian Khozin Shop kemarin mengatakan bahwa sudah saatnya Pondok Pesantren punya pusat ekonomi sebagai tempat pemenuhan kebutuhan santri dan pesantren secara mandiri.

“Pesantren tidak hanya harus mandiri dalam hal politik dan budaya, namun juga dalam hal ekonomi agar bisa menunjang operasional Pesantren itu sendiri. Kemandirian politik dan budaya bisa tercapai jika ada kemandirian ekonomi," ujar Gus Rozin, Rabu (28/2).

Untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren itu, maka menurutnya RMI menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah dengan pihak Indomaret. Kerja sama tersebut sudah dirintis mulai tahun 2016.

“Setelah melalui pembicaraan sekitar 6 hingga 7 bulan, akhirnya ketemu format kemitraan. Banyak keuntungan yang bisa didapat dari pola kemitraan ini. Diantaranya dari struktur modal, pihak pesantren mendapat pinjaman modal 75 persen dan yang 25 persen disediakan oleh pesantren. Modal tersebut baru mulai dibayar secara berangsur-angsur setelah toko franchise berjalan tujuh bulan. Setelah modal terbayar, maka toko tersebut akan menjadi milik pesantren,” terangnya.

Selain itu, produk lokal juga akan diberikan kesempatan masuk di toko franchise tersebut. Sehingga keberadaan Khozin Shop akan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar.

Ketua RMI NU menjelaskan bentuk kemitraan Khozin Shop dengan Indomaret yang didirikan di Pondok Pesantren Khozinatul Ulum. (foto: dok-pri)
Direktur Marketing PT Indo Marco Pratama, Wiwik Yusuf yang hadir dalam acara peresmian itu mengatakan, perusahaannya memiliki visi ekonomi kerakyatan. Karena itu, berbagai pihak diajak bermitra.

“Dalam kemitraan itu polanya macam-macam. Ada pola bermitra dengan perusahaan, koperasi, pribadi dan ada pola bermitra dengan pesantren. Kami ingin melibatkan banyak pihak dalam bermitra,” ungkapnya.

Produk-produk lokal, lanjutnya, juga akan dilibatkan dalam kemitraan tersebut. Sehingga pada saatnya produk lokal Blora tidak hanya dipasarkan di toko kemitraan di Blora saja, tetapi juga bisa dipasarkan di tingkat Jawa Tengah maupun nasional.

Bupati Djoko Nugroho yang diundang untuk ikut meresmikan Khozin Shop mengapresiasi terobosan RMI NU yang bekerjasama dengan Indomaret. Menurut Bupati, pendirian toko ini sekaligus bisa melatih kaum santri dalam berwirausaha.

“Pemkab Blora siap mendukung adanya Khozin Shop ini dan semoga kedepan semakin sukses. Sehingga tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh kalangan santri saja, namun juga masyarakat sekitar,” ucap Djoko Nugroho.

Bupati juga menjelaskan tingkat kemiskinan Kabupaten Blora hingga akhir 2017 kemarin masih menduduki ranking 19 se dari 35 Kab/Kota se Jawa Tengah. Sehingga ia berharap dengan adanya geliat ekonomi di kawasan Pesantren yang semakin maju ini bisa membuat Blora semakin maju juga di bidang ekonomi sehingga lambat laun akan bisa ikut menekan kemiskinan.

“Saat ini perekonomian Blora terus tumbuh. Tidak hanya dari sektor pertanian dan pertambangan saja, namun juga sektor perdagangan yang mulai menggeliat dari toko toko kecil dan sejumlah UMKM lainnya. Saya harap para santri ikut maju dan ikut kreatif kemajuan perekonomian,” lanjutnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum, KH M uharror Ali merasa senang pesantren yang diasuhnya kini sudah memiliki kemitraan berupa Khozin Shop.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kemitraan yang di lakukan ini. Semoga membawa berkah untuk semuanya,” kata KH Muharror Ali

Usai diresmikan dengan pemotongan tumpeng, Khozin Shop yang berada di tepi jalan raya ini langsung diserbu para santri dan masyarakat sekitar. Mereka ingin mencoba berbelanja di toko yang baru diresmikan Bupati tersebut. (res-infoblora)

Baru Pasca Banjir Bandang, Gotong Royong Bersihkan Pemukiman Warga

Buletinnusa -
Adik-adik Pramuka bersama anggota TNI gotong royong membantu membersihkan rumah warga dari sisa genangan lumpur akibat banjir bandang, Rabu (28/2/2018). (foto: dok-ib)
BLORA. Meskipun banjir bandang yang terjadi pada Senin malam (26/2/2018) di Desa Kedungwaru Kecamatan Kunduran telah surut, namun nyatanya masih banyak menyisakan kerusakan di kawasan permukiman warga.

Khususnya di wilayah Dukuh Kedungpeting, yang masih banyak dijumpai rumah warga rusak dan kotor karena tergenang endapan umpur. Menyikapi hal itu, sejumlah organisasi dan kesatuan datang untuk ikut melaksanakan gotong royong pembersihan rumah warga.

Seperti yang dilakukan Pramuka Blora dari DKR Kunduran dan Saka Wirakartika Todanan pada hari Rabu (28/2/2018). Mereka saling membantu warga membersihkan sisa lumpur yang mengendap di teras dan dalam rumah bersama relawan lainnya seperti TNI, Polri, BPBD dan PMI.

Sementara yang lainnya membantu mencuci perabotan rumah tangga yang masih bisa dilaksanakan menggunakan air dengan cara disemprot dan disikat.

Membersihkan meja dan tempat tidur warga yang terkena lumpur sisa banjir. (foto: dok-hr)
Handika (33) salah satu pendamping Pramuka mengatakan bahwa pihaknya ingin ikut mengurai beban para korban banjir bandang yang ada di Dukuh Kedungpeting. Sehingga mereka merasa tidak sendirian dalam merasakan bencana banjir bandang.

“Tadi ada tiga puluh anggota Pramuka yang ikut gotong royong membersihkan rumah warga pasca banjir. Lima belas dari Dewan Kerja Ranting (DKR) Kunduran dan lima belas dari Saka Wirakartika Todanan. Sepanjang masyarakat masih membutuhkan, kita akan memberikan bantuan,” ucapnya.

Daman (40) salah satu warga mengucapkan terimakasih atas bantuan adik-adik Pramuka yang sudah bersedia ikut membersihkan rumahnya dan para tetangga. Menurutnya kebersamaan seperti ini perlu untuk terus dilakukan setiap ada musibah datang.

“Semoga kebaikan adik-adik semua dibalas oleh Allah SWT. Kami hanya bisa mengucapkan terimakasih,” ungkapnya.

Di titik lainnya, tepatnya di rumah Kepala Desa dilaksanakan pelayanan kesehatan gratis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora. Sejumlah warga antusias mengikuti pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis. (res-infoblora)

Baru Angkat Berita Sara dan Hoax Jelang Pilgub di Medsos Akan Ditindak Tegas

Buletinnusa -
Forum Group Discussion (FGD) tentang cipta kondisi Pilkada Damai dihadiri Bupati, Kapolres, FKUB, KPU, Panwas, Parpol dan Ormas. (foto: dok-ib)
BLORA. Bupati Djoko Nugroho meminta kepada Polres Blora dan para penegak hukum lainnya untuk menindak tegas jika ada penyebar isu bermuatan Suku Agama dan Ras (SARA) dan kabar bohong dengan tujuan menganggu kondusifitas jelang digelarnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 ini. Pasalnya hal itu menurut Bupati bisa mengancam keamanan wilayah mengingat saat ini sudah masuk tahapan kampanye Pilgub.

“Saya minta pihak Kepolisian, TNI, Panwaslu dan KPU menindak tegas bagi pelaku penyebar isu yang bersifat SARA,maupun yang membuat tidak nyaman di media sosial. Kalau memang ada yang menyebar isu bersifat SARA tindak tegas saja, karena dampaknya itu jika tidak ditindak akan meluas dan mebahayakan,” tegasnya saat menghadiri Focus Grup Discussion (FGD) Cipta Kondisi Pilkada Damai dan Tolak Radikalisme di RM Mr.Green Jepon, Rabu (28/2/2018).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Polres Blora itu, Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran Polres Blora dan aparat keamanan lainnya yang terus berupaya menjadikan Blora selalu aman dan kondusif. Ia meminta agar kondisi seperti ini terus diwujudkan melalui kebersamaan di tengah-tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah dan masyakarat Blora kami ucapkan terimakasih atas kesiapsiagaan Polres Blora untuk terus menjaga Blora selalu nyaman, aman dan kondusif. Apalagi saat ini merupakan tahun politik, untuk itu agar wilayah selalu kondusif tentu perlu adanya kerja sama stakeholder terkait,” lanjutnya.

Bupati yang akrab disapa Pak Kokok ini menyatakan dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengundang semua pihak yang hadir dalam FGD ini untuk mengikuti acara serupa sehingga semua masyarakat mengerti akan regulasi yang berlaku.

“Sosialisasi-sosialisasi untuk masyarakat dari Panwas, KPU, tentang peraturan peraturan juga penting bagi masyarakat, sehingga mereka nantinya bisa mengerti akan regulasi yang sudah di tentukan,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Blora AKBP Saptono SIK, MH dalam sambutannya menyatakan kesiapannya untuk terus menjaga keamanan kemanan Kabupaten Blora selama tahun politik baik tahapan Pilgub, Pileg hingga Pilpres tahun depan. Ia menyatakan salah satu cara untuk menjaga kondusifitas dalam rangka mewujudkan keamanan adalah dengan mengadakan FGD dan sinergitas bersama seluruh stakeholder.

“Seperti FGD ini dimaksudkan untuk meminimaliris banyaknya isu yang beredar di beberapa daerah baik di Jawa Tengah maupun di daerah lainnya menjelang Pilkada serentak. Kami mengajak semua bisa bijak dalam mendapatkan isu isu yang berkembang, baik isu politik maupun isu agama,” jelas kapolres Blora AKBP Saptono S.I.K M.H

Kapolres juga mengajak para tokoh agama yang hadir bisa memberikan pemahaman bagi para warga agar tidak terpengaruh dengan adanya isu isu yang berkembang di beberapa daerah dan menyikapinya dengan adem ayem saja.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Blora, yang tetap kondusif dengan adanya isu isu agama maupun isu lainnya,” lanjutnya.

Kapolres yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial ini juga menghimbau seluruh jajarn Kepolisian, Panwaslu, dan KPU untuk menjaga agar pilkada atau Pilgub bisa bersih baik dari kampanye hitam maupun money politik.

Turut hadir dalam kesempatan itu, ORMAS, FKUB, KPU, Panwaslu dan pimpinan Parpol se Kab. Blora. (humaskab | res-ib)

Garda NasDem Maluku Diminita Kawal Kebhinekaan NKRI

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Gerakan Pemuda (Garda) Nasional Demokrasi (NasDem) diminta untuk mengawal kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Garda NasDem Prananda Surya Paloh, dalam arahannya pada apel siaga Garda NasDem, di Piru, Kabupaten SBB, Selasa (27/2). Menurut Pranada, apa yang disampaikan didasarkan pada peristiwa kelam, dimana sejarah dan dunia mencatat bahwa toleransi dan keberagamaan agama di Maluku pernah terpecah belah.
Ketua Umum DPP Garda NasDem, Prananda Surya Paloh
Ambon, Malukupost.com - Gerakan Pemuda (Garda) Nasional Demokrasi (NasDem) diminta untuk mengawal kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Garda NasDem, Prananda Surya Paloh, dalam arahannya pada apel siaga Garda NasDem, di Piru, Kabupaten SBB, Selasa (27/2).

Menurut Pranada, apa yang disampaikan didasarkan pada peristiwa kelam, dimana sejarah dan dunia mencatat bahwa toleransi dan keberagamaan agama di Maluku pernah terpecah belah.

“Tetapi dengan spirit persaudaraan orang Maluku, hal tersebut bisa teratasi dan saat ini masyarakat Maluku hidup dalam kedamaian,” ungkapnya.

Diungkapkan Prananda, masyarakat Maluku boleh berbangga karena provinsi yang dikenal sebagai daerah yang kaya akan rempah-rempah ini dinyatakan sebagai provinsi nomor lima yang menunjung tinggi toleransi beragama.

“Pencapaian yang diraih Maluku sangat luar biasa,” tandasnya.

Prananda juga mengajak Garda NasDem Maluku untuk menjaga dan mengawal kebhinekaan NKRI.

"Siapa yang provokasi dan mengotak-atik Maluku, kita akan lawan, siapapun dia,"pungkasnya. (MP-8)

Baru Cerita Mbah Saman Tentang Banjir Bandang yang Merobohkan Rumahnya

Buletinnusa -
Mbah Saman sedang menjemur kasur dan sejumlah kartu identitas kependudukan yang basah karena usai terkena banjir bandang. (foto: dok-infoblora)
BLORA. Banjir bandang memang sudah menjadi langganan beberapa tahun terakhir bagi warga di bantaran Sungai Cangkring Dukuh Kedungpeting, Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran. Namun Senin (26/2/2018) lalu banjir bandang terjadi kembali dan debitnya lebih besar sehingga meluber ke pemukiman warga.

Seperti yang dialami Mbah Saman (70) beserta istrinya Gimah (65). Pasangan jompo yang tinggal di rumah tepi Sungai Cangkring wilayah RT 01, RW 04 Dukuh Kedungpeting ini harus menerima kenyataan karena rumahnya roboh diterjang banjir bandang Senin malam itu.

Untungnya mereka berdua berhasil diselamatkan warga bersama petugas untuk diungsikan ke rumah Kepala Desa setempat yang letaknya lebih tinggi. Namun banyak perabotan yang hilang terbawa derasnya banjir karena rumahnya hanya berjarak 10 meter dari kali. Begitu juga dengan stok kebutuhan pangan semuanya hanyut.

Bagian rumah Mbah Saman yang roboh masih disandarkan di pohon jati yang ada di pekarangannya, Rabu (28/2/2018). (foto: dok-infoblora)
Ketika ditemui di rumahnya, Rabu (28/2/2018), sambil membereskan kembali rumahnya yang roboh sekitar limapuluh persen. Mbah Saman menceritakan bahwa Senin sore itu air mulai naik menjelang adzan maghrib, atau sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saat maghrib itu air mulai naik, bunyinya keras krasak-krasak. Bambu di belakang rumah sampai miring diterjang air bah. Saya langsung ke depan rumah lalu ditolong orang pakai tali untuk menuju jalan raya yang lokasinya lebih tinggi,” ucapnya.

Ia mengaku tidak sempat membereskan perabotan rumah tangga. Hanya sempat menyelamatkan dua ekor sapi miliknya yang diungsikan ke rumah anaknya.

“Karena panik, tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah. Hanya sapi yang saya bawa ke rumah anak sebelum banjir benar-benar datang sebesar itu. Tingginya kemarin sampai satu meter masuk rumah,” lanjutnya, sambil menjemur kasur dan sejumlah kartu identitas miliknya yang basah tergenang banjir.

Sedangkan Gimah, istri Saman mengaku tidak ingat bagaimana saat banjir bandang merobohkan rumahnya. Pasalnya ia sudah diungsikan ke rumah Kepala Desa. Setelah banjir surut baru tahu rumahnya sudah roboh separuh bagian timur.

“Saat pulang baru tahu rumah sudah roboh. Perabotan masak hilang semua dan kini hanya bisa menemukan dua panci yang tersangkut di kebun tebu depan sana. Kemarin dibantu orang banyak untuk membereskan kayu rumah yang roboh,” ungkapnya.

Bantuan dari pemerintah menurutnya juga sudah masuk. Ia mengaku sudah menerima bantuan makanan saat mengungsi di rumah Kades dan menerima bantuan selimut untuk tidur. Sementara kini mereka berdua tinggal di rumah yang kondisinya masih terbuka di bagian belakang karena diding dari kayu masih roboh.

Mereka berharap ada bantuan untuk rekonstruksi bangunan rumahnya sehingga bisa ditempati seperti sedia kala. Ternyata mereka juga belum memiliki fasilitas kamar mandi dan WC. Selama ini mereka MCK di sungai yang ada di belakang rumah itu. (res-infoblora)

Penyerapan Tenaga Kerja Di Maluku Menurun

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua menegaskan tingkat penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor di provinsi tersebut pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 7,02 persen dibanding tahun sebelumnya. "Jumlah tenaga kerja yang terserap pada sektor formal maupun informal di Maluku selama tahun 2017 mencapai 642.061 orang atau berkurang sebanyak menurun sebanyak 48.725 orang atau 7,02 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 690.786 orang," kata Zeth pada Pembukaan Rapat forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian, di Ambon, Rabu (28/2).
Ambon, Malukupost.com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua menegaskan tingkat penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor di provinsi tersebut pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 7,02 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Jumlah tenaga kerja yang terserap pada sektor formal maupun informal di Maluku selama tahun 2017 mencapai 642.061 orang atau berkurang sebanyak menurun sebanyak 48.725 orang atau 7,02 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 690.786 orang," kata Zeth pada Pembukaan Rapat forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian, di Ambon, Rabu (28/2).

Dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Halim Daties. Plt Gubernur menegaskan jumlah angkatan kerja di Maluku hingga Agustus 2017 tercatat sebanyak 65.735 orang atau meningkat 13.372 orang (25,54 persen) dibanding periode yang sama tahun 2016 yang hanya sebanyak 52.363 orang.

Sedangkan tingkat pengangguran mengalami peningkatan dari 7,05 persen pada Agustus 2016 menjadi 9,29 pada Agustus 2017.

Selain itu, jumlah tenaga kerja yang dilatih melalui pelatihan berbasis kompetensi Unit Pelaksana teknis Pusat (UPTP) Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon serta dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku sebanyak 1.004 orang.

Khusus menyangkut peningkatan kesejahteraan pekerja melalui kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp2,2 juta atau naik sebesar 15,44 persen dari tahun 2017 sebesar Rp1,9 juta.

"Prosentase kenaikan UMP Maluku tahun ini merupakan yang tertinggi di Indonesia," ujar Plt Zeth.

Sedangkan kepesertaan pekerja sektor formal dan informal dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan tahun 2017 tercatat sebanyak 26.663 orang atau meningkat 4.235 orang atau 18,88 persen dari jumlah kepesertaan di tahun 2016 yang hanya sebanyak 22.428.

Karena itu, dia menilai, kinerja dan peran dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi, sangat strategis dan menentukan untuk mendorong peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja, mengatasi masalah pengangguran, membangun kawasan pertumbuhan baru serta mendukung ketersediaan areal untuk ketahanan pangan daerah.

"Karena itu saya berharap forum ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum membangun sinergitas program antara provinsi dan kabupaten/kota di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian secara terpadu dan komprehensif. Kegagalan penyusunan suatu perencanaan akan memperbesar peluang kegagalan proses pembangunan di daerah ini," tandasnya. (MP-3)

PPN Dumar Tual Dijadikan Kawasan Industri Terpadu

Buletinnusa
Tual, Malukupost.com - Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual yang berlokasi di Dumar bakal dijadikan kawasan industri terpadu perikanan dengan berdirinya sejumlah cold storage milik BUMN maupun sejumlah pihak swasta, dan beroperasinya kapal-kapal ikan. "Sejumlah cold storage milik BUMN maupun swasta murni, akan dibangun di kawasan PPN Dumar", kata Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual, Silvinus Jaftoran di Tual, Rabu (28/2). Ia menjelaskan, kawasan PPN Tual yang berlokasi di Dumar memiliki luas 16 hektare, dimana 6 hektare telah dibangun perkantoran, perumahan pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya.
Tual, Malukupost.com - Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual yang berlokasi di Dumar bakal dijadikan kawasan industri terpadu perikanan dengan berdirinya sejumlah cold storage milik BUMN maupun sejumlah pihak swasta, dan beroperasinya kapal-kapal ikan.

"Sejumlah cold storage milik BUMN maupun swasta murni, akan dibangun di kawasan PPN Dumar", kata Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual, Silvinus Jaftoran di Tual, Rabu (28/2).

Ia menjelaskan, kawasan PPN Tual yang berlokasi di Dumar memiliki luas 16 hektare, dimana 6 hektare telah dibangun perkantoran, perumahan pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Kawasan industri terpadu tersebut akan berada di 10 hektare kawasan PPN Tual, satu hektarenya kini telah didirikan cold storage dengan kapasitas 200 ton, yang merupakan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Pemkot Tual, dan saat ini dikelola oleh salah satu koperasi di Tual.

Sementara itu, Cold Storage milik Perum Perindo akan dibangun di atas tanah seluas 2 hektare, dan Cold Storage milik swasta murni akan dibangun diatas tanah seluas 3 hektare.

"Saat ini untuk pembangunannya masih dalam proses perizinan penggunaan lahan di Pusat," kata Silvinus.

Ia menambahkan, di atas tanah seluas 1 hektare dalam waktu dekat akan dibangun Cold Storage milik pihak swasta, dimana ijin penggunaan lahan telah dikantongi.

Diakui Silvinus, hingga kini beberapa pihak swasta lainnya telah menghubungi dirinya untuk dapat mengisi kawasan PPN Dumar tersebut, dan hal ini menunjukkan perkembangan industri perikanan di Tual perlahan akan berkembang.

Pihak swasta maupun BUMN (Perum Perindo) telah beberapa kali melakukan survei di PPN ini dengan kehadiran kapalnya bersandar di PPN Dumar, bahkan mencoba membongkar hasil tangkapan ikan.

"Selain ijin penggunaan lahan PPN Dumar untuk Cold Storage, proses perijinan untuk beroperasinya kapal-kapal milik swasta maupun BUMN saat ini juga sementara diurus, dan kami pihak PPN mendukung penuh pengurusan ijin beroperasinya kapal-kapal tersebut, sehingga dapat dipermudah," katanya.

Menurut Silvinus, kapal-kapal milik swasta maupun BUMN itu sendiri sebagian besar bertipe 50 GT ke atas dan jelas-jelas bukan kapal asing, dan telah didorong pengurusan dokumen sejak tahun kemarin.

"Pembangunan kawasan industri terpadu ini disambut positif oleh Pemerintah Kota Tual, dimana banyak membawa dampak positif bagi masyarakat Kota Tual dari sisi ekonomi maupun lapangan kerja," katanya. (MP-2)