Jumat, 02 November 2018

Ada "Islam" Di Balik Kampiun Katolik Maluku

Buletinnusa
Arvin Zeinullah mengangkat dua jari di antara anggta paduan suara Maluku (foto dok rico ufie)
Catatan Rudi Fofid

Di balik kisah sukses Paduan  Suara Dewasa Pria Katolik Maluku, ada tangan-tangan dingin “Protestan dan Islam”.  Sebuah kolaborasi yang harum manis, tentu saja.

Musisi Rence Alfons pernah melontarkan sebuah pertanyaan kepada seorang tokoh.   "Musik itu agama apa?"  Orang yang  ditanya  cuma bisa melongo.  Tidak ada jawaban.  "Musik itu tidak beragama," ujar Rence kemudian.

Musik memang tidak beragama, tetapi musik hadir dalam praktik keagamaan.  Tidak perlu heran ketika pada Pesta Paduan Suara Rohani (Pesparani) Katolik I di Ambon, kontingen Maluku melibatkan musisi dari kalangan bukan Katolik, yakni dari kalangan Gereja Protestan, bahkan Islam.

Tuan rumah Maluku berhasil meraih satu gelar kampiun, tujuh emas,  dan empat perak.  Artinya, dari semua kategori lomba,  tidak ada yang pulang dengan tangan hampa.  Bahkan untuk semua kategori paduan suara, Maluku meraih emas dan kampiun.  Perak diperoleh dari mata lomba non paduan suara.

Satu-satunya gelar kampiun bagi Provinsi Maluku diraih melalui performa sempurna Paduan Suara Dewasa Pria. Mereka meraih poin tertinggi pada kategori ini yakni 92,83.  Poin ini bahkan merajai seluruh poin kampiun paduan suara.

Ketika juri mengumumkan gelar kampiun Paduan Suara Dewasa Pria diraih kontingen Maluku, semua anggota paduan suara ini bersorak.  Warga di seputaran Lapangan Merdeka Ambon juga menyambut dengan gemuruh sukacita.

Di belakang panggung, ada dua pria ikut melampiaskan kegembiraan. Mereka berpelukan mendengar hasil kampiun.  Kedua pria itu warga Gereja Protestan Maluku (GPM) yakni Franco Ayal dan Gerson yang dikenal  luas sebagai pelatih paduan suara Universitas Pattimura "Hotumese".

Sukacita Franco dan Gerson,  bukanlah sekadar kegembiraan orang Maluku, melainkan karena pada kategori paduan suara dewasa pria, keduanya terlibat sebagai  pelatih.  Rekan mereka Michael Mailuhu, juga sempat meninjau kesiapan paduan suara pria.

Musik memang meruntuhkan perbedaan agama (baca: gereja).  Warga GPM melatih paduan suara Katolik.  Ini biasa saja tetapi sekaligus istimewa. Musik menjadi jembatan, musik menjadi medium.

Konduktor Paduan Suara Dewassa Pria Ricolat Ufie dan pelatihnya Arvin Zeinullah (foto rico ufie)
MUSLIM

Sukacita Katolik dan sukacita Maluku, adalah juga sukacita Arvin Zeinullah, warga Muslim di Bandung.  Apa hubungannya?  Tentu saja Arvin layak bergembira.  Dialah yang datang ke Ambon menjadi pelatih utama paduan suara dewasa pria Maluku. 

Arvin sudah kembali ke Bandung sehingga tidak bisa menyaksikan langsung anak-anak asuhannya berdiri di podium utama. Tetapi melalui siaran video, dan  foto-foto di media sosial, dia cetusnya perasaannya.

"Bung, Male Choir sudah bikin bangga keuskupan dan bikin bangga Maluku dengan kerja keras bung sekalian untuk menjadi pribadi-pribadi baik, yang pantas jadi juara,"  demikian Arvin mengirim pesan kepada konduktor Ricolat Ufie.

"Ikut bahagia, bangga, dan terharu melihat kontingen Maluku  bersanding dengan para champion lain di atas podium untuk menerima piala champion  di Pesparani Nasional,"  tulis Arvin lagi merespon kiriman kabar anggota paduan suara.

Karakter dasar paduan suara pria dewasa Maluku memang dibentuk  oleh Franco dan Gerson.  Lantas sejak Mei lalu, ditangani Arvin.  Sebanyak tiga kali Arvin ke Ambon, yakni Mei, awal Oktober, dan pada saat pelaksanaan Pesparani.  Arvin memang tidak menunggu sampai malam penutupan.  Dia sudah kembali ke Bandung, 31 Oktober lalu. 
Alhasil, tiga kali kedatangan Arvin ke Ambon berhasil membuat paduan suara pria Maluku makin kompak, merdu, dan harmoni.

Konduktor paduan suara pria Ricolat Ufie menceritakan pengalaman ditempa Arvin.  Menurut Ricolat, Arvin sangat memahami tuntutan penjiwaan tiap lagu, menurut jamannya.  Ia selalu menggugah anggota paduan suara untuk sadar akan tanggung jawab.

“Beliau selalu memaksa kita ingat, jaga nama baik provinsi, jaga nama baik keuskupan, jaga nama baik keluarga, dan jaga nama baik diri sendiri. Jaga harga diri kita, yang terpancar lewat aktivitas latihan dan cara bersikap baik di atas panggung maupun di temat lain,” kata Ricolat meniru ucapan Arvin.

Arvin tidak sekadar mendisiplinkan nada dan harmoni sesuai tuntutan lagu.  Ia juga sangat menekankan karakter sebagai anggota paduan suara.

“Paduan suara itu mengajarkan kerja sama,  fokus, ketenangan, dan kepekaan mendengarkan bunyi. Hindari bacarita kewel yang akan menghilangkan kita dari titik fokus keberadaan kita di sini,” tambah Ricolat lagi.

Harmoni di atas pentas paduan suara yang menampilkan kolaborasi insan-insan musik dari kalangan Protestan, Islam, dan Katolik, bukanlah sebuah panggung sandiwara.  Pesparani Katolik telah mempertontonkan pula relasi masyarakat dari berbagai komunitas agama,  sebagaimana juga dipertontonkan saat penyelenggaraan Pesparawi dan MTQ.

Arvin Zeinullah di tengah ricufie)o  paduan suara pria Maluku ((foto rico ufie)

ETALASE

Pentas paduan suara hanyalah sebuah etalase.  Rumah besar Maluku hari ini, adalah sebuah pentas keberagaman,  persaudaraan, perdamaian, dan kasih sayang.  Peran-peran inilah yang membuat Indonesia tetap ada dan kuat.

Jika ada ramalam bahwa Indonesia akan bubar,  mungkin ramalam itu bisa ditepis, selama masih ada orang bermain musik, dan masih ada yang bernyanyi.  Maluku sangat bisa jadi andalan untuk itu.

Musik, apa agamamu?  Tidak ada.  Mari terus bernyanyi untuk kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan manusia. Maluku harus berjaya, supaya Indonesia Raya bukan sebuah mimpi kosong!

Ambon, 2 November 2018

Kamis, 01 November 2018

BKKBN Maluku Gelar Talkshow Bersama BPJS Kesehatan Ambon

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Maluku gelar talkshow Promosi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR) Berkualitas dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bidang kesehatan bersama mitra kerja di Ambon City Center (ACC), Rabu (31/10).
Ambon, Malukupost.com - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Maluku gelar talkshow Promosi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR) Berkualitas dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bidang kesehatan bersama mitra kerja di Ambon City Center (ACC), Rabu (31/10).

Hadir sebagai narasumber dalam talkshow yaitu Deputi Bidang KBKR BKKBN Dwi Listyawardani, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Renta Rego, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Yoke Rahail dan Kabid Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Ambon Koriandri Rante Ta’dung.

Talkshow ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan pelayanan KB dan KR yang berkualitas, adil dan merata dengan memanfaatkan peluang program SJSN, meningkatkan komitmen pemangku kepentingan dan penentu kebijakan di Provinsi Maluku terhadap program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan meningkatkan peran serta mitra kerja dalam advokasi serta KIE KB dan KR.

Listyawardani menghimbau kepada seluruh pemangku kepentingan baik pengambil kebijakan dan pihak-pihak yang berinteraksi langsung dilapangan seperti Bidan untuk dapat bersinergi meningkatkan kualitas program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Mari kita sama-sama sukseskan JKN dengan seluruh sistem yang ada, saling mendukung satu dengan yang lain. Program JKN dalam SJSN ini sungguh luar biasa manfaatnya bagi masyarakat, namun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam operasionalnya masih terdapat kendala disana sini. Maka dari itu kerja sama yang baik diperlukan untuk mewujudkan sistem yang lebih baik lagi.” ungkapnya.

Listyawardani menambahkan, beberapa upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan KR adalah dengan mengajak ibu-ibu untuk dapat melakukan pemeriksaan IVA dan Papsmear. Sedangkan untuk KB adalah dengan mengajak bidan-bidan untuk membuka praktek swasta yang bisa memberikan pelayanan kebidanan dan neonatal.

Sementara Kabid Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Ambon Koriandri Rante Ta’dung  mengatakan, BPJS Kesehatan menjamin pemeriksaan IVA dan Papsmear.

“Saya harap ibu-ibu peserta JKN-KIS dapat memanfaatkannya. Sedangkan untuk memperluas jaringan kami berharap bidan-bidan dapat membuka praktek swasta agar bisa menjadi jejaring dari dokter keluarga dan sekaligus mitra BPJS Kesehatan yang nantinya dapat memberikan pelayanan kebidanan dan neonatal,” katanya. (MP-8)

Yohana Yembise Resmikan OC Day Di SDN 2 Lateri

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA), Yohana Yembise meresmikan kegiatan Outdoor Classroom Day (OC Day), atau Hari Belajar Di Luar Kelas bersama ratusan siswa-siswi di SDN 2 Lateri, Ambon, Kamis (1/11). “Kegiatan OC Day atau Hari Belajar Di Luar Kelas selaras dengan arahan Presiden yang meminta sekolah untuk melakukan proses pembelajaran di luar kelas. Hal ini agar proses pembelajaran bagi anak menjadi menyenangkan dan tidak membosankan, juga bisa meningkatkan kemandirian serta kreativitas mereka,” ujar Menteri Yohana.
Ambon, Malukupost.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA), Yohana Yembise meresmikan kegiatan Outdoor Classroom Day (OC Day), atau Hari Belajar Di Luar Kelas bersama ratusan siswa-siswi di SDN 2 Lateri, Ambon, Kamis (1/11).

“Kegiatan OC Day atau Hari Belajar Di Luar Kelas selaras dengan arahan Presiden yang meminta sekolah untuk melakukan proses pembelajaran di luar kelas. Hal ini agar proses pembelajaran bagi anak menjadi menyenangkan dan tidak membosankan, juga bisa meningkatkan kemandirian serta kreativitas mereka,” ujar Menteri Yohana.

Menurut Menteri Yohana, OC Day sebagai upaya untuk memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk belajar diluar kelas, mempelajari sekeliling sekolah, serta berkreasi bersama teman-teman dan menikmati masa anak-anak, sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang.

“Dimulai sejak tahun 2017. Kurang lebih 347.758 anak dari 400 sekolah di berbagai wilayah Indonesia terdaftar ikut serta. Dan ditujukan untuk memperkenalkan kepada anak-anak bagaimana caranya mempelajari pohon, manusia, kendaraan, benda hidup maupun benda mati, itu adalah ilmu yang memang harus dipelajari dan diketahui oleh anak-anak,”katanya.

Diungkapkan Menteri Yohana, kegiatan belajar di luar kelas atau OC Day merupakan salah satu bentuk kegiatan mendukung Sekolah Ramah Anak (SRA). Di Indonesia, saat ini telah terdapat 11.097 SRA di 236 Kabupaten/Kota di 34 provinsi.

“Ada beberapa indicator sehingga ditetapkan SRA, diantaranya tidak ada bullying, sekolah bebas dari rokok, bebas minuman keras dan kekerasan di sekolah, harus ada kantin, klinik yang ditangani langsung oleh anak didampingi oleh Guru, dan Rumah Sakit rujukan di sekitar sekolah (puskesmas),” tuturnya.

Dikatakan Menteri Yohana, untuk Kota/Kabupaten ramah Anak di Indonesia sudah ada 389 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, yang sudah menginisiasi untuk ditetapkan sebagai daerah ramah anak.

“Salah satunya kota Ambon yang akan dilaunching 3 November mendatang sebagai kota ramah anak,” ungkapnya.

Menteri Yohana menambahkan, ada beberapa indicator jika kota/kabupaten maupun provinsi ditetapkan sebagai ramah anak, diantaranya semua anak bersekolah, tidak ada anak jalanan, ada tempat rekreasi, taman bermain untuk anak, ruang kreativitas anak, sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak dan lain sebagainya.

“Jika semuanya terpenuhi maka tentu ditetapkan sebagai kota/kabupaten ramah anak, dan akan diberikan penghargaan mulai pratama, madya, nindya, utama. Dari daerah seluruh Indonesia, hanya baru kota Solo yang Surabaya yang ditetapkan sebagai kota ramah anak,”pungkasnya. (MP-8)

Baru Selamat, Blora Terima Penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia

Buletinnusa -
Piagam Penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk Pemerintah Kabupaten Blora yang diserahkan Gubernur Ganjar Pranowo kepada Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si, Rabu (31/10/2018) kemarin. (foto: dok-ib)

SEMARANG. Pemerintah Kabupaten Blora pada hari Rabu (31/10/2018) menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati atas keberhasilan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017 dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Penghargaan itu diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo SH, MIP didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jateng, Sulaimansyah kepada Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si dalam acara Rapat Koordinasi Kantor Ditjen Perbendaharaan Jawa Tengah di Semarang.

Dimana dalam acara tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo berpesan kepada seluruh Kepala Daerah yang hadir dalam rakor untuk selalu waspada terhadap potensi atau celah korupsi di era digital. Gubernur ingin dengan pemberian penghargaan dari Menteri Keuangan ini, kualitas pengelolaan keuangan daerah bisa semakin baik dan jauh dari korupsi.

“Saya senang dan bangga karena ada perbaikan kualitas, membangun kesadaran diri melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik. Yang makin hari makin jadi style. Seolah kalau belum memperoleh WTP, punya beban tinggi. Pertahankan dan tingkatkan,” kata Ganjar Pranowo.

Wakil Bupati (kiri) menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan RI yang diserahkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo. (foto: dok-ib)
Selain itu, Gubernur juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan target, jika selama ini pemerintah daerah hanya berorientasi menciptakan good government harus diubah menjadi clean government. Karena menurut Ganjar Pranowo clean government lah yang diharapkan masyarakat saat ini.

Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si usai menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan RI, menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Blora yang selama ini terus bersinergi dalam menyusun LKPD sehingga menerima predikat WTP.

“Saya mewakili Bapak Bupati Djoko Nugroho mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran eksekutif dan legislatif yang terus kompak dalam penyusunan LKPD dengan baik sehingga Blora bisa 4 kali WTP berturut-turut dan kini menerima penghargaan dari Menteri Keuangan RI. Penghargaan ini juga untuk seluruh masyarakat Blora yang terus ikut mengawasi jalannya pemerintahan,” ucap Wabup Arief Rohman.

Untuk diketahui, Kabupaten Blora mendapatkan predikat WTP pertama kali atas penyusunan LKPD tahun 2014 dan beturut-turut hingga LKPD 2015, LKPD 2016 sampai LKPD 2017 yang diberikan BPK RI pada bulan Mei 2018 lalu.

Wakil Bupati berharap prestasi ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga LKPD 2018 mendatang bisa kembali WTP. Usai penyerahan piagam penghargaan, dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Kantor Ditjen Perbendaharaan Jawa Tengah dengan tema “Dedikasi Bersama Mengawal Akuntabilitas Keuangan Daerah untuk Jawa Tengah Kuat”. (humaskab | editor : res-ib)

Baru Data Kependudukan Akan Diblokir Jika Tak Rekam E-KTP Hingga Akhir 2018

Buletinnusa -
Seorang nenek melakukan perekaman data e-KTP di salah satu Kantor Camat. (foto: ilustrasi)
BLORA. Warga Kabupaten Blora nampaknya harus segera melakukan perekaman data KTP elektronik atau E-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Kantor Camat setempat. Pasalnya Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan memblokir data kependudukan seorang warga jika belum melakukan perekaman hingga akhir tahun 2018.

Guna menyikapi kebijakan Kemendagri itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Blora membuka semua pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) secara gratis setiap hari bagi warga masyarakat yang belum melakukan perekaman E-KTP.

“Kemendagri akan memblokir data kependudukan bagi warga masyarakat yang belum melakukan perekaman E-KTP sampai tanggal 31 Desember 2018 mendatang. Sehingga kami akan memberikan pelayanan setiap hari. Selain itu mengintensifkan jemput bola menggunakan unit layanan mobil keliling,” kata Riyanto, di Blora, Rabu (31/10/2018).

Adapun waktu pelayanan, jelas Riyanto, hari Senin sampai dengan Jum'at di Kantor Dindukcapil dan semua Kecamatan pada jam kerja. Kemudian, hari Sabtu di Kantor Dindukcapil, pukul 08.00 WIB - 11.00 WIB.

“Khusus hari Minggu kami akan membuka layanan di area Car Free Day Alun-alun mulai pukul 06.00 WIB - 08.30 WIB. Semua pelayanan gratis. Oleh karena itu kami meminta masyarakat pro aktif bila tak mau data kependudukannya diblokir,” tandasnya.

Pihaknya pun mempersilahkan kepada para penganut aliran kepercayaan untuk ikut melakukan perekaman data E-KTP. Pasalnya pemerintah mulai memfasilitasi pencamtuman kolom kepercayaan sebagai salah satu identitas di dalam E-KTP, pengganti kolom agama. (res-infoblora)

Ngabalin Berharap Kepala Daerah Terjemahkan Pidato Gubernur Maluku Dalam Kerja Konkrit

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, berharap, Bupati Maluku Tenggara (Malra), M Taher Hanubun dan Wakilnya, Petrus Beruatwarin, serta Walikota Tual, Adam Rahayaan dan Wakilnya, Usman Tamnge, dapat menterjemahkan pidato Gubernur, Said Assagaff dalam kerja konkrit. Hal itu disampaikan Ngabalin usai acara pelantikan kedua pasangan kepala daerah itu, di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (31/10).
Ambon, Malukupost.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, berharap, Bupati Maluku Tenggara (Malra), M Taher Hanubun dan Wakilnya, Petrus Beruatwarin, serta Walikota Tual, Adam Rahayaan dan Wakilnya, Usman Tamnge, dapat menterjemahkan pidato Gubernur, Said Assagaff dalam kerja konkrit.

Hal itu disampaikan Ngabalin usai acara pelantikan kedua pasangan kepala daerah itu, di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (31/10).

Kedua pasangan kepala daerah itu dilantik oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff.

Ali Mochtar Ngabalin berharap, agar kedua pasangan kepala daerah itu dapat menjadikan pidato gubernur sebagai tolak ukur, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, antara lain melalui pembuatan peraturan daerah, maupun dalam menjalin kerjasama dengan DPRD, di wilayah masing-masing.

“Bupati dan wakilnya serta walikota dan wakilnya, bersama-sama dengan unsur pimpinan di daerah masing-masing, dan tokoh agama, bersinergi untuk membangun kebersamaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara terpilih, M Taher Hanubun - Petrus Beruatwarin, serta Walikota dan Wakil Walikota Tual, Adam Rahayaan - Usman Tamnge sebagai kepala daerah periode 2018 – 2023, Gubernur Maluku Said Assagaff berpesan, untuk mendahulukan kepentingan dalam membangun daerah yang lebih maju, dan sejahtera dalam kemajuan.

Dikatakannya, falsafah hidup Ain Ni Ain yang intinya tentang hidup bersama dalam semangat persaudaraan, kekeluargaan, dan kekerabatan di kalangan masyarakat Maluku Tenggara merupakan warisan leluhur yang mesti dijaga dan dipelihara.

“Hukum adat yang saudara-saudara pegang adalah warisan dunia para leluhur yang mesti dipelihara,” katanya.

Assegaff juga mengatakan, pengeluaran keuangan di Malra dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir sudah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Ini adalah titik start dari sebuah perjalanan panjang bersama membangun untuk masyarakat,” kata Assegaff.

Dia mengimbau, masyarakat di Maluku Tenggara dan Kota Tual untuk mendukung penuh pemimpin yang telah mereka pilih.

“Manakala pemimpin keliru atau menyimpang dari janji politik yang mereka ucapkan, jangan sungkan untuk mengkritik, tentu saja dengan cara-cara yang santun,” ujarnya.

Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, gubernur berpesan agar kedua pasangan kepala daerah itu bisa saling mendukung, menghormati dan saling bantu, antara satu dengan yang lain, untuk bergerak cepat menata gerak pembangunan di wilayah masing-masing. (Rosni Marasabessy)

Presiden Jokowi Sampaikan Testimoni Pembukaan Pesparani Nasional

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan testimoninya pada pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik nasional pertama 2018, sekaligus menjawab ketidak hadirannya untuk membuka kegiatan yang dihadiri 4.804 peserta dari 34 provinsi di tanah air. "Saya mengapresiasi Pesparani umat Katolik untuk memuliakan Tuhan. Saya berharap umat Katolik mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara serta membangun persaudaraan sejati," kata Presiden Jokowi dalam testimoninya yang diperdengarkan kepada ribuan peserta maupun masyarakat yang hadir menyaksikan pembukaan Pesparani di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (27/10) malam.
Ambon, Malukupost.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan testimoninya pada pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik nasional pertama 2018, sekaligus menjawab ketidak hadirannya untuk membuka kegiatan yang dihadiri 4.804 peserta dari 34 provinsi di tanah air.

"Saya mengapresiasi Pesparani umat Katolik untuk memuliakan Tuhan. Saya berharap umat Katolik mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara serta membangun persaudaraan sejati," kata Presiden Jokowi dalam testimoninya yang diperdengarkan kepada ribuan peserta maupun masyarakat yang hadir menyaksikan pembukaan Pesparani di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (27/10) malam.

Testimoni Presiden Jokowi diperdengarkan sesaat sebelum Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan memberikan sambutan dan membuka kegiatan yang disebut sebagai "pesta" umat Katolik se-Indonesia tersebut.

Kendati testimoni tersebut sangat singkat, tetapi mendapat sambutan dan tepuk tangan para peserta maupun ribuan warga yang memenuhi sekitar kawasan lapangan Merdeka untuk menyaksikan pembukaan kegiatan nasional tersebut.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, saat membuka kegiatan tersebut juga menyampaikan dua pesan penting Presiden Jokowi kepada seluruh umat Katolik yakni kebhinekaan yang dibentuk sejak zaman tokoh pendiri bangsa dari Sabang sampai Merauke dan juga dari Miangas sampai Pulau Rote, adalah kekayaan paling besar bangsa Indonesia. Sedangkan pesan kedua Presiden yang disampaikan yakni perlu menjaga dan melestarikan kebhinekaan tersebut dengan persatuan, kerukunan dan persaudaraan.

"Persatuan, kerukunan dan persaudaraan yang harus kita pertahankan akan membawa Indonesia menjadi negara yang besar dan sangat dihormati di dunia," ujar Menteri Jonan mengutip pernyataan Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, tanpa persatuan, kerukunan serta persaudaraan membangun Indonesia akan tidak mudah lagi. "Oleh karena itu kita semua diharapkan dapat tetap menjaga persatuan, kerukunan dan persaudaraan di dalam kebhinekaan kita," ujarnya.

Pesparani Katolik Nasional pertama dengan tema "Membangun Persaudaraan Sejati-Dari Maluku Untuk Indonesia" mempertandingkan 12 mata lomba yang dibagi dalam empat kategori yakni paduan suara (PS) gregorian anak dan remaja, PS Gregorian dewasa, PS anak, PS dewasa pria, PS dewasa wanita dan PS dewasa campuran.

Kategori Mazmur terdiri tiga lomba yakni Pemazmur anak, Remaja dan dewasa, bertutur Kitab Suci hanya satu mata lomba yakni untuk anak, sedangkan cerdas rermat Rohani dibagi dua mata lomba yakni rohani anak dan rohani remaja.

Pesparani yang berlangsung 27 Oktober hingga 2 November 2018 juga akan digelar seminar nasional dengan tema "Dengan bernyanyi kami merawat Pancasila" yang diharapkan memberikan kontribusi positif tentang merawat persaudaraan sejati di indonesia, Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) yang diikuti 34 provinsi serta pameran ekspo 2018. (MP-4)