Sabtu, 04 Mei 2019

Sederhana Sekaligus Megah, Cara Pembalap David Sitanala Promosi Maluku

Buletinnusa

Laporan Rudi Fofid-Ambon


Ambon, Malukupost.com - Sebagai duta wisata di bidang otomotif Asia, pembalap David Juliano Sitanala (19) punya cara tersendiri untuk mengkampanyekan pesona Indonesia, termasuk Maluku.

Bersama manajemen yang mengurusnya, David punya serangkaian aktivitas promosi tempat wisata dan budaya Indonesia.  Sebelum maupun setelah menjadi duta, dia secara konsisten menggunakan medium busana dan kendaraan balap untuk kepentingan promo wisata.

Dari foto-foto pribadi milik David, bisa dilihat tulisan-tulisan pendek yang menarik perhatian publik·  Pada topi merah yang dia kenakan saat naik podium, terdapat tulisan ``Jong Ambon``.  Tulisan ini tidak hanya mengingatkan orang pada organisasi Jong Ambon yang ikut mencetuskan Sumpah Pemuda1928, tetapi sekaligus David menyatakan eksistensi sebagai anak muda Ambon.

Sebuah foto menunjukkan ekspresi David ketika mencapai garis finish.  Kedua kakinya diangkat ke udara, dan di depan mobil gokart terdapat tulisan mencolok "Racing For Maluku".

Tentang tulisan "Racing For Maluku", David mengakui, dirinya mendapat dukungan Pemprov Maluku selama ikut balap.  Walau berlomba mewakili negara, tetapi Pemprov Maluku tidak lepas tangan dan justru selalu memberi dukungan. 
Topi dan kaos jadi media promosi

Sungguh menarik melihat mobil balap formula yang digunakan David. Pada badan mobil terdapat tulisan mencolok "Visit Maluku".   Pada bagian depan mobil tersebut terdapat pula logo Pemprov Maluku.

``Logo Pemprov Maluku dan tulisan Visit Maluku,  saya desain sendiri karena saya dapat dukungan penuh Pemprov Maluku melalui Gubernur Said Assagaff.  Jadi saya juga promo Maluku agar dapat target yang lebih lagi,`` jelas David.

Foto lain disiarkan OtomotifZone memperlihatkan pose David berdiri tegak, dengan kaos biru bertulisan menggugah "Peace Voor Ambon".     Tulisan ini meyakinkan orang akan Ambon yang damai.

Mengenai tulisan Bangga Maluku, David mengaku memang dirinya bangga sebagai orang Maluku.  Alasannya, melalui dunia yang dia geluti, dirinya mampu mengubah gambaran masyarakat tentang orang Maluku.  Ada kesan bahwa orang Maluku identik dengan kekerasan, selalu dinomorduakan, dan tidak bisa sukses dalam hal apapun.  Dengan membuat tulisan "Bangga Jadi Maluku",  David yakin kesan negatif akan berubah jadi positif. (Maluku Post/Foto koleksi David Sitanala)

David Sitanala, Antara Dunia Balap Dan Pariwisata

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Seorang pemuda belasan tahun nampak sibuk di tengah rangkaian acara pembukaan Ambon Extravaganza, di Lapangan Merdeka, Ambon, Sabtu (27/4). Dia mengurus artis-artis yang tampil secara megah. Penonton terkesima. Tidak banyak yang tahu, Nyong Ambon berbadan atletis itu adalah David Juliano Sitanala, pembalap internasional dengan prestasi fenomenal.
David Sitanala di Cina, dengan logo Maluku di dada.
Laporan Rudi Fofid-Ambon

Ambon, Malukupost.com -
Seorang pemuda belasan tahun nampak sibuk di tengah rangkaian acara pembukaan Ambon Extravaganza, di Lapangan Merdeka, Ambon, Sabtu (27/4).  Dia mengurus artis-artis yang tampil secara megah.  Penonton terkesima.  Tidak banyak yang tahu, Nyong Ambon berbadan atletis itu adalah David Juliano Sitanala, pembalap internasional dengan prestasi fenomenal.

David memang punya talenta seni dan olahraga.  Delapan tahun  tekun di arena balap, David telah mengukir serangkaian prestasi manis.  Pattimura Muda asal Negeri Suli di tepi Teluk Baguala Pulau Ambon ini tak hanya menjadi pembalap paling bersinar dari Indonesia Timur.  Dia juga didaulat menjadi Duta Pariwisata Indonesia di Asia.

Masih segar dalam ingatan, dua tahun lalu,  David membuat kejutan besar.  Pada formula single seater,  dia meraih Podium 3 di balapan pertama dan kedua ajang FIA Formula 4 China Championship 2017.

Karir David di arena balap bermula pada usia 10 tahun di arena gokart tahun 2011.   Pembalap kelahiran Ambon, 8 Juli 1999 ini pertama kali terjun di Humpuss Kart Series.  Sekali tampil, David menyita perhatian sebab sanggup menempati posisi runner-up dari seluruh seri.  Nilai yang dia peroleh hanya terpaut 1 poin di bawah sang juara klasemen.
David di podium juara, dan tulisan Maluku di mobil formula

Tiga tahun setelah itu yakni pada tahun 2014, David sudah menyebet gelar Juara Umum 1 Indonesia pada Kejuaraan Tingkat Nasional Rotax Max 2014.  Tahun yang sama, Davis menyebet gelar Juara Umum 2 Asia di Kejuaraan Asia Max Challenge 2014 untuk kategori Junior Max 125. Sebagai Juara Umum 1 Indonesia, David kemudian mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia, World Grand Final Rotax 2014 di Valencia, Spanyol.

Atas penampilannya di arena balap, David menerima tiga penghargaan yakni IMI Award 2014 sebagai pebalap terbaik kategori Junior Max 125 di Kejuaraan Tingkat Nasional Rotax Max Challenge 2014, International Achievement Award 2014 Category FIA untuk mewakili Indonesia di kelas Junior Max 125cc pada 15th Rotax Max Grand Final, dan Penghargaan Menteri Pemuda dan Olahraga RI untuk mewakili Indonesia di kelas Junior Max 125cc pada 15th Rotax Max Grand Final.

Pada musim balap 2015 , David naik ke kelas Senior Max 125, dan memenangkan Kejuaraan 2015 Asia Rotax Invitational Race pada 24-25 Januari 2015 lalu di Sepang International Karting Circuit, Malaysia.

``Di Sepang, saya sempat mengalami kecelakaan. Beruntung penyelenggara internasional sangat profesional. Mereka mengutamakan keselamatan. Kendaraan rusak total, tetapi saya tidak apa-apa, sehingga bisa tampil pada balapan akhir, dan jadi juara pertama,`` ujar David kepada Media Online Maluku Post di The City Hotel,  Kamis (2/5).

Untuk balapan di Asia, David tergabung dengan Nizra Motorsport, sedangkan di Indonesia, dia tergabung dengan Go!!! Motorsport.  Melalui dunia balap dengan serangkaian prestasi inilah, pada tahun 2015, David  dinobatkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai duta wisata di bidang otomotif. 

Sebagai duta wisata, dia ikut mempromosikan alam, budaya dan tempat  tempat wisata di Indonesia dan mengajak orang-orang di lingkungan balapnya datang menikmati Pesona Indonesia. Tidak heran, David memanfaatkan berbagai media dan kesempatan untuk promosi.

Secara khusus, David mempromosi Maluku melalui kaos, topi,  maupun kendaraan balap.  Dia mendesain sejumlah tulisan pendek yang sarat pesan.  Misalnya, Bangga Jadi Maluku, Racing For Maluku, Peace Voor Ambon, dan sebagainya.

David mengaku, selain dukungan orang tuanya Andre Sitanala dan Rita Faramay , dia bersyukur mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Maluku.  Ungkapan terima kasih kepada pemerintah, antara lain dia tuangkan melalui akun facebook.

"Banyak terima kasih untuk seluruh jajaran staff pemerintah provinsi Maluku mulai dari Pak Gubernur Maluku, Pak Ketua DPRD Maluku, IMI Maluku, KONI Maluku, Dinas Pariwisata Maluku, Dinas Olah Raga Maluku, dan semua pihak pihak yang telah membantu saya untuk bisa berlaga di kejuaraan FIA Formula 4 di Tiongkok musim 2017. Terima kasih atas segala kepercayaan yang telah diberikan dan akan saya usahakan yang terbaik untuk bisa membanggakan Maluku dan Indonesia di kancah otomotif Asia maupun Dunia," tulis David.  (malukupost.com/foto-foto koleksi david sitanala)

FKUB Papua Serukan Umat Beragama Tunggu Hasil KPU

Buletinnusa
FKUB Papua Serukan Umat Beragama Tunggu Hasil KPU
Ketua FKUB Papua, Pendeta Lipius Biniluk. (Dok: Humas Polda Papua)
Kota Jayapura – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua menyerukan kepada semua umat beragama di Bumi Cenderawasih, untuk tetap bergandengan tangan, menjaga persatuan dan kesataun, pasca pemilu yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia, pada 17 April 2019.

Walaupun pemilu kali ini dilakukan berbeda dari lima tahun sebelumnya, yakni pelaksanaan dilakukan secara bersamaan, antara pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg), namun pelaksanaan pemilu, khususnya di Provinsi Papua berlangsung dengan aman, sukses dan bermartabat.

Baca juga: Klaim Sudah Menang, Nasdem: Kasihan Prabowo

Ketua FKUB, Pendeta Lipus Biniluk menuturkan sebagai orang beriman dan beragama, hendaknya kita bersabar menunggu hasil perhitungan manual yang dilakukan oleh KPU kabupaten/kota di Provinsi Papua dan KPU nasional di Jakarta.

“Jika ada seseorang yang mengklaim dirinya telah menang, janganlah terlalu dipercaya, sebab saat ini penghitungan suara masih terus dilakukan oleh KPU di kabupaten/kota dan kpu nasional,” jelasnya” kata Pendeta Lipius.

Sementara itu, proses penghitungan suara yang dilakukan tingkat provinsi masih baru diselesaikan oleh Kabupaten Pegunungan Bintang, dari sebanyak 29 kabupaten/kota di Papua. Sisa kabupaten lainnya masih dalam proses penghitungan pada tingkat kabupaten ataupun tingkat distrik.

Baca juga: Cara Menggugat Pepera 1969 dengan Memboikot Pemilu NKRI 5 Tahunan


Copyright ©Kabar Papua "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com

Jumat, 03 Mei 2019

Selamat Datang Sheyla, Jangan Lupa Si Badai Biru Edy Lestaluhu

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Sheyla Muzdalifa Lestaluhu menghentak persada dangdut Indonesia. Selalu tampil dengan pesona Tulehu yang bikin bangga orang Maluku. Lebih-lebih ia terus dapat pujian para panelis Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2019 di layar kaca TV Indosiar.

Catatan Rudi Fofid-Ambon


Ambon, Malukupost.com - Sheyla Muzdalifa Lestaluhu menghentak persada dangdut Indonesia.  Selalu tampil dengan pesona Tulehu yang bikin bangga orang Maluku.  Lebih-lebih ia terus dapat pujian para panelis Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2019 di layar kaca TV Indosiar.

Ternyata, ada juga orang Tulehu yang bisa bernyanyi dangdut secara baik.  Begitulah terdengar satu-dua orang memberi komentar.  Nah, orang mungkin lupa.  Jauh sebelum Sheyla lahir, sudah ada Edy Lestaluhu yang bercokol di papan atas dangdut Indonesia. 

Edy menulis lagu-lagu dangdut dan dinyanyikan pedangdut utama Indonesia seperti Itje Trisnawati, Evie Tamala, Ike Nurjanah, Camelia Malik, Rita Sugiarto, Mara Karma, dan sebagainya.

Lingkup pergaulan musikal Si Badai Biru ini sangat karib dengan Rhoma Irama.  Bahkan ketika Edy menjalani perawatan di rumah sakit, Raja Dangdut  itu datang membesuk.  Edy akhirnya meninggal dunia di RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, 13 Februari 2013 dalam usia 62 tahun.  Ia meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.

Artis-artis senior dangdut Indonesia sangat menghormati Edy Lestaluhu.  Dalam kanal Youtube oleh cumicumi.com, Pedangdut Ike Nurjanah menyebutkan  Edy seorang yang low profile, dan bukan tipe orang yang suka disanjung-sanjung.

Pedangdut Mara Karma menyebutkan, Edy adalah pencipta lagu yang benar-benar luar biasa. 

"Saya sering bekerja sama dengan dia, dan lagu-lagu Edy Lestaluhu itu, mau ke mana saja saya tahu. Banyak penyanyi yang dia ciptakan lagunya, dan booming semuanya," kata Mara Karma.

Sementara Hamdan Attamimi mengatakan, Edy Lestaluhu adalah sahabat terbaiknya.  Dalam pergaulan hari-hari, selalu diawali dengan kebaikan.

"Dalam perjumpaan kami, selalu yang dibicarakan adalah tentang Allah dan Rasulullah," ucap Hamdan.

Edy dikenal sebagai penulis lagu dangdut yang tidak asal.  Lirik-liriknya kreatik sosial dan juga penuh pesan religi.  Selain Badai Biru, beberapa lagu lain adalah Rambut, Kang Mas, Kumismu (Evie Tamala), Punya Siapa, Piye-Piye (Mega Mustika), Kerukunan, Panca Sila,  Jeritan Derita (Mara Karma).

Edy Lestaluhu sudah lama pergi, setelah menoreh sejarah manis di dunia dangdut sebagai penulis lagu papan atas.  Kini muncul Sheyla Muzdalifa Lestaluhu sebagai penyanyi.  Ketekunan, kreativitas, dan sikap rendah hati, sebagaimana  ditunjukkan Edy Lestaluhu, dapat menjadi teladan bagi Nona Manis Sheyla di blantika dangdut Indonesia. 
 
DAFTAR LAGU KARYA EDY LESTALUHU

Berikut ini adalah daftar lagu karya Edy Lestaluhu dan penyanyi yang mempopulerkan lagu tersebut, yang dihimpun dari berbagai sumber di kanal Youtube:
  1. ABG Ngetrend (Vetty Vera)
  2. Acuh Tak Acuh (Yunita Ababiel)
  3. Ada-Ada Saja (Nina Nirmala)
  4. Ada Gula Ada Semut (Ida Sandjaya)
  5. Ajiib (Edy Lestaluhu)
  6. Aku Masih Takut (Erie Suzan)
  7. Aku Tak Mau (Camelia Malik)
  8. Arjuna Dangdut (Aksay)
  9. Badai Biru (Itje Trisnawati)
  10. Bang Haji (Rita Sugiarto)
  11. Bokek Berat (Mila Mayola
  12. Burung-Burung Cemburu (Sheyla Nafsyin)
  13. Isyarat Cinta (Yudha Irama)
  14. Jaga Jarak (Mara Karma)
  15. Jangan Harap Aku Mengalah (Caca Handika)
  16. Jangan Sombong (Irma Erviana), karya bersama Eddy Lestaluhu dan Mara Karma.
  17. Jeritan Derita (Mara Karma)
  18. Kang Mas (Evie Tamala)
  19. Kerukunan Pancasila (Mara Karma)
  20. Kumismu (Evie Tamala)
  21. Mana Cintanya (Nina Herlina), karya bersama Endang Kurnia/Hendrosaky/Eddy Lestaluhu
  22. Piye-Piye (Mega Mustika)
  23. Problema Malam Minggu (Ken Dedes)
  24. Punya Siapa (Mega Mustika)
  25. Resesi (Mara Karma)
  26. RT 05 RW 03 (Cici Faramida)
  27. Satu Waktu (Lesta Mega)
  28. Sedang-Sedang Saja (Vetty Vera), karya bersama Eddy Lestaluhu dan Mara Karma
  29. Surat Cinta (Anita Dahlan)

(Disarikan dari berbagai sumber youtube)

3 Menteri Mundur, PM Papua Nugini Hadapi Mosi Tak Percaya

Buletinnusa
Tiga Menteri Mundur, PM Papua Nugini Hadapi Mosi Tak Percaya PM Papua Nugini, Peter O'Neill, terancam menghadapi mosi tidak percaya setelah tiga menterinya mundur secara bersamaan pada Jumat (3/5). (Reuters/Tim Wimborne)
Papua New Guinea -- Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill, terancam menghadapi mosi tidak percaya setelah tiga menterinya mundur secara bersamaan pada Jumat (3/5).

"Kami akan meminta perdana menteri untuk mundur," ujar Menteri Kesehatan Papua Nugini, Puka Temu, kepada AFP.

Pernyataan ini dilontarkan tak lama setelah menteri pertahanan, menteri kesehatan, dan menteri kehutanan Papua Nugini mengundurkan diri pada hari ini.

Menurut Temu, ketidakpercayaan jajaran kabinet Papua Nugini terhadap O'Neill memang sudah berkembang sejak lama.

Partai O'Neill sendiri kini hanya menduduki sebagian kecil kursi di parlemen. Sementara itu, partai sekutu O'Neill juga terus mendesak agar ia segera mundur.

"Dia menolak. Saya kecewa dengan cara perdana menteri memimpin Papua Nugini," ucap Temu.

Selama ini, kepemimpinan O'Neill selalu diwarnai dengan isu korupsi besar-besaran dan kejahatan investasi skala besar yang menyebabkan utang negara membengkak, tapi tak memberikan keuntungan bagi rakyat.

Baca juga:
  1. Manasseh Sogavare Terpilih Sebagai Perdana Menteri Solomon Islands
  2. Setelah Terpilih Sebagai PM, Ini Pendapat Sogavare Tentang West Papua
Papua Nugini pun menjadi salah satu negara dengan tingkat kemiskinan paling tinggi di dunia. Hanya sekitar 10 persen warga Papua Nugini yang memiliki akses listrik.

Di tengah kemiskinan ini, O'Neill dituduh hanya ingin menguntungkan dirinya sendiri melalui berbagai kebijakan dan proyek yang ia sepakati.

"Papua Nugini terlalu besar untuk dipimpin hanya oleh satu orang. Negara ini bukan untuk bisnis satu orang," tutur Temu.

Menutup pernyataannya, Temu berkata, "Papua Nugini nyaris tenggelam. Kami butuh kapten yang baik."


Copyright ©CNN Indonesia "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com

Setelah Maikel Ilintamon, Disusul Selyus Logo Disiksa Hingga Tewas oleh Petugas Lapas Abepura

Buletinnusa
Setelah Maikel Ilintamon, Disusul Selyus Logo Disiksa Hingga Tewas oleh Petugas Lapas Abepura
Selyus Logo, yang disiksa dan dipukuli oleh petugas Lapas (LP) Klas IIA Abepura (Abe), Jayapura, Papua (03 Mei 2019)
Jayapura -- Beberapa waktu lalu (24/4), seorang narapidana atas nama Maikel Ilintamon telah disiksa oleh petugas keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Abepura (Abe) di Jayapura hingga tak bernyawa.

Singkatnya, Maikel dan 9 orang napi lainnya hendak keluar melarikan diri dari Lapas Abepura, namun upaya 10 orang untuk itu telah gagal, karena petugas keamanan Lapas Klas IIA Abepura berhasil menangkap mereka, dan saat itu (24/4) salah satu dari mereka, Maikel Ilintamon telah tewas setelah disiksa oleh petugas LP.

Disusul Selyus Logo

Selyus Logo merupakan salah satu dari 9 orang yang tersisa setelah kematian Maikel Ilintamon.

Setelah ditangkap saat hendak melarikan diri, mereka (9 orang termasuk Selyus Logo) yang ditangkap ini, kedua kaki dan tangan mereka diborgol kemudian dibawa ke dalam penjara dan dipukul hingga babak belur [muka tak ada bentuk, karena telah dipukul hingga hancur]. 

Mereka diseret ke dalam sebuah ruangan sambil ditendang dengan sepatu laras, dipukuli menggunakan tongkat tonfa dan potongan kayu balok berukuran 5 x 5 cm, serta menggunakan hulu senjata api laras panjang. 

Mereka dipukul, disiksa habis-habisan sampai melebihi batas kemampuan bertahan mereka [napi] ini, dan pada arhirnya (2 orang dari total 10 orang itu) telah meninggal dunia, yakni Maikel Ilintamon telah meninggal pada tanggal 24 April 2019, dan sekarang Selyus Logo pun telah meninggal pada hari Jumat, 3 Mei 2019 setelah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Raja, Jayapura, namun tak tertolong.
Dikatakan dalam kesaksian salah satu napi, ada indikasi kuat bahwa, petugas Lapas Abe juga sedang bekerja sama dengan media lokal, agar kasus kematian Maikel Ilintamon, Selyus Logo dan penyiksaan berlebihan terhadap beberapa napi di LP ini tidak dipublikasikan dan dapat digelapkan, serta melakukan pemberitaan tidak benar, [HOAX] yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebanarnya.

Saat ini, dari total 10 orang itu, sekarang telah tersisa 8. Mereka pun sedang dalam kondisi kritis karena telah mendapat perlakuan yang sangat biadap oleh petugas Lapas Abepura.

Keluarga korban juga meminta untuk aktivis HAM maupun Lembaga advokasi Hukum untuk dapat mengadvokasi ini.

Baca juga: Seorang Napi atas Nama Maikel Ilintamon Dipukuli oleh Petugas Lapas Abe Hingga Tewas

___________________
Informasi ini dimuat setelah kami melakukan kunjungan ke Lapas Abe dan mendengar kesaksian langung dari napi dan menyaksikan kondisi mereka dalam penjara.  


Posted by: Admin
Copyright ©tabloid-wani.com "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com

Ratusan Musisi Ambon Ramaikan Festival Langit Musik Telkomsel

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Telkomsel menggelar Festival Langit Musik dengan tema “Bikin Karyamu Jadi Duit” yang menghadirkan 103 musisi lokal kota Ambon, kegiatan tersebut diawali dengan Workshop yang berlangsung di Cafe and Resto Red Brick, Jumat (3/5). General Manager Music Telkomsel, Muhammad Wulunk Putraning Fajar mengatakan, Telkomsel memberikan informasi seputar program festival langit musik serta cara meng-upload karya mereka ke dalam aplikasi langit musik agar semakin banyak didengar oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ambon, Malukupost.com - Telkomsel menggelar Festival Langit Musik dengan tema “Bikin Karyamu Jadi Duit” yang menghadirkan 103 musisi lokal kota Ambon, kegiatan tersebut diawali dengan Workshop yang berlangsung di Cafe and Resto Red Brick, Jumat (3/5).

General Manager Music Telkomsel, Muhammad Wulunk Putraning Fajar mengatakan, Telkomsel memberikan informasi seputar program festival langit musik serta cara meng-upload karya mereka ke dalam aplikasi langit musik agar semakin banyak didengar oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Workshop ini juga memberikan kesempatan bagi para musisi lokal agar karya original mereka bisa menghasilkan keuntungan di era digital saat ini,” ujarnya.

Dijelaskan Muhammad, hadirnya festival langit musik sebagai bentuk apresiasi terhadap karya musisi Indonesia khususnya para musisi lokal yang mencari kesempatan agar karyanya bisa semakin banyak didengar oleh masyarakat.

“Dengan adanya workshop ini juga diharapkan dapat memotivasi para musisi lokal untuk terus berkarya menghasilkan karya terbaik mereka serta mampu mempromosikan karyanya melalui aplikasi digital langit musik,” ungkapnya.

Muhammad katakan, Langit musik sendiri merupakan aplikasi streaming milik Telkomsel yang dapat diunduh melalui aplikasi google play untuk pengguna android dan app strore bagi pengguna IOS.

“Para pelanggan Telkomsel dapat mendengarkan musik berkali tanpa harus takut untuk berkurang kuota datanya dengan berlangganan premium senilai Rp.22.000,- /30 hari,” bebernya.

Diungkapkan muhammad, selain agenda workshop, dalam festival itu juga Telkomsel akan menggelar mini concert, Sabtu (4/5) di MCM dengan dimeriahkan oleh 14 musisi lokal Kota Ambon, yaitu JP Band, Satu Garis, Laste Band, Putry Pasanea, Amboina Bananas, ACOM, Mr. E, Filaz'MC, R3, Jopin Band, Daffa Band, Suman Hittu, Toma Homie dan Linda Nussy.

"Band atau musisi indie yang tampil besok di MCM tentunya tak asing lagi bagi sebagian besar warga kota Masyarakat dan sekitarnya, kehadiran warga yang ramai menyaksikan festival ini tentunya akan menjadi hal yang positif bagi kelangsungan acara ini serya bagi band atau musisi indie itu sendiri," jelasnya

Sementara itu, Hermawansyah selaku Manager Digital Expansion Telkomsel Regional Papua Maluku mengatakan untuk kota Ambon, hingga saat ini sebanyak 25 musisi lokal telah bergabung di aplikasi Langit musik, bahkan 40 persen pendengar wilayah Papua dan Maluku didominasi oleh masyarakat Maluku.

“Karena itu diharapkan dengan adanya aplikasi langit musik, masyarakat lebih menikmati karya-karya musisi lokal yang sejak dulu sulit untuk dijangkau," pungkasnya. (MP-8)