Senin, 31 Juli 2017

Harga Hasil Perkebunan Maluku Di Ambon Turun

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Harga berbagai hasil perkebunan Maluku berupa cengkih, biji pala bundar maupun coklat yang menjadi komoditi ekspor Maluku dari Kota Ambon kembali bergerak turun. Berdasarkan pantauan di lokasi transaksi berbagai hasil komoditi ekspor andalan Maluku di Jl. Setia Budi, kawasan Rijoly, Kelurahan Batu gajah, Senin (31/7), memperlihatkan para pembeli menawarkan harga cengkih Rp103.000/kg atau turun dari sebelumnya Rp113.000.
Ambon, Malukupost.com - Harga berbagai hasil perkebunan Maluku berupa cengkih, biji pala bundar maupun coklat yang menjadi komoditi ekspor Maluku dari Kota Ambon kembali bergerak turun.

Berdasarkan pantauan di lokasi transaksi berbagai hasil komoditi ekspor andalan Maluku di Jl. Setia Budi, kawasan Rijoly, Kelurahan Batu gajah, Senin (31/7), memperlihatkan para pembeli menawarkan harga cengkih Rp103.000/kg atau turun dari sebelumnya Rp113.000.

Selain itu, biji pala bundar yang dibeli sebelumnya Rp60.000/Kg, kini turun dengan harga bervariasi Rp55.000 hingga Rp57.000/kg.

Begitu juga fuli yang pada pekan lalu mencapai Rp123.000/Kg kini turun menjadi Rp120.000/Kg.

Coklat dibeli dengan harga Rp20.000/Kg turun dari sebelumnya Rp23.000/kg, kecuali kopra yang hingga kini masih bertahan dengan harga Rp11.000/Kg.

"Hampir semua hasil perkebunan daerah ini harganya turun, kecuali kopra yang masih membaik," kata pembeli terbesar di Kota Ambon, Evi.

Pedagang di Ambon selalu memantau perubahan harga di Surabaya sebagai pasar utama. Hasil perkebunan yang dibeli di Ambon kembali dijual ke Surabaya.

Dia menjelaskan, kalau sampai terjadi perubahan harga di Surabaya sudah pasti di Ambon juga berpengaruh.

"Terutama cengkih yang mengalami penurunan harga yang cukup tajam, sebab beberapa hari yang lalu masih mencapai harga Rp113.000/Kg, kini turun menjadi Rp103.000/kg," ujarnya.

Begitu juga biji pala bundar, lanjutnya, harganya tidak merata sebab petani yang menjual selalu disortir terlebih dahulu.

Kalau terlihat bundar dan baik dibeli dengan harga Rp57.000/kg, tetapi terlihat berkeriput, maka harga turun lagi bervariasi Rp50.000 hingga Rp55.000/kg.

Dia menambahkan, terjadi penurunan harga berbagai hasil perkebunan Maluku bukan saja di Ambon tetapi di daerah lain juga mengalami hal yang sama. (MP-2)

Asmara Kandas di Balik Teror Order Fiktif Go Food, Begini Pengakuan Sugiarti


Foto: Sugiarti atau Arti. (Denita Matondang/detikcom)


Infoteratas.com - Kasus teror order fiktif Go Food memasuki babak baru menyusul ditetapkannya Sugiarti sebagai tersangka. Di sisi lain, cerita kandasnya asmara juga menyeruak di balik kasus ini.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo menyebut kasus order fiktif Go Food yang dialamatkan ke Julianto Sudrajat diduga bermotif asmara. Sebab, tersangka Arti mengaku melakukan hal tersebut lantaran merasa sakit hati kepada Julianto.

Andry menjelaskan Sugiarti mengaku mempunyai keinginan agar Julianto itu menikahinya. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Julianto. Karena sakit hati, Sugiarti melakukan perbuatan pencemaran nama baik ditujukan kepada Julianto di media sosial.

"Melakukan pencemaran nama baik di media sosial dengan maksud bahwa Sugiarti merasa sakit hati, dia ingin Julianto menikahinya serta agar Julianto dipecat dari pekerjaannya," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo, Senin (31/7/2017).

Sementara itu, Julianto mengaku baru tahu Sugiarti alias Arti ditetapkan sebagai tersangka. Julianto berencana ke Polres Jakarta Timur untuk memastikannya.

"Oh ya? Kalau begitu, saya mesti confirm ke polisi minta buktinya. Soalnya saya malah baru tahu soal itu," kata Julianto saat dihubungi detikcom, Senin (31/7).

Julianto berencana mengkonfirmasikan hal ini ke kantor tempatnya bekerja. Dia ingin memberi tahu kantornya bahwa tersangka order fiktif Go Food yang ditujukan kepadanya telah tertangkap.

"Kalau benar sudah tertangkap, rencananya kami sekeluarga akan ke Danamon juga untuk konfirmasi tersangka peneror sudah ditangkap," ucapnya. 

Ini Penyebab Asmara Korban Order Fiktif dan Sugiarti Kandas

Polisi telah memeriksa Sugiarti atau Arti sebagai tersangka kasus order fiktif Go Food ke Julianto Sudrajat. Sejauh ini, motif asmara ditengarai di balik kasus ini.

"Tersangka mengakui melakukan orderan fiktif kepada Julianto itu dibantu 2 keponakannya," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo kepada detikcom, Senin (31/7/2017).

Andry menjelaskan kedua keponakan Sugiarti tersebut berinisial FH dan R. Andry mengatakan Sugiarti nekat melakukan order fiktif tersebut karena merasa sakit hati dan ingin dinikahi Julianto.

"Dia sakit hati kepada Julianto dan ingin dinikahi," ucapnya.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan, antara Sugiarti dengan Julianto sebelumnya ada komunikasi lewat Facebook. Setelah itu, mereka bertemu atau kopi darat.

"Motifnya itu kan Facebook itu ya, terus, janijan di darat, Ternyata di darat nggak sesuai fotonya Sugiarti," kata Andry saat dihubungi detikcom, Senin (31/2/2017).

"Urusan asmara," lanjutnya.

Setelah pertemuan itu, lanjut Andry, Julianto tidak tampak lagi sehingga membuat Sugiarti sakit hati. Namun begitu, polisi akan mengkonfrontir keterangan itu dengan Julianto. Polisi akan melihat kasus dari berbagai aspek. 

"Kita akan panggil Julianto, dikonfrontir," ujarnya.

"Ya nanti kita kroscek keterangannya, TKP, termasuk benar nggak kenal," tuturnya. 

Sosok Arti yang Dituduh Julianto-Dafi Peneror Order Fiktif Go-Food


Dua orang pria bernama Julianto Sudrajat dan Ahmad Maulana alias Dafi (28) mengaku menjadi korban order fiktif layanan Go-Food yang dialamatkan pada dirinya. Keduanya menduga sosok wanita bernama Arti yang cintanya mereka tolak menjadi dalang dibalik teror order fiktif tersebut. 

detikcom menelusuri sosok wanita yang belakangan diketahui memiliki nama lengkap Sugiarti alias Arti (26). Arti merupakan warga kawasan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur.

Ditemui di rumahnya, Sabtu (8/7/2017), Arti mengaku mengenal Julianto dan Dafi. Jika Dafi mengaku bertemu di depan gang rumah Arti, Arti sendiri mengaku pertama kali bertemu di apotek tempat kerjanya di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kenal Dafi di apotek di Kemayoran, nggak lama minta jadian. Seminggu, ada teman datang dia minta no HP temen saya Yenni," kata wanita kelahiran Bekasi itu.

Arti menolak memberikan nomor HP Yenni dan membuat Dafi kesal. Menurut Arti, saat itu Dafi kemudian memblokir nomor WhatsApp-nya (WA). 

"Seminggu, ada teman datang, dia itu minta no HP temen saya, Yenni. Terus tiba-tiba WA-ku diblokir nggak dikasih, ngambek, tiga hari lagi, di WA lagi, minta nomor WA si Yenni," jelasnya.

Arti mengatakan Dafi sempat berniat meminjam uangnya sebesar Rp 700 ribu dengan alasan untuk membayar hutang ibunya di bank keliling. Arti mengaku saat itu hanya memiliki uang Rp 200 ribu.

"Dia (Dafi) juga sempat minjam uang Rp 700 (ribu) buat bayar hutang ibunya di bank keliling. Aku bilang Rp 700 (ribu) nggak ada aku kan bantu ponakan, adanya Rp 200 (ribu), nggak papa aku antar ke itunya," ujar Arti.

Sementara itu, Arti mengaku mengenal Julianto Sudrajat dari pertemanannya dengan Dafi di Facebook (FB). Arti menyebut perkenalan dengan Julianto itu pada Desember 2016. 

"Sama Julianto kenal dari Facebook, dia yang minta kenalan, dia satu pertemanan dengan Dafi, tapi sama dia tahun 2016 Desember, chatting-an gitu, tapi belum pernah ketemu," terang dia. 

Dari percakapan di FB itu, Arti menyebut Julianto mengajaknya bertemu dan mengajaknya menikah. Arti menyebut baik Dafi dan Julianto mengaku serius berhubungan dengannya.(detik.com)

Keluarga Besar Wandan Tuntut Pemutaran Film Dokumenter Banda Dibatalkan

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Keluarga besar Wandan Banda Eli-Elat dan anak cucu Mboyratan menuntut rencana pemutaran film dokumenter Banda berjudul The Dark Forgotten Traill arahan sutradara Jay Subyakto dibatalkan karena dapat menciptakan instabilitas di Maluku. "Kami juga mengutuk keras pernyataan Jay Subyakto melalui salah satu media sosial yang mengatakan kalau orang asli Banda telah habis dibantai dan punah dalam perang genosida tahun 1621," kata ketua Dewan Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Wandan, Kamaludin Rery di Ambon, Senin (31/7).
Ambon, Malukupost.com - Keluarga besar Wandan Banda Eli-Elat dan anak cucu Mboyratan menuntut rencana pemutaran film dokumenter Banda berjudul The Dark Forgotten Traill arahan sutradara Jay Subyakto dibatalkan karena dapat menciptakan instabilitas di Maluku.

"Kami juga mengutuk keras pernyataan Jay Subyakto melalui salah satu media sosial yang mengatakan kalau orang asli Banda telah habis dibantai dan punah dalam perang genosida tahun 1621," kata ketua Dewan Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Wandan, Kamaludin Rery di Ambon, Senin (31/7).

Pernyataan Kamaludin disampaikan saat melakukan aksi demonstrasi bersama puluhan warga Banda Eli-Elat di halaman gedung DPRD Maluku.

Para pendemo akhirnya diterima ketua komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans dan anggota komisi Herman Hattu, serta Raad Rumfot dan Ridwan Elys dari komisi C.

Ambon, Malukupost.com - Keluarga besar Wandan Banda Eli-Elat dan anak cucu Mboyratan menuntut rencana pemutaran film dokumenter Banda berjudul The Dark Forgotten Traill arahan sutradara Jay Subyakto dibatalkan karena dapat menciptakan instabilitas di Maluku. "Kami juga mengutuk keras pernyataan Jay Subyakto melalui salah satu media sosial yang mengatakan kalau orang asli Banda telah habis dibantai dan punah dalam perang genosida tahun 1621," kata ketua Dewan Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Wandan, Kamaludin Rery di Ambon, Senin (31/7).
Menurut dia, orang asli Banda yang keluar meninggalkan harta bendanya dan berpencar di berbagai penjuru Maluku hingga luar negeri masih tetap ada dan memiliki keturunan yang banyak hingga hari ini.

Mereka berpencar di Pulau Seram seperti wilayah Kabupaten Seram Timur dan Maluku Tengah, Banda Eli dan Banda Elat di Kabupaten Maluku Tenggara, maupun di Pulau Haruku (Kailolo) dan Pulau Ambon seperti di Negeri Amahusu.

"Untuk itu kami minta lembaga sensor film nasional untuk menghentikan pemutaran film dokumenter tersebut karena telah memicu instabilitas keamanan di Maluku dan dianggap membuat alur ceritera yang memutar-balikan sejarah," tandasnya.

Tokoh masyarakat Wandan lainnya, Salamun Yusran mendesak Kapolda Maluku melakukan tindakan hukum terhadap penulis naskah film tersebut M. Irfan Ramli dan sutradara Jay Subyakto karena bisa memicu konflik sosial atau suku.

Karena sudah ada fakta saling ancam dan saling hujat antara masyarakat Banda Naira dan masyarakat Banda Ely-Elat serta anak cucu Mboiratan yang terjadi di media sosial.

Keluarga besar Wandan dan anak cucu Mboyratan akan melayangkan somasi serta melapor secara resmi penulis dan sutradara karena telah memicu keresahan antarwarga dan suku di Maluku, khususnya masyarakat Wandan dengan masyarakat Banda Naira.

"Kami minta DPRD tidak hanya diam dengan tuntutan kami tetapi harus ditindaklanjuti secepatnya untuk meminta Parfi atau lembaga sensor film nasional tidak melakukan pemutaran film tersebut," tandas Yusran yang juga salah satu tokoh perjanjian perdamaian Maluku di Malino (Sulsel).

Ketua komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans mengatakan, komisi akan melanjutkan tuntutan keluarga besar Wandan dan anak cucu Mboyratan kepada pimpinan DPRD untuk menyurati Kapolda Maluku dan instansi terkait, termasuk Parfi maupun lembaga sensor film nasional.

Sebab legislatif terikat pada masalah tata tertib dewan, dimana kewenangan membuat dan menandatangi surat keluar dari lembaga adalah pimpinan dewan.

"DPRD akan meminta polda dan polres untuk melarang pemutaran film dimaksud dan bila ada chaos dengan mereka yang ada di Banda Naira, maka itu adalah tanggungjawab aparat keamanan," katanya. (MP-3)

5 Fakta Ditangkapnya 92 WNA Atas Kejahatan Siber, Nomor 3 Bikin Ngiler!

Infoteratas.com - Sebanyak 92 warga negara Taiwan dan Cina menjadi tersangka kasus cyber crime jaringan internasional yang dibawa dari Surabaya, Jawa Timur menuju Polda Metro Jaya melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (30/7/2017).

Melansir dari Kompas.com, mereka diantar dengan pengawalan ketat Satuan Tugas Khusus Bareskrim Polri dengan pesawat carteran.
"Tim Gabungan Satgas Mabes Polri membawa tersangka yang kami tangkap di Surabaya sebanyak 92 tersangka warga negara asing, 26 di antaranya adalah perempuan," kata Kepala Tim Satgas Surabaya, AKBP Susatyo Purnomo.

Berikut tim TribunWow.com himpun fakta-fakta yang terkait dengan cyber crime ini!
1. Langsung diringkus ke Polda Metro Jaya
Melansir dari Kompas.com, Susatyo juga menjelaskan bahwa 92 tersangka tersebut langsung dibawa ke Jakarta dari Surabaya.
Mereka adalah bagian dari operasi besar polisi yang bergerak bersama di tiga wilayah yaitu, Surabaya, Jakarta, dan Bali.
Saat tiba di Soekarno-Hatta, seluruh tersangka tersebut diantar langsung ke Polda Metro Jaya untuk dikumpulkan bersama tersangka dari Jakarta dan Bali.

"Dua tersangka di antaranya pincang karena berusaha kabur saat penggerebekan, loncat dari lantai dua dan telah dapat bantuan medis di Jawa Timur," tutur Susatyo.
Pihak polisi menggunakan dua bus pariwisata berukuran besar untuk mengangkut para tersangka ini ke Polda Metro Jaya.

2. Lakukan kejahatan siber dengan pura-pura menjadi polisi dan calo
Melansir dari Kompas.com, Susatyo juga menjelaskan bahwa 92 pelaku tersebut sempat menipu warga negara asing (WNA) dengan berpura-pura menjadi polisi dan calo yang bisa menyelesaikan kasus kriminal.
"Modus penipuannya online fraud, di mana terdapat tiga level penipuan. Level pertama, para pelaku berperan profiling para korban, kemudian memberi isu kepada para korban bahwa mereka tersangkut masalah pidana," kata Susatyo kepada Kompas.com di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (30/7/2017).

Setelah mereka berperan sebagai pemberi kabar kepada korban WNA di Indonesia, ada kelompok lain yang juga berpura-pura sebagai polisim jaksa, dan hakim.
"Lalu ada level ketiga, yaitu satu orang menawarkan diri sebagai tempat untuk transaksi atau bisa meringankan (perkara), sehingga korban ini mengirimkan uang kepada para pelaku," tutur Susatyo.
Diketahui, komplotan ini sudah menipu sejak bulan Januari 2017 silam.

3. Raup keuntungan yang fantastis
Dari tindakan kejahatan ini, Susatyo juga menjelaskan bahwa para pelaku menerima keuntungan triliunan rupiah.

Melansir kembali dari Kompas.com, berdasarkan hasil koordinasi polisi Indonesia dengan polisi Cina, bahwa satu tahun kerugian dari modus penipuan ini mencapai Rp 600 miliar di Surabaya untuk satu tempat kejadian perkara (TKP) saja.
Untuk hasil beberapa bulan menipu, para pelaku mendapatkan keuntungan mencapai Rp 5,9 triliun.

4. Pelaku gunakan visa kunjungan
Kembali melansir dari Kompas.com, para pelaku kejahatan siber lintas negara ini menggunakan visa kunjungan untuk masuk ke Indonesia.
Diketahui, mereka berada di Indonesia sejak bulan Ferbuari dan Maret 2017.

"Tadi ada beberapa (pelaku) yang menggunakan visa kunjungan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (30/7/2017).
5. Bahkan sebagian besar pelaku tidak memiliki paspor
Dari 92 tersangka warga negara Taiwan, hanya sekitar 20 orang saja yang memiliki paspor

Masih melansir dari Kompas.com, diketahui para pelaku ini datang ke Indonesia tidak langsung dalam jumlah yang banyak.

Menurut Susatyo, kepolisian nantinya akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Keimigrasian untuk mendalami soal dokumen kependudukan pra tersangka dan status mereka selama berada di Indonesia. (http://ift.tt/2kyw5R8 Bulan Retno Palupi)

Tes Calon Praja IPDN Asal Maluku Diumumkan 4 Agustus

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Hasil tes psikologi, integritas dan kejujuran calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Maluku dijadwalkan diumumkan pada 4 Agustus 2017. "Sebanyak 76 calon praja IPDN telah menjalani tes psikologi, integritas dan kejujuran di Ambon pada 25-27 Juli 2017," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku, Femmy Sahetapy, dikonfirmasi, Senin (31/7). 76 calon praja itu sebelumnya telah lulus tes kesehatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Tingkat II Prof. Dr. J. A Latumeten Ambon pada 11-12 Juli 2017.
Ambon, Malukupost.com - Hasil tes psikologi, integritas dan kejujuran calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Maluku dijadwalkan diumumkan pada 4 Agustus 2017.

"Sebanyak 76 calon praja IPDN telah menjalani tes psikologi, integritas dan kejujuran di Ambon pada 25-27 Juli 2017," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku, Femmy Sahetapy, dikonfirmasi, Senin (31/7).

76 calon praja itu sebelumnya telah lulus tes kesehatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Tingkat II Prof. Dr. J. A Latumeten Ambon pada 11-12 Juli 2017.

Hanya saja, enam dari 114 calon praja IPDN tersebut tidak hadir mengikuti tes kesehatan.

Dia mengemukakan, jumlah calon yang lulus mencapai dua kali lipat dari kuota yang diberikan untuk Maluku pada 2017 sebanyak 38 orang.

Tes kesehatan tingkat daerah diikuti 108 calon praja dari 11 kabupaten/kota di Maluku, kecuali kabupaten Kepulauan Aru.

Ambon, Malukupost.com - Hasil tes psikologi, integritas dan kejujuran calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Maluku dijadwalkan diumumkan pada 4 Agustus 2017. "Sebanyak 76 calon praja IPDN telah menjalani tes psikologi, integritas dan kejujuran di Ambon pada 25-27 Juli 2017," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku, Femmy Sahetapy, dikonfirmasi, Senin (31/7). 76 calon praja itu sebelumnya telah lulus tes kesehatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Tingkat II Prof. Dr. J. A Latumeten Ambon pada 11-12 Juli 2017.
Para calon praja IPDN itu berasal dari kota Ambon 69 orang, Maluku Tengah (16), Kota Tual (lima), Maluku Tenggara (satu) serta Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Seram Bagian Timur (SBT) masing-masing enam orang, Maluku Barat Daya (MBD) dan Seram Bagian Barat (SBB) masing-masing dua orang, Buru (empat orang) dan Buru Selatan tiga orang.

"Calon praja yang lolos tes psikologi, integritas dan kejujuran akan diberangkatkan ke kampus IPDN di Jatinangor pada 9 Agustus 2017 untuk mengikuti pantukhir yang meliputi serangkaian tes oleh tim IPDN," ujar Femmy.

Tes pantukhir yang akan dilakukan di kampus Jatinangor meliputi verifikasi faktual dokumen administrasi yang diumumkan pada 14 Agustus 2017, tes ulang kesehatan pada 15 Agustus 2017 serta tes kesamaptaan (16-22 Agustus) dan wawancara (22 Agustus).

"Seluruh hasil tes di kampus IPDN akan diumumkan pada 27 Agustus 2017 dan calon yang lolos langsung mengikuti pendidikan," kata Femmy.

Dia berharap calon praja dari Maluku yang lolos tahapan tes akhir yang dilakukan di kampus IPDN dapat memenuhi harapan pemerintah daerah terutama memenuhi kuota yang telah ditetapkan yakni 38 orang, sehingga tidak diambil peserta dari daerah lain.

"Kami berharap seluruh kuota untuk Maluku dapat terisi oleh peserta dari daera ini. Tidak seperti pada 2016, di mana dari kuota 20 orang hanya 18 dengan satu diantaranya telah dipulangkan," tandas Femmy. (MP-2)

Harga Sayuran Lokal Di Ambon Naik

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Harga berbagai jenis sayuran produksi petani lokal di Pulau Ambon di pasar tradisional Kota Ambon mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan di pasar Mardika, Gotong Royong, Batumerah, Senin (31/7), para pedagang menawarkan sayur sawi dan bayam merah maupun bayam putih rata-rata Rp7.000/ikat kecil atau naik dari sebelumnya Rp5.000. Kacang panjang yang biasanya Rp6.000 hingga Rp7.000 per ikat naik menjadi Rp9.000/ikat.
Ambon, Malukupost.com - Harga berbagai jenis sayuran produksi petani lokal di Pulau Ambon di pasar tradisional Kota Ambon mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan di pasar Mardika, Gotong Royong, Batumerah, Senin (31/7), para pedagang menawarkan sayur sawi dan bayam merah maupun bayam putih rata-rata Rp7.000/ikat kecil atau naik dari sebelumnya Rp5.000.

Kacang panjang yang biasanya Rp6.000 hingga Rp7.000 per ikat naik menjadi Rp9.000/ikat.

Sementara harga kangkung dan daun singkong bertahan Rp5.000/ikat.

Welly, pedagang sayur sawi, mengatakan jenis sayuran ini pasokannya mulai berkurang dari petani di Desa Waiheru, sebab banyak yang rusak akibat musim hujan.

"Kalau hujan terus begini pasti daun-daun sayur akan rusak, apalagi kalau sayur bayam cepat rusak," ujarnya.

Lain hal dengan sayuran tanah kering yang selama ini dipasok dari luar daerah yakni kentang, wortel, kol, dan juga boncis.

Harga kol masih tetap dipatok Rp15.000/kg, kentang 18.000/kg, boncis Rp25.000/kg, eceran Rp10.000/tumpuk , dan Rp5.000/tumpuk, sedangkan wortel di patok harga Rp35.000/kg, eceran Rp10.000/tiga buah kecil.

Untuk jenis sayur buah seperti tomat Rp20.000/Kg, ketimun Rp10.000/tiga buah, pari Rp10.000/tiga buah, terong Rp6.000/ikat (lima buah) dan jagung manis Rp10.000/empat buah.

Ibu rumah tangga yang bermukim di Batu meja ditemui saat membeli sayur sawi mengatakan, sayur sawi ini setiap hari hampir terjadi perubahan harga, kalau hari ini Rp7.000, nanti besok lain lagi, kalau kemarin Rp6.000/ikat, memang tidak normal karena jenis tanaman sayur yang satu ini memang tidak bisa kena hujan terlalu banyak, daunnya akan rusak.

"Seperti yang terlihat di pasar ini ada yang kurang bagus, karena memang belum masa panen lagi sudah rusak," ujarnya.

Khusus harga bawang yang terlihat kurang bagus, lanjutnya, sebab selalu saja terjadi perubahan harga, dimana saat ini harga bawang merah Rp54.000/kg dan bawang putih Rp36.000 hingga Rp38.000/kg. (MP-6)

Sampaikan Pada Kerabat Anda ! Jangan Panik Jika Ada yang Terserang Asma Mendadak, Langsung Lakukan Pertolongan Pertama Ini!

Buletinnusa Asma merupakan penyakit yang dapat menyerang secara mendadak. Biasanya penyakit sesak nafas ini akan menyerang pada waktu hawa dingin. Banyak yang menyepelekan penyakit ini padahal jika tidak diakukan dengan cepat penyakit ini bisa menjadi kronis bahkan bisa mengakibatkan kematian.


Sesak nafas ini dapat penyakit yang terkait erat dengan pernafasan. Penyakit ini dikarenakan oleh penyempitan saluran pernafasan atau ada perad4ngan.

Pertolongan Pertama pada Pasien Sesak Napas

Ketika pasien sesak napas alami serangan sesak napas memerlukan pertolongan, di bawah ini tips pertolongan pertama pada sesak napas.
  • 1. Waktu anda berjumpa orang yang terserang sesak napas bawalah orang itu ke tempat yang tenang serta dia bisa beristirahat.
  • 2. Bantulah si pasien agar bisa 1/2 duduk serta sandarkan pundaknya dengan bantal atau apa pun. upayakan si pasien jangan dalam kondisi tidur lantaran bakal jadi parah kondisinya
  • 3. Air hangat bakal menolong kondisi pasien jadi tambah baik. Lantaran air hangat bisa menolong menghangatkan dada serta menolong pernafasan
  • 4. Pijit pelan-pelan di jempol kaki pasien.
  • 5. Jika anda sudah tahu beberapa langkah yang bisa dikerjakan ketika rekan atau saudara anda terserang sesak napas jadi anda harus juga dapat lebih tenang dalam menghadapi teman atau siapapun yang anda temui.
  • 6. Semua telah anda kerjakan namun si pasien tidak ada perkembangan selekasnya bawa pasien ke dokter.


Demikianlah tips atau cara pertolongan pertama untuk mengatasi masalah asama yang menyerang secara tiba-tiba.

semoga artikel ini bermanfaat bagi anda...