Senin, 02 Juli 2018

Baru DPRD Pertanyakan Kepastian Pelaksanaan Pengisian Perangkat Desa

Buletinnusa -
Juru bicara gabungan fraksi DPRD Blora, Joko Supratno mempertanyakan kepastian pelaksanaan pengisian Perades di hadapan Bupati Djoko Nugroho dalam Rapat Paripurna DPRD, Jumat (29/6/2018). (foto: dok-ib)
BLORA. Penundaan proses pengisian perangkat desa (perades) di Kabupaten Blora menjadi sorotan kalangan dewan yang duduk di DPRD Kabupaten Blora. Dalam Sidang Paripurna DPRD dengan agenda pemandangan umum gabungan fraksi, Jumat (29/6/2018), juru bicara DPRD, Joko Supratno menanyakan kepada Bupati Djoko Nugroho tentang kapan kepastian pengisian perades akan dilakukan.

“Setelah ditunda dan dihentikan tahapannya sejak akhir Januari lalu, hingga kini setelah Pilgub Jawa Tengah, belum ada kejelasan kapan tahapan pengisian perades ini dilanjutkan. Kami minta Bupati bisa segera memastikannya karena masyarakat sudah banyak yang menunggu,” ucapnya, di depan Bupati dan seluruh jajaran eksekutif yang hadir dalam sidang paripurna tersebut.

Menanggapi hal itu, dalam sidang paripurna lanjutan dengan agenda jawaban Bupati atas pemandangan umum gabungan fraksi, sore harinya. Bupati Blora, Djoko Nugroho langsung memberikan keterangan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan penyempurnaan payung hukum pelaksanaan pengisian perades.

“Sehubungan dengan pengisian perangkat desa, saat ini kami masih melakukan proses penyempurnaan Peraturan Bupati dan Peraturan Daerah yang mengatur tentang perangkat desa untuk disesuaikan dengan Permendagri No. 67 Tahun 2017 tentang perubahan atas Permendagri No, 83 Tahun 2015 yang mengatur Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa,” ucap Bupati Djoko Nugroho.

Selanjutnya, pihaknya akan mengupayakan setelah Perda dan Perbup tersebut disahkan, maka ujian perangkat desa segera dilaksanakan.


Diketahui bersama, sebelumnya ujian pengisian perades di Kabupaten Blora direncanakan pada 15 April 2018. Namun karena beberapa alasan, Bupati dan Kepala Desa sepakat untuk menundanya. Salah satunya memang karena ada penyempurnaan Perbup dan menghindari benturan dengan tahapan Pilgub Jateng 2018. (res-infoblora)

Panitia Persiapan Kemerdekaan Memperingati HUT Proklamasi Negara West Papua yang Ke-47

Buletinnusa
Panitia Persiapan Kemerdekaan Memperingati HUT Proklamasi Negara West Papua yang Ke-47
Foto bersama beberapa anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua (PPK-NRWP) usai lakukan diskusi terbuka di Sekretariat pusat Panitia, West Papua (1/07/2018). Doc. Panitia.
Jayapura, Tabloid WANI -- Setiap tanggal 1 Juli, bangsa Papua memperiganti sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik West Papua. Bentuk-bentuk peringatannya pun berbeda satu dengan yang lain. Misalnya di tingkatan para militer West Papua, diadakan upacara bendera, sedangkan di sipil ada bentuk turun jalan dan lain-lain.

Proklamasi Papua yang di bacakan oleh Brigend Zeth Y. Rumkorem ini telah menjadi suatu dasar perjuangan bagi bangsa Papua, yang akan terus diperjuangkan hingga tercapainya kemerdekaan yang diperjuangkan.

Mengingat momen penting ini, Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua (PPK-NRWP) pun telah melakukan kegiatan diskusi terbuka.

Seperti yang dimuat melalui akun halaman Facebook resminya @Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua pada hari Minggu (1/07/2018), pukul 21:58.

Dalam tulisan yang dimuat, menurut Panitia Persiapan Kemerdekaan ini bahwa, tanggal 1 Juli merupakan tanggal bersejarah bagi bangsa Papua, yang mana pada tanggal 1 Juli 1971, mewakili rakyat West Papua dan pemerintah, Brigjend. Seth Jafet Rumkorem didampingi oleh Jakob Prai telah memproklamasikan Negara Republik West Papua tepatnya di Victoria, Waris Raya, Port Numbay. ...(Simak sejarahnya disini: Sejarah Perjuangan Papua Merdeka)

"Proklamasi kemerdekaan tersebut telah memasuki usia yang ke-47 tahun, dengan demikian, kami Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua [PPK-NRWP] memperingatinya dengan melakukan diskusi terbuka tentang seputar perjuangan Papua Merdeka dan sejarah Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik West Papua, yang sudah terjadi itu" kata Panitia ini dalam postingannya.

(Lihat ini: Panitia Persiapan Kemerdekaan West Papua Telah Dideklarasikan)

PPK-NRWP mengatakan, perjuangan kemerdekaan West Papua ini telah memakan ribuan korban dan waktu yang cukup lama, yakni setengah abat lebih. Setiap peristiwa yang telah orang tua kami lalui, kini kami generasi mengenangnya sebagai sejarah yang tak terpisahkan.

"Setiap sejarah itu telah berlalu, dan pada kenyataannya, upaya perjuangan West Papua untuk sebuah keselamatan itu, telah dikorbankan dan terus dikorbankan atas konspirasi bangsa yang tak bertanggng jawab atas nasib ini" papar Panitia Persiapan Kemerdekaan.

Bagi Panitia Persiapan Kemerdekaan, melalui diskusi pada momen ini menegaskan, PPK-NRWP akan bergerak maju mendukung ULMWP, menuju tercapainya Kemerdekaan bagi West Papua.

"Kami sebagai badan Panitia Persiapan Kemerdekaan akan bergerak maju, mendukung pencapaian perjuangan Kemerdekaan West Papua yang kini sudah capai melalui ULMWP, demi terwujudnya Negara Republik West Papua sebagai sebuah strategi jaminan menuju Kehidupan dan Kedamaian yang abadi bagi bangsa Papua" tegas Panitia.

(Baca ini: Deklarasi Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua - PPK-NRWP)


Posted by: Admin
Copyright ©Media PPK-NRWP "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Dengan Alasan dan Kepentingan Apapun Manusia tidak Boleh di Dibunuh

Buletinnusa
Dengan Alasan dan Kepentingan Apapun Manusia tidak Boleh di Dibunuh
Foto: Kiri ke kanan (Pdt. Dorman Wandikbo, Pdt. Benny Giyai dan Pdt. Sofyan Yoman. Mereka adalah tiga pimpinan Gereja di Papua.
Jayapura -- Ada sebuah pertanyaan yang melintasi dibenak saya ketika saya melihat ke tiga pemimpin ini berdiri kokoh bersama rakyat West Papua. Mengapa ketiga pemimpin yang dipilih Tuhan melalui umat Baptis, Gidi, dan Kingmi Papua ini tanpa kesal dan mengeluh menyuarakan penderitaan, tetesan darah, dan cucuran air mata yang terus-menerus berlanjut dari tahun 1960-an hingga kini walaupun hidup dan nyawa mereka terancam?.

Apa yang mendorong mereka tidak berpindah haluan atau ke karir dan bidang lain, seperti para politikus, birokrat, ataupun pebisnis lainnya, pada hal mereka punya potensi dan kesempatan sangat terbuka? Tidak ada alasan yang saya temukan dalam beberapa buku yang pernah di tulis oleh tiga pemimpin ini, KECUALI manusia, manusia adalah alasan utama mereka.

Dengan alasan dan kepentingan apapun manusia tidak boleh di bunuh, dan dibantai karena manusia adalah rupa dan gambar Allah yang harus dilindungi, dihargai dan dihormati. Mereka sangat menjunjung tinggi kasih, keadilan, perdamaian, dan Hak Asasi Manusia.

(Baca ini: 95% Rakyat West Papua Mau Merdeka)

Senyuman manis dan wajah yang penuh ceria ini pertanda dan memberi arti tersendiri. Mereka percaya dan berkeyakinan bahwa suatu saat rakyat dan bangsa West Papua akan akan bebas dan merdeka.

Hari ini mereka berbicara supaya kehidupan dan masa depan generasi dan anak cucu West Papua tidak diatur dan dikhianati oleh para pendatang yang datang mencari makan dan rasa aman di atas tanah West Papua ini.

Mereka punya harapan bahwa kehidupan dan masa depan harus ditentukan oleh generasi dan rakyat West Papua sendiri. Karena mereka sangat mengerti dan paham betul bahwa negara yang pernah dibangun di atas landasan kekerasan militer, penipuan, dan pembohongan tidak pernah bertahan lama. Suatu saat akan hancur dan bubar, negara seperti ini akan mengalami kehilangan sebagian wilayahnya. NKRI salah satunya.

(Baca juga: Socratez Yoman: West Papua, Mabuk KKR dan Mabuk Pasang Lilin)


Copyright ©Majalah Weko "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Tito Karnavian: Jika Bandel Berhadapan Dengan TNI/Polri

Buletinnusa
Tito Karnavian: Jika Bandel Berhadapan Dengan TNI/Polri
Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di Lanud, Minggu (1/7).
Jayapura -- Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D menyebutkan dalam mengatasi gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kian marak di Papua, sistem penanganannya melalui mekanisme penegakan hukum.

Dikatakan, persoalan utama di Papua terutama di daerah pegunungan adalah masalah ekonomi. Sehingga itu, dirinya meminta masyarakat untuk mendukung proses pembangunan di tanah papua.

“ Mari kita dukung pembangunan di tanah Papua dengan tidak menggunakan kekuatan senjata, namun jika ada yang bandel menggunakan senjata maka berhadapana dengan TNI/Polri,” ucap Tito Karnavian yang didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Lanud, Minggu (1/7).

“ Kita tidak segan-segan melakukan tindakan tegas, karena hukum di Indonesia sudah mengatur itu, bahkan di negara manapaun tidak mengijinkan untuk menembak bahkan membunuh orang lain,” sambung Tito dengan nada tegas.

Baca terkait berikut ini:
  1. UU Antiterorisme RI Berpotensi Bidik Kelompok Bersenjata Papua
  2. Undang-undang Baru Tentang Teroriseme Ini Mungkin akan Melibatkan Pergerakan di Papua
Terkait dengan pengamanan di Kabupaten Nduga sendiri, dirinya mengaku ada penambahan pasukan melalui laut dari Timika.

Dirinya meminta dukungan masyarakat Papua terutama tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat untuk menciptakan Pilkada damai di tanah papua untuk pemilihan Gubernura dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

“Tidak boleh ada gangguan keamanan, jika ada gangguan keamanan maka kita akan lakukan upaya hukum secara tegas,” tegas Tito.

(Simak juga: DPR setujui RUU Terorisme menjadi UU)

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian bersama-sama dengan Panglima TNI, Marshekal Hadi Tjahjanto tiba di Jayapura kemarin, kedatangan Kapolri dan panglima TNI ini sekaligus untuk mengecek langsung pemilukada gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua dan pilkada bupati dan wakil bupati yang ada di Provinsi Papua.

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, menjelaskan bahwa dirinya bersama Panglima TNI telah melaksanakan rapat dengan pemerintah daerah dan unsur keamanan di Papua, terkait pengamanan Pilkada di Papua.

Menurut Tito, untuk pilkada serentak di Papua sendiri ada dua kabupaten yang Pilkadanya sempat ditunda, yaitu di Paniai dan di Nduga.

” Khusus untuk Nduga kita memang ada penambahan pasukan dari Timika dan sekarang kota Kenyam Nduga sudah aman dan dari laporan bahwa pemilihannya sudah dilakukan 100% dan sudah selesai dilaksanakan,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers bersama Panglima TNI di Base OPS Lanud Jayapura, Minggu (1/7).

Untuk Pilkada bupati dan wakil bupati di Kabupaten Paniai sendiri, kata Tito sampai saat ini masih ada perbedaan pendapat antara KPU dan Panwaslu Kabupaten Paniai. Hal ini sekarang menjadi atensi dari KPU dan Panwaslu Provinsi Papua.

“Apapun tentunya kita serahkan mekanisme penyelesaiannya kepada KPU dan Panwaslu. Sedangkan Polri dan TNI lebih banyak kompetensinya mengenai pengamanan,” kata jenderal bintang empat ini.

(Lihat ini: Kepala Distrik Tewas Ditembak, 2 Anggota Polisi Hilang Di Puncak Jaya)

Dia menyatakan pihaknya akan menyampaikan kepada KPU dan Bawaslu RI untuk memberikan perhatian khusus supaya ada keputusan menganai pilkada Paniai, terkait apakah diikuti oleh dua calon atau satu calon di Kabupaten Paniai.

“Kalau keputusan sudah diambil, maka Polri dan TNI, di mana bapak panglima dan saya sudah sepakat bahwa apapun keputusan nanti merupakan keputusan dari negara dan kami akan amankan,” ujar mantan Kapolda Papua ini.

“Berapapun juga kekuatan kita akan amankan. Jadi tidak boleh ada gangguan keamanan. Kalau ada gangguan keamanan, maka kita akan lakukan upaya hukum secara tegas,” pungkasnya.


Copyright ©Cepos "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Hari Ini Panglima TNI dan Kapolri Tiba Jayapura

Buletinnusa
Irjen Pol Boy Rafli Amar.
Jayapura -- Antisipasi 1 Juli yang dikenal sebagai harinya Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM) tak ada yang berlebihan untuk Kepolisian Daerah (Polda) Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, hingga saat ini semua personil yang ada di kabupaten masih dalam pengamanan. Sehingga rangkaian kesiagaan tetap berjalan seperti biasa. “Anggota terus siaga dalam rangka mantap praja hingga tahap penghintungan ditingkat Kabupaten sampai dengan tanggal 4 Juli,” terangnya.

Dikatakan, anggota yang masih berada di daerah selain mengamankan Pilkada hingga pada 4 Juli juga mengantisipasi berkaitan dengan hal-hal lainnya. “Namun akan dipertajam dari intelijen kami terkait dengan 1 Juli nantinya,” terangnya.

Sementara itu, Rafli Amar juga menyebutkan bahwa hari ini (29/6) Kapolri dan Panglima TNI akan datang ke Papua bertempat di Makodam XVII/Cenderawasih untuk memberikan arahan kepada anggota TNI/Polri yang ada di Jayapura. “Kami akan menyambut kedatangan Kapolri dan Panglima TNI tentunya,” tandasnya.


Copyright ©Capos "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Sabtu, 30 Juni 2018

Gedung Pasar Ikan Higienis Tantui Tidak Terawat

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Kondisi bangunan pasar ikan higienis yang dibangun pemerintah di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon) sejak tahun 2013 silam menggunakan Dana Alokasi Khusus saat ini sudah tidak terawat dan terbengkalai. "Bangunannya memang terlihat megah tetapi sudah tidak terawat dan ditumbuhi rumput liar serta terjadi kerusakan pada beberapa bagian plafon," kata anggota Komisi B DPRD Maluku, Julius Pattipeiluhu di Ambon, Sabtu (30/6).
Ambon, Malukupost.com - Kondisi bangunan pasar ikan higienis yang dibangun pemerintah di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon) sejak tahun 2013 silam menggunakan Dana Alokasi Khusus saat ini sudah tidak terawat dan terbengkalai.

"Bangunannya memang terlihat megah tetapi sudah tidak terawat dan ditumbuhi rumput liar serta terjadi kerusakan pada beberapa bagian plafon," kata anggota Komisi B DPRD Maluku, Julius  Pattipeiluhu di Ambon, Sabtu (30/6).

Pada halaman bagian dalam pasar ikan tersebut terlihat dua unit mesin genset berukuran besar yang diparkir begitu saja, namun tidak diketahui pasti apakah masih bisa difungsikan atau tidak.

Menurutnya, bila pasar ikan higienis ini difungsikan dengan baik tentunya sangat membantu masyarakat nelayan maupun menambah pendapatan bagi kas daerah.

"Sayangnya pembangunan pasar ikan ini tidak disertai perencanaan dan studi kelayakan yang baik sehingga tidak ada kegatan apa pun di sana," ujarnya.

Padahal pasar higienis ini dibangun pemerintah menggunakan dana perbantuan tahun 2013, sedangkan reklamasi pantai digunakan anggaran Pemprov Maluku dan dilengkapi ruang pendingin dan tujuannya adalah mengambil serta menampung hasil olahan perikanan agar bisa bertahan lebih lama.

Bangunannya dibiayai pemerintah tetapi pengelolaannya ada pada daerah untuk mencari peluang dan mengefektifkan aset tersebut dan sekarang ini pengalihan status pengolahan pasar ikan higienis sudah dilakukan dari Pemkot Ambon kepada Pemprov Maluku.

Pasar ini juga dibangun guna menciptakan sarana pasar yang higienis guna menjaga mutu produk serta menjadi tempat transaksi yang lebih representativ karena dilengkapi dengan ruang bongkar muat, ruang sortasi, ruang display dan transaksi, gedung pengelola, restoran, dan laboratorium.

Rencana pemerintah daerah adalah menyerahkan pengelolaan kepada pihak ketiga dengan sistem bagi hasil sesuai MoU masing-masing 25 persen untuk Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku, sementara pihak pengelola mendapat jatah 50 persen. (MP-5)

Harga Telur Di Ambon Turun

Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Agen telur ayam ras di Ambon, Inang, mengisyaratkan harga telur yang ditawarkan para pedagang di pasar tradisional dalam waktu dekat akan menurun karena di pasar Surabaya sebagai sentra produksi sekaligus daerah pemasok saat ini menurun. "Harga telur saat ini mengalami penurunan dari yang biasanya Rp300.000/ikat (180 butir) menjadi Rp280.000/ ikat," kata Inang, di Ambon, Sabtu (30/6).
Ambon, Malukupost.com - Agen telur ayam ras di Ambon, Inang, mengisyaratkan harga telur yang ditawarkan para pedagang di pasar tradisional dalam waktu dekat akan menurun karena di pasar Surabaya sebagai sentra produksi sekaligus daerah pemasok saat ini menurun.

"Harga telur saat ini mengalami penurunan dari yang biasanya Rp300.000/ikat (180 butir) menjadi Rp280.000/ ikat," kata Inang, di Ambon, Sabtu (30/6).

Sedangkan, di pasar Mardika dan Batu merah maupun Gotong Royong para pedagang menawarkan harga bervariasi Rp1.800 hingga Rp1.900/butir tergantung ukurannya.

Bahkan, informasi dari Surabaya menyampaikan harga telur bakal turun menjadi Rp270.000/ikat.

"Mudah-mudahan dalam kurung waktu satu dua hari ini sudah ada pengiriman dari Surabaya sehingga pada 2 Juli 2018 sudah bisa terjadi perubahan harga telur di pasar," ujarnya.

Dia menjelaskan, kalau harga telur di tingkat agen Rp270.000/ikat, maka para pedagang eceran di pasar tradisional Kota Ambon sudah bisa menjual dengan harga Rp1.700/butir.

Inang mengakui walaupun nanti terjadi penurunan harga telur dalam waktu dekat, tetapi para pedagang di pasar menjual dengan harga bervariasi, tergantung ukurannya.

Harga telur di pasar Mardika dan Batu merah sekarang ini masih bervariasi yakni Rp1.800 hingga Rp1.900/butir.

Sedangkan harga telur ayam kampung yang dijual para pedagang juga bervariasi Rp2.500 hingga Rp3.000/butir.

Harga kebutuhan lain seperti daging ayam beku yang selama ini di pasok dari Surabaya Rp38.000/Kg, daging sapi segar Rp100.000/Kg, daging ayam broiler produksi petani lokal Rp40.000 hingga Rp55.000/ekor.

Sedangkan harga daging ayam kampung yang pejantan juga bervariasi Rp80.000 hingga Rp90.000/ekor tergantung ukuran. Jenis betina juga bervariasi Rp50.000 hingga Rp55.000/ekor.

Harga ikan cakalang segar di pasar ikan Arumbai kawasan pasar Mardika masih tetap mahal yakni berkisar antara Rp35.000 hingga Rp60.000/ekor tergantung ukuran, ikan karang seperti bobara, garopa, kerapu Rp40.000 hingga Rp50.000/ekor, ikan sembung jenis kawalinya dan momar Rp20.000/tumpuk (lima hingga delapan ekor). (MP-4)