Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku mencatat selama Agustus 2019 provinsi itu melakukan ekspor dengan nilai mencapai 0,86 juta dolar Amerika Serikat atau terjadi peningkatan sekitar 34,14 persen dibanding ekspor Juli 2019.
"Secara kumulatif nilai ekspor Maluku Januari sampai dengan Agustus 2019 sebesar 8,34 juta dolar Amerika Serikat atau mengalami penurunan sebesar 71,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Dumangar Hutauruk di Ambon, Rabu (2/10).
Ekspor Maluku pada Agustus 2019, lanjutnya, masih berasal dari sektor non migas.
Sedangkan negara tujuan ekspor Maluku selama Agustus 2019 yakni Amerika Serikat, Vietnam, Jepang, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Hong Kong, ekspor terbesar menuju Amerika Serikat senilai 0,41 juta dolar Amerika Serikat.
Dumangar mengatakan, total nilai ekspor komoditas asal Maluku yang diekspor dari pelabuhan luar Maluku pada Agustus 2019 mencapai 0,30 juta dolar Amerika Serikat atau menurun 87,03 persen dibanding Juli 2019.
Secara kumulatif nilai ekspor komoditi asal Maluku yang diekspor dari pelabuhan luar Maluku pada Januari sampai dengan Agusts mencapai 10,40 juta dolar Amerika Serikat atau menurun 45,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2018.
Dumangar mengatakan, ekspor Maluku Januari-Agustus 2019 seluruhnya berasal dari kelompok ikan dan udang udang, yakni ikan kerapu,ikan tuna sirip kuning, dan kepiting.
"Ekspor Maluku selama Agustus 2019 tersebar melalui beberapa pelabuhan yakni pelabuhan Yos Soedarso dan Bandar udara Pattimura di Kota Ambon, dan pelabuhan Tual, pada bulan Agustus tidak ada kegiatan ekspor dari pelabuhan Dobo Bula dan Lirang.
Dumangar menambahkan, volume ekspor Maluku pada bulan Agustus 2019 sebesar 0,14 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 43,18 persen bila dibandingkan volume ekspor Juli 2019 untuk komoditi ikan dan udang. Selama periode Januari-Agustus 2019 volume ekspor Maluku mencapai 0,98 ribu ton atau menurun 98,17 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. (MP-2)
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Sejumlah OPD Malra Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019
Buletinnusa
Langgur, Malukupost.com - Hari ini tanggal 1 Oktober 2019 bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
Peringatan hari Kesaktian Pancasila tersebut dilaksanakan upacara resmi dari tingkat pusat sampai ke daerah-daerah.
Tidak terkecuali di Maluku Tenggara (Malra), upacara tersebut dilaksanakan di seluruh kantor instansi dalam lingkup Pemerintah Kabupaten setempat, Selasa (1/10).
Pantauan Malukupost.com, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pertanian turut melaksanakan upacara.
Upacara tersebut dipusatkan di halaman kantor DP3A tersebut dengan pembina upacara yakni kepala Dinas Ketahanan Pangan, Z. Arifin Rahayaan.
Selain itu, hadir pula dalam upacara tersebut yakni Kepala DP3A, Petronela Savsavubun dan Kepala Dinas Pertanian, Felix B. Tethool.
Upacara yang diikuti pula oleh seluruh pegawai dari ketiga OPD tersebut berlangsung penuh khidmat.
Selain ketiga OPD tersebut, informasi yang berhasil dihimpun media ini, upacara yang sama juga dilaksanakan di halaman kantor Dinas Koperasi dan UKM Malra.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Arsda Jabkenyanan tampil sebagai Pembina Upacara. Hadir pula dalam upacara tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, M. Raisole Uar.
Upacara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dari Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Untuk diketahui, Peringatan hari kesaktian Pancasila pada 1 Oktober tahun ini mengambil tema, "Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia". (MP-15)
Peringatan hari Kesaktian Pancasila tersebut dilaksanakan upacara resmi dari tingkat pusat sampai ke daerah-daerah.
Tidak terkecuali di Maluku Tenggara (Malra), upacara tersebut dilaksanakan di seluruh kantor instansi dalam lingkup Pemerintah Kabupaten setempat, Selasa (1/10).
Pantauan Malukupost.com, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pertanian turut melaksanakan upacara.
Upacara tersebut dipusatkan di halaman kantor DP3A tersebut dengan pembina upacara yakni kepala Dinas Ketahanan Pangan, Z. Arifin Rahayaan.
Selain itu, hadir pula dalam upacara tersebut yakni Kepala DP3A, Petronela Savsavubun dan Kepala Dinas Pertanian, Felix B. Tethool.
Upacara yang diikuti pula oleh seluruh pegawai dari ketiga OPD tersebut berlangsung penuh khidmat.
Selain ketiga OPD tersebut, informasi yang berhasil dihimpun media ini, upacara yang sama juga dilaksanakan di halaman kantor Dinas Koperasi dan UKM Malra.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Arsda Jabkenyanan tampil sebagai Pembina Upacara. Hadir pula dalam upacara tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, M. Raisole Uar.
Upacara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dari Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Untuk diketahui, Peringatan hari kesaktian Pancasila pada 1 Oktober tahun ini mengambil tema, "Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia". (MP-15)
Aksi 'Jalan Kasih dan Sehari Berkorban' Bantu Korban Gempa Maluku
Buletinnusa
Langgur, Malukupost.com - Sekitar 500 pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Klasis GPM Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual, AMGPM Kei Kecil dan Kota Tual, DPC GAMKI Maluku Tenggara dan Kota Tual, GMKI Tual, Trash Hero dan KNPI menggelar aksi kemanusiaan pada Sabtu (28/9).
Aksi yang bertajuk “Jalan Kasih & Sehari Berkorban” tersebut dilakukan dalam rangka penggalangan bantuan bagi para korban gempa di Maluku.
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan dengan long march (jalan kaki) dengan titik start pada halaman Kantor Klasis di Kota Tual dan berakhir di halaman Gereja Anugerah Langgur, Malra.
Dalam melakukan aksi kemanusiaan tersebut, para peserta juga memungut sampah-sampah di sepanjang ruas jalan yang dilalui sebagai wujud kecintaan kepada alam dan lingkungan.
Untuk diketahui dari kegiatan tersebut, peserta aksi kemanusiaan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp10.645.000 (sepuluh juta enam ratus empat puluh lima ribu rupiah).
“Kami prihatin dengan musibah yang menimpa saudara-saudara kami di Ambon, Lease, Seram dan sekitarnya. Aksi ini adalah kami ingin berbagi kasih dengan para korban,” ujar Luter T Rahajaan, Ketua DPC GAMKI Malra di Langgur, Selasa (1/9).
Rahajaan yang juga sebagai Koordinator Aksi tersebut mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai wujud orang Maluku yang terkenal dengan semboyan potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa.
“Dalam aksi ini kami berjalan sambil mengumpulkan bantuan dari sesama yang tentunya bantuan itu murni lahir dari hati dan rasa kemanusiaan,” tandasnya.
Dijelaskan Rahajaan, dana yang terkumpul tersebut diserahkan kepada Ketua Klasis GPM Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual. selanjutnya diteruskan kepada pihak Sinode GPM untuk diberikan kepada para korban yang ditimpa gempa Maluku.
“Dana yang kami kumpulkan itu seluruhnya kami donasikan kepada para korban karena mereka sangat membutuhkannya. Kami ingin menyatakan kepada dunia bahwa kasih mampu menembus semua perbedaan,” tegasnya. (MP-15)
Aksi yang bertajuk “Jalan Kasih & Sehari Berkorban” tersebut dilakukan dalam rangka penggalangan bantuan bagi para korban gempa di Maluku.
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan dengan long march (jalan kaki) dengan titik start pada halaman Kantor Klasis di Kota Tual dan berakhir di halaman Gereja Anugerah Langgur, Malra.
Dalam melakukan aksi kemanusiaan tersebut, para peserta juga memungut sampah-sampah di sepanjang ruas jalan yang dilalui sebagai wujud kecintaan kepada alam dan lingkungan.
Untuk diketahui dari kegiatan tersebut, peserta aksi kemanusiaan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp10.645.000 (sepuluh juta enam ratus empat puluh lima ribu rupiah).
“Kami prihatin dengan musibah yang menimpa saudara-saudara kami di Ambon, Lease, Seram dan sekitarnya. Aksi ini adalah kami ingin berbagi kasih dengan para korban,” ujar Luter T Rahajaan, Ketua DPC GAMKI Malra di Langgur, Selasa (1/9).
Rahajaan yang juga sebagai Koordinator Aksi tersebut mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai wujud orang Maluku yang terkenal dengan semboyan potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa.
“Dalam aksi ini kami berjalan sambil mengumpulkan bantuan dari sesama yang tentunya bantuan itu murni lahir dari hati dan rasa kemanusiaan,” tandasnya.
Dijelaskan Rahajaan, dana yang terkumpul tersebut diserahkan kepada Ketua Klasis GPM Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual. selanjutnya diteruskan kepada pihak Sinode GPM untuk diberikan kepada para korban yang ditimpa gempa Maluku.
“Dana yang kami kumpulkan itu seluruhnya kami donasikan kepada para korban karena mereka sangat membutuhkannya. Kami ingin menyatakan kepada dunia bahwa kasih mampu menembus semua perbedaan,” tegasnya. (MP-15)
Polisi Pastikan Pelaku Pembakaran di Wamena Bukan Penduduk Asli
Buletinnusa
No. 1 PAPUA Merdeka News | Portal
Jakarta, - Polisi menyebutkan pelaku pembakaran saat kerusuhan di Wamena, Papua bukan penduduk asli. Penduduk Lembah Baliem, penduduk asli Wamena, justru banyak membantu memberi perlindungan kepada para pendatang dengan mengamankan di rumah warga maupun gereja.
"Pelaku mencari korban tidak ditujukan ke etnis tertentu, tapi membabi buta," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (29/9/2019).
Dia mengatakan, saat ini TNI-Polri telah melakukan evakuasi warga pendatang menggunakan berbagai moda transportasi termasuk pesawat Hercules ke beberapa kota di Papua, antara lain ke Jayapura. "TNI-Polri menjamin keamanan di Wamena, tidak benar jika saat ini kondisi di Wamena tidak terkendali," ujar Iqbal.
Demi menjaga situasi dan kondisi Wamena agar tetap kondusif, TNI-Polri telah berdialog tokoh adat, agama dan masyarakat sekitar. "Forkompimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala suku dan tokoh terkait lainnya sudah beberapa kali melakukan dialog dengan tujuan untuk menjaga wamena dan sekitanya terus aman," tutur Iqbal.
Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena), dia menambahkan, juga meminta para pendatang untuk tidak mengungsi. "Masyarakat asli Wamena sangat mencintai masyarakat Papua pendatang dan yakin para perusuh adalah kelompok di luar Wamena," kata Iqbal.
Adapun jumlah pengungsi pascakerusuhan di Wamena yang tiba di Jayapura 3.213 orang. Saat ini masih tinggal di pengungsian berjumlah 543 orang. Mereka tersebar di Lanud Silas Papare sebanyak 101 orang, Rindam (104), YON 751 (172), Paguyuban Minang (106), Mushola Attaqwa (66).
Copyright ©iNews.id "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
![]() |
| Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal. (Foto: iNews.id/irfan Ma'ruf) |
Jakarta, - Polisi menyebutkan pelaku pembakaran saat kerusuhan di Wamena, Papua bukan penduduk asli. Penduduk Lembah Baliem, penduduk asli Wamena, justru banyak membantu memberi perlindungan kepada para pendatang dengan mengamankan di rumah warga maupun gereja.
"Pelaku mencari korban tidak ditujukan ke etnis tertentu, tapi membabi buta," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (29/9/2019).
Dia mengatakan, saat ini TNI-Polri telah melakukan evakuasi warga pendatang menggunakan berbagai moda transportasi termasuk pesawat Hercules ke beberapa kota di Papua, antara lain ke Jayapura. "TNI-Polri menjamin keamanan di Wamena, tidak benar jika saat ini kondisi di Wamena tidak terkendali," ujar Iqbal.
Demi menjaga situasi dan kondisi Wamena agar tetap kondusif, TNI-Polri telah berdialog tokoh adat, agama dan masyarakat sekitar. "Forkompimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala suku dan tokoh terkait lainnya sudah beberapa kali melakukan dialog dengan tujuan untuk menjaga wamena dan sekitanya terus aman," tutur Iqbal.
Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena), dia menambahkan, juga meminta para pendatang untuk tidak mengungsi. "Masyarakat asli Wamena sangat mencintai masyarakat Papua pendatang dan yakin para perusuh adalah kelompok di luar Wamena," kata Iqbal.
Adapun jumlah pengungsi pascakerusuhan di Wamena yang tiba di Jayapura 3.213 orang. Saat ini masih tinggal di pengungsian berjumlah 543 orang. Mereka tersebar di Lanud Silas Papare sebanyak 101 orang, Rindam (104), YON 751 (172), Paguyuban Minang (106), Mushola Attaqwa (66).
Copyright ©iNews.id "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Ini Ikhtisar Masalah Papua di Sidang Umum PBB Tahun 2019
Buletinnusa
No. 1 PAPUA Merdeka News | Portal
Info untuk Umum!
Edisi. 30 September 2019
KEPADA SELURUH RAKYAT-KU WEST PAPUA DI MANA PUN ANDA BERADA, HATI-HATI DENGAN BERITA-BERITA "HOAX" YANG SEDANG DIMAINKAN OLEH KOLONIAL INDONESIA AKHIR-AKHIR INI
Kewajiban hari ini adalah, terus dukung dan doakaNya perjuangan ini, sebab hukumnya adalah (semakin maju perjuangan kita, semakin besar pula tantangan yang akan kami hadapi) entah itu internal maupun eksternal, tetapi hal itu tidak dapat mengalahkan iman kita ✊🏿✊🏿.
⚠️CATATAN: ... Indonesia menyebut Papua bagian sah dari Indonesia berdasarkan Resolusi 🇺🇳UN. No 2504, tetapi yang menjadi masalah sekarang adalah, apa yang Indonesia maksudkan Papua bagian yang sah dari Indonesia ini, Apakah Resolusi PBB No. 2504 itu 'tertulis Papua sah bagian dari Indonesia, atau tidak"!??? - Sementara, sesungguhnya; resolusi 2504 itu bicara tentang mandataris pembangunan, bukan soal keputusan Politik, (... lebih lanjut baca dibawa)
Maka tidak ada status politik yang sah yang ditetapkan oleh PBB mengenai Papua bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia itu adalah pembohongan publik yang sedang diciptakan oleh negara Indonesia melalui media yang dikelola oleh pemerintah itu sendiri untuk menciptakan konflik yang berkepanjangan antara aktivis dan rakyat West Papua yang mendukung kemerdekaan Papua.
Isi dari Resolusi PBB Nomor 2504 tersebut yang memuat dua (2) Hal, Yaitu;
Jadi jangan percaya berita (HOAX) dan (PROPAGANDA) yang sedang dibuat oleh Indonesia untuk menutup suara orang Papua yang ingin Merdeka diatas tanahnya sendiri, sebab Referendum dan Papua Merdeka adalah hal yang pasti, sesuai dengan iman kita.
Maka dari itu, rakyat Papua harus sadar dan kembali belajar sejarah Papua.
Copyright ©fb (Bazoka Logo) "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Info untuk Umum!
Edisi. 30 September 2019
KEPADA SELURUH RAKYAT-KU WEST PAPUA DI MANA PUN ANDA BERADA, HATI-HATI DENGAN BERITA-BERITA "HOAX" YANG SEDANG DIMAINKAN OLEH KOLONIAL INDONESIA AKHIR-AKHIR INI
SIDANG UMUM PBB KE-74 TAHUN INI 2019
Perlu diketahui oleh seluruh rakyat West Papua, di seluruh jagat raya bahwa :- Tahun ini 2019, isu West Papua telah mendunia dan Papua ada dalam sorotan publik. Hingga pada akhirnya, tahun ini Komisaris Tinggi HAM 🇺🇳PBB telah memasukkan West Papua sebagai salah dari sekian wilayah darurat HAM di dunia. West Papua kemudian masuk dalam daftar di urutan ke-4, setelah Syria, Thailand dan China;
- Sesuai dengan keputusan 18 negara anggota Forum Kepulauan Pasifik (PIF) dalam pertemuan di Tuvalu (15/08) lalu, dimana dengan suara'bulat' telah diputuskan (tiga resolusi) sekaligus, antara lain:
- Mendesak untuk Tim Investigasi HAM PBB langsung turun ke Papua, dan laporan harus disampaikan kembali dalam pertemuan PIF tahun 2020 di 🇻🇺Vanuatu nanti,
- Telusuri akar masalah Papua (tentang status politik West Papua), dan yang terakhir,
- Perundingan damai antara West Papua dan Indonesia.
Sesuai dengan keputusan di atas, dan tahapan kerja yang sedang didorong oleh ULMWP, Vanuatu dengan negara-negara Pasifik, Sidang Umum PBB kali ini (2019), Vanuatu menegaskan untuk Komisaris Tinggi HAM PBB turun langsung ke Papua guna menginvestigasi pelanggaran HAM di Papua secara langsung, dan meminta Indonesia untuk menghormati dan mengizinkan PBB masuk ke Papua.
Solomon Island dan Tuvalu juga telah menyatakan hal yang sama. Selain itu, 🇹🇻Tuvalu juga menegaskan kepada PBB untuk harus menghargai perjuangan West Papua, dan menemukan solusi abadi [akhir] dari perjuangan itu.
Ada indikasi kuat juga dalam pernyataan yang disampaikan oleh Papua New Guinea, dimana 🇵🇬PNG meminta untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan antara kedua kubu di Pasifik.
Kita doakan, semoga apa yang dimaksudkan Papua Nugini adalah West Papua dan Indonesia.
- Eksekutif dan Legislatif ULMWP turut hadir dan saksikan langsung selama sidang PBB yang ke-74 ini berlangsung di New York, Amerika Serikat. Dalam kesempatan ini, ULMWP telah melakukan lobi ke 193 negara anggota PBB yang telah hadir dalam sidang.
- Kemudian pernyataan Indonesia, dalam pidato yang disampaikan Wakil Presiden Indonesia, Yusuf Kalla mengatakan Papua adalah bagian dari integral wilayah kedaulatan 🇮🇩Indonesia sesuai Resolusi PBB 2504, sehingga pihak mana pun tidak perlu ikut campur tangan urusan internal Indonesia.
Piagam PBB mengatur tentang setiap negara untuk saling menghargai integral satu sama yang lain, sehingga sekali lagi pihak asing mana pun untuk tidak turut campur tangan dalam urusan internal. - Pada sesi hak jawab ke-1, perwakilan delegasi Indonesia seorang peranakan Melanesia-Melayu telah menanggapi pernyataan Vanuatu, selanjutnya kami tunggu jawaban balik Vanuatu kepada Indonesia.
Perdebatan masih berlanjut, maka itu kami serukan kepada rakyat West Papua untuk tetap fokus dan konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Papua menuju Hak Penentuan Nasib Sendiri sesuai dengan mekanisme internasional, agar tidak terjadi korban Politik kolonial Indonesia yang ke sekian kalinya.
Kewajiban hari ini adalah, terus dukung dan doakaNya perjuangan ini, sebab hukumnya adalah (semakin maju perjuangan kita, semakin besar pula tantangan yang akan kami hadapi) entah itu internal maupun eksternal, tetapi hal itu tidak dapat mengalahkan iman kita ✊🏿✊🏿.
⚠️CATATAN: ... Indonesia menyebut Papua bagian sah dari Indonesia berdasarkan Resolusi 🇺🇳UN. No 2504, tetapi yang menjadi masalah sekarang adalah, apa yang Indonesia maksudkan Papua bagian yang sah dari Indonesia ini, Apakah Resolusi PBB No. 2504 itu 'tertulis Papua sah bagian dari Indonesia, atau tidak"!??? - Sementara, sesungguhnya; resolusi 2504 itu bicara tentang mandataris pembangunan, bukan soal keputusan Politik, (... lebih lanjut baca dibawa)
KILAS BALIK SEJARAH PAPUA
Di dalam muatan isi Resolusi PBB Nomor 2504 sama sekali tidak membahas atau memuat kalimat mengenai status politik West Papua yang dahulunya pada tahun (1969) disebut dengan nama Irian Barat atau Nederlandsch Nieuw Guinea oleh 🇱🇺Belanda yang sekarang jadi Papua.Maka tidak ada status politik yang sah yang ditetapkan oleh PBB mengenai Papua bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia itu adalah pembohongan publik yang sedang diciptakan oleh negara Indonesia melalui media yang dikelola oleh pemerintah itu sendiri untuk menciptakan konflik yang berkepanjangan antara aktivis dan rakyat West Papua yang mendukung kemerdekaan Papua.
Isi dari Resolusi PBB Nomor 2504 tersebut yang memuat dua (2) Hal, Yaitu;
- #Pertama, Mencatat laporan dari Sekretaris Jenderal dan memahami dengan penghargaan pelaksanaan tugas oleh Sekretaris Jenderal dan Wakilnya dipercayakan kepada mereka sebagaimana tercantum di dalam persetujuan antara Indonesia dan Belanda.
- #Kedua, Menghargai setiap bantuan yang diberikan melalui Bank Pembangunan Asia, melalui lembaga-lembaga PBB atau melalui cara-cara lain kepada pemerintah Indonesia di dalam usaha-usahanya untuk memajukan perkembangan Ekonomi dan Sosial di Irian Barat (sekarang Papua).
Jadi jangan percaya berita (HOAX) dan (PROPAGANDA) yang sedang dibuat oleh Indonesia untuk menutup suara orang Papua yang ingin Merdeka diatas tanahnya sendiri, sebab Referendum dan Papua Merdeka adalah hal yang pasti, sesuai dengan iman kita.
Maka dari itu, rakyat Papua harus sadar dan kembali belajar sejarah Papua.
UNITED LIBERATION MOVEMENT FOR WEST PAPUA
U L M W P
Biro Politik
ttd
BAZOKA LOGO
Kepala
T E R U S K A N informasi ini..!!!
Posted by: AdminCopyright ©fb (Bazoka Logo) "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
2 Anggota TNI Tewas, Gen. WPRA. Mathias Wenda: Kami Bertanggung Jawab!
Buletinnusa
No. 1 PAPUA Merdeka News | Portal
Hari ini, Selasa 1 Oktober 2019, sekitar jam 8:00 pagi, di Wutung, daerah perbatasan antara West Papua dan Papua Nugini, Jenderal Tentara Revolusi West Papua (WPRA), Mathias Wenda memimpin pasukannya dan menyerang militer Indonesia yang datang untuk membunuh orang Melanesia di perbatasan daerah kami.
Jenderal Wenda mengatakan, tindakan ini sebagai tanggapan atas penyebaran puluhan ribu Militer dan Polisi dengan kekuatan penuh senjata lengkap untuk meneror dan membunuh warga sipil Melanesia di West Papua.
Jenderal Wenda mengatakan,
Bangkit! Bangkit!
Pertahankan martabat Anda! Seluruh Melanesia, dari Sorong ke Wallis-Futuna.
Diterbitkan di: Wutung, Battlefield, Papua New Guinea
Tanggal: 1 Oktober 2019
Panglima,
Mathias Wenda,
Jenderal WPRA
BRN: A.DF.00107676
Posted by: Admin
Copyright ©wparmy.info "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Siaran pers!
Jendral WPRA Mathias Wenda: Tentara Revolusi West Papua Bertanggung Jawab atas Aksi di Wutung, Perbatasan PNG-West Papua yang Menembak 2 Anggota Tentara Indonesia, pada hari Selasa, 1 Oktober 2019Hari ini, Selasa 1 Oktober 2019, sekitar jam 8:00 pagi, di Wutung, daerah perbatasan antara West Papua dan Papua Nugini, Jenderal Tentara Revolusi West Papua (WPRA), Mathias Wenda memimpin pasukannya dan menyerang militer Indonesia yang datang untuk membunuh orang Melanesia di perbatasan daerah kami.
Jenderal Wenda mengatakan, tindakan ini sebagai tanggapan atas penyebaran puluhan ribu Militer dan Polisi dengan kekuatan penuh senjata lengkap untuk meneror dan membunuh warga sipil Melanesia di West Papua.
Jenderal Wenda mengatakan,
"Saya yang bertanggung jawab atas revolusi ini untuk membebaskan West Papua dari neo-kolonialisme Indonesia, dan karena itu, meminta dukungan dari semua pemimpin Melanesia untuk menyuarakan identitas dan martabat Melanesia kami."Jenderal Wenda mengatakan, bahwa militer dan polisi Indonesia dengan senjata penuh harus memerangi pejuang Revolusi West bPapua, bukan dengan warga sipil tak bersenjata, anak-anak dan perempuan. Mereka harus mempertimbangkan kembali tindakan mereka, karena West Papua adalah bagian dari keluarga Melanesia dan Pasifik Selatan yang lebih besar dan kami tidak akan tinggal diam karena tindakan teror, intimidasi, dan pembunuhan yang diorganisir negara [Indonesia].
Bangkit! Bangkit!
Pertahankan martabat Anda! Seluruh Melanesia, dari Sorong ke Wallis-Futuna.
Diterbitkan di: Wutung, Battlefield, Papua New Guinea
Tanggal: 1 Oktober 2019
Mathias Wenda,
Jenderal WPRA
BRN: A.DF.00107676
Posted by: Admin
Copyright ©wparmy.info "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Langganan:
Postingan (Atom)






