Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Tim SAR dari Pos SAR Tual kembali dikerahkan mencari sebuah long boat berpenumpang lima orang yang dilaporkan mengalami mati mesin di perairan laut Kota Tual.
"Pengerahan tim SAR dilakukan setelah kami menerima laporan hari ini kalau long boat tersebut berlayar dari Pulau Tayando Kur menuju Kota Tual di Pulau Dullah," kata Kepala Kantor Baarnas Ambon, Muslimin di Ambon, Selasa (28/5) malam.
Menurut dia, informasi awal yang diterima Pos SAR Tual tanggal 28 Mei 2019 sekitar pukul 17:15 WIT.
Sementara waktu kejadian yang menimpa long boat berpenumpang lima orang namun belum diketahui identitas para korban ini terjadi hari ini juga sekitar pukul 13:00 WIT.
"Sekitar 15 menit pasca menerima laporan kecelakaan laut tersebut, tim SAR langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 243 Bharata," jelas Muslimin.
Tim SAR diberangkatkan pukul 17:30 WIT dengan estimasi sekitar dua jam perjalanan menuju lokasi pencarian long boat yang dilaporkan memiliki panjang 6 meter berwarna biru dan putih tersebut.
Koordinat pencarian diduga berada pada titik 5°27.344"S - 132° 9.162" E dan Heading : 287.10° arah barat dari KN. SAR Bharata, atau berjarak kurang lebih 38 NM dari Pelabuhan Kota Tual.
Unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan diantaranya tim rescue Pos SAR Tual, ABK KN, SAR 243 Bharata, ditambah empat orang anggota keluarga korban.
Kondisi cuaca saat dilakukan pencarian adalah cerah berawan dengan hembusan angin dari timur menuju selatan berkecepatan 4 - 25 knots dan ketinggian gelombang antara 0.75 - 2.5 meter. (MP-2)
Rabu, 29 Mei 2019
Surat Terbuka untuk PM PNG Peter O’Neill
Buletinnusa
Perdana Menteri yang terhormat…
Anda telah menjual semua masa kini kami, dan akan menjual hari esok anak-anak kami juga. Anda berada dalam posisi yang paling diidamkan dan berkuasa untuk melakukan apa yang benar dan adil bagi orang-orang Papua Nugini – masyarakat saya.
Tetapi sebaliknya, Anda dan beberapa burung nasar dan perompak dan karakter lainnya yang Anda sebut ‘teman’, memilih untuk mengeksploitasi masyarakat kami dan menghancurkan masa depan orang-orang kami. Semuanya hanya untuk keuntungan, dan semua hanya untuk ketamakan.
Anda dan para perampok dan penjarah egois yang hina dan serakah ini, tidak akan memetak-metak tanah air kita dan menjualnya, hanya untuk kepentingan Anda sendiri.
Setiap warga Papua Nugini adalah pemegang saham dari Papua Nugini. Mereka semua memiliki suara. Dan mereka tidak akan tinggal diam dan membiarkan hal ini terus terjadi.
Mereka bangkit untuk melawan. Itulah yang kami lakukan ketika rumah dan anak-anak kami terancam oleh perang. Perangmu. Perang untuk mengambil semua tanah milik kita, dan menjualnya kepada teman-teman dan kroni Anda.
Saya sering bertanya-tanya pada diri sendiri, mengapa? Mengapa seorang anak asli Papua Nugini bisa menghancurkan bangsanya sendiri? Seolah-olah Anda tidak peduli akan negara ini dan bukan berasal dari sini.
Saya percaya jawaban untuk pertanyaan saya, akan segera dijawab. Pertanyaan ini, dan semua pertanyaan yang muncul hari-hari ini masih memerlukan jawaban.
Tanah adalah hidup kami. Tanah itu tidak akan dijual.
Tetapi Anda lupa satu fakta yang fundamental.
Bukan itu alasan mereka dipilih. Untuk mengikuti dan menaati penghancuran bangsa yang besar ini, sesuai kehendak dan keinginan Anda, demi keuntungan penjarahan Anda dan perampokan jahat teman-teman bajak laut Anda!
Mereka tidak semuanya buta dan tuli dan masa bodoh seperti apa yang Anda kira dengan sombong. Banyak dari mereka yang merasa terganggu dan tidak bisa tidur di malam hari.
Tangisan ibu-ibu dan saudari-saudari perempuan mereka di dusun-dusun terpencil kita lantang suaranya. Protes pemilik-pemilik tanah kami yang mempercayai Anda dan kehilangan semua harapan mereka itu, terlalu keras terdengar.
Stasiun-stasiun dan distrik-distrik yang hancur serta pos-pos kesehatan yang kehabisan obat-obatan, dan tidak bisa memberikan layanan dasar itu terjadi di mana-mana. Jalan-jalan dan bangunan yang Anda bangun dengan harga yang melambung tinggi dengan teman-teman Anda itu tidak dapat diterima.
Sementara itu, anak-anak kami duduk sesak dalam ruangan berdebu yang panas, untuk menimba ilmu dari guru-guru yang tidak digaji, polisi-polisi kami tidak memiliki kendaraan dan bahan bakar untuk melindungi masyarakat dan properti.
Daftar panjang yang terdiri dari semua hal yang bisa Anda perbaiki, tetapi memilih untuk mengabaikan, sangat kejam.
Dengan satu lagi lambaian tangan, Anda mengizinkan perusahaan milik orang asing untuk menjual obat-obatan kepada kami, dari sumber yang dikecam oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO karena riwayat penjualan obat-obatan palsu.
Dengan sentakan cepat di pergelangan tangan Anda, Anda berinvestasi dalam penjarahan dasar laut kami, sementara di tangan yang sebelah Anda menghambat upaya-upaya untuk menhentikan penjarahan hutan kami. Dan hal-hal ini terus saja terjadi.
Keangkuhan dan kemasabodohan Anda telah menyebabkan Anda salah perhitungan, yang sekarang akan menjatuhkan Anda.
Anda berpikir bahwa para pemimpin Papua Nugini yang dipilih rakyat, akan terus mendukung Anda ketika Anda menghancurkan negara kami, rakyat kami dan masa depan anak-anak mereka.
Tetapi sebagai orang-orang Papua Nugini, banyak dari pemimpin terpilih ini tidak akan tetap diam. Itulah sebabnya mereka berhenti mendukung Anda dan mulai mendengarkan tangisan rakyat mereka, dan sekarang mereka berada di pihak masyarakat dan bukan dengan Anda.
Atas nama segenap bangsa dan warga Papua Nugini…
#TakeBackPNG. (Asia Pacific Report)
Gary Juffa adalah anggota parlemen dari pihak oposisi dan Gubernur Provinsi Oro. Dia sudah lama mengkritik pemerintah O’Neill. Surat terbuka ini pertama kali diterbitkan di laman Facebook-nya.
Copyright ©Jubi "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
![]() |
| Protes terhadap Perdana Menteri Peter O’Neill di UPNG beberapa saat lalu. – Asia Pacific Report/Stella UPNG |
Anda telah menjual semua masa kini kami, dan akan menjual hari esok anak-anak kami juga. Anda berada dalam posisi yang paling diidamkan dan berkuasa untuk melakukan apa yang benar dan adil bagi orang-orang Papua Nugini – masyarakat saya.
Tetapi sebaliknya, Anda dan beberapa burung nasar dan perompak dan karakter lainnya yang Anda sebut ‘teman’, memilih untuk mengeksploitasi masyarakat kami dan menghancurkan masa depan orang-orang kami. Semuanya hanya untuk keuntungan, dan semua hanya untuk ketamakan.
Anda dan para perampok dan penjarah egois yang hina dan serakah ini, tidak akan memetak-metak tanah air kita dan menjualnya, hanya untuk kepentingan Anda sendiri.
Setiap warga Papua Nugini adalah pemegang saham dari Papua Nugini. Mereka semua memiliki suara. Dan mereka tidak akan tinggal diam dan membiarkan hal ini terus terjadi.
Mereka bangkit untuk melawan. Itulah yang kami lakukan ketika rumah dan anak-anak kami terancam oleh perang. Perangmu. Perang untuk mengambil semua tanah milik kita, dan menjualnya kepada teman-teman dan kroni Anda.
Saya sering bertanya-tanya pada diri sendiri, mengapa? Mengapa seorang anak asli Papua Nugini bisa menghancurkan bangsanya sendiri? Seolah-olah Anda tidak peduli akan negara ini dan bukan berasal dari sini.
Saya percaya jawaban untuk pertanyaan saya, akan segera dijawab. Pertanyaan ini, dan semua pertanyaan yang muncul hari-hari ini masih memerlukan jawaban.
Burung nasar dan perompak
Supaya Anda tahu, kami tidak akan membiarkan Anda melakukan hal itu. Kami tidak akan membiarkan Anda dan burung nasar ini, bajak laut, dan kaki tangan Anda untuk membagi-bagi dan menjual hak kelahiran anak-anak kami.Tanah adalah hidup kami. Tanah itu tidak akan dijual.
Tidak akan pernah
Kami mengambil kembali apa yang menjadi harta milik kami – dan anak-anak kami, yaitu Papua Nugini yang kami cintai.Sedikit demi sedikit
Anda membuat kesalahan besar. Anda dengan arogan berpikir bahwa para pemimpin yang mendukung Anda akan tetap diam dan terus saja melakukan hal itu.Tetapi Anda lupa satu fakta yang fundamental.
Tidak dibutakan oleh ketamakan
Mereka juga adalah orang Papua Nugini. Tidak semua dari mereka akan dibutakan oleh ketamakan Anda, dan menyetujui semua kegilaan Anda.Bukan itu alasan mereka dipilih. Untuk mengikuti dan menaati penghancuran bangsa yang besar ini, sesuai kehendak dan keinginan Anda, demi keuntungan penjarahan Anda dan perampokan jahat teman-teman bajak laut Anda!
Mereka tidak semuanya buta dan tuli dan masa bodoh seperti apa yang Anda kira dengan sombong. Banyak dari mereka yang merasa terganggu dan tidak bisa tidur di malam hari.
Tangisan ibu-ibu dan saudari-saudari perempuan mereka di dusun-dusun terpencil kita lantang suaranya. Protes pemilik-pemilik tanah kami yang mempercayai Anda dan kehilangan semua harapan mereka itu, terlalu keras terdengar.
Stasiun-stasiun dan distrik-distrik yang hancur serta pos-pos kesehatan yang kehabisan obat-obatan, dan tidak bisa memberikan layanan dasar itu terjadi di mana-mana. Jalan-jalan dan bangunan yang Anda bangun dengan harga yang melambung tinggi dengan teman-teman Anda itu tidak dapat diterima.
Sementara itu, anak-anak kami duduk sesak dalam ruangan berdebu yang panas, untuk menimba ilmu dari guru-guru yang tidak digaji, polisi-polisi kami tidak memiliki kendaraan dan bahan bakar untuk melindungi masyarakat dan properti.
Daftar panjang yang terdiri dari semua hal yang bisa Anda perbaiki, tetapi memilih untuk mengabaikan, sangat kejam.
Dirigen utama
Anda malah menjadi dirigen utama dari orkestra yang buruk, dengan satu ayunan tangan Anda, Anda mengalihkan hasil sumber daya kami ke luar negeri supaya Anda bisa mendapatkan lebih banyak pinjaman, yang nantinya akan dilunasi oleh kami dan anak-anak kami, dan anak-anak mereka lagi, dengan biaya yang mahal dalam tahun-tahun mendatang.Dengan satu lagi lambaian tangan, Anda mengizinkan perusahaan milik orang asing untuk menjual obat-obatan kepada kami, dari sumber yang dikecam oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO karena riwayat penjualan obat-obatan palsu.
Dengan sentakan cepat di pergelangan tangan Anda, Anda berinvestasi dalam penjarahan dasar laut kami, sementara di tangan yang sebelah Anda menghambat upaya-upaya untuk menhentikan penjarahan hutan kami. Dan hal-hal ini terus saja terjadi.
Keangkuhan dan kemasabodohan Anda telah menyebabkan Anda salah perhitungan, yang sekarang akan menjatuhkan Anda.
Anda berpikir bahwa para pemimpin Papua Nugini yang dipilih rakyat, akan terus mendukung Anda ketika Anda menghancurkan negara kami, rakyat kami dan masa depan anak-anak mereka.
Tetapi sebagai orang-orang Papua Nugini, banyak dari pemimpin terpilih ini tidak akan tetap diam. Itulah sebabnya mereka berhenti mendukung Anda dan mulai mendengarkan tangisan rakyat mereka, dan sekarang mereka berada di pihak masyarakat dan bukan dengan Anda.
Atas nama segenap bangsa dan warga Papua Nugini…
#TakeBackPNG. (Asia Pacific Report)
Gary Juffa adalah anggota parlemen dari pihak oposisi dan Gubernur Provinsi Oro. Dia sudah lama mengkritik pemerintah O’Neill. Surat terbuka ini pertama kali diterbitkan di laman Facebook-nya.
Copyright ©Jubi "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Kapolda Papua Mendapat Kenaikan Pangkat Menjadi Irjen
Buletinnusa
Jayapura Kota -- Belum genap satu bulan sejak serah terima jabatan sebagai Kapolda Papua pada 2 Mei 2019, Kapolda Papua yang sebelumnya berpangkat Brigjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja telah dinaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Irjen Pol (Inspektur Jenderal).
Kenaikan pangkat tersebut, dilaksanakan dalam upacara kenaikan pangkat perwira tinggi Polri yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian, di Aula Rupatama Mabes Polri, Rabu (29/5/2019).
Upacara kenaikan pangkat perwira tinggi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/305/V/KEP/2019 tentang Kenaikan Pangkat dalam golongan Perwira Tinggi Polri tanggal 28 Mei 2019.
Baca juga: Kapolda Papua Beri Santunan 50 Juta Kepada Keluarga Korban Penembakan di Deiyai
Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Perwira Tinggi Polri terhitung mulai tanggal 28 Mei 2019 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 40/Polri/thn 2019 tanggal 28 Mei 2019, tentang Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Perwira Tinggi Polri.
Dalam Surat Telegram Kapolri tersebut ada 17 Perwira Tinggi dinaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya.
Salah satunya adalah mantan Dir Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol Drs. Edi Swasono yang dinaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal yang saat ini menduduki jabatan sebagai Kepala BNN Maluku Utara.
Selain itu, mantan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik yang saat ini menduduki jabatan Perwira Tinggi Div Humas Polri dinaikan pangkat menjadi Brigjen Pol dan akan menduduki jabatan Penugasan pada BNN. [yat]
Baca juga: Polda Belum Temukan Pergerakan People Power di Papua
Copyright ©PapuaSatu "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
![]() |
| Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Rudolf Albert Roda saat bersama komando dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, usai upacara kenaikan pangkat. |
Kenaikan pangkat tersebut, dilaksanakan dalam upacara kenaikan pangkat perwira tinggi Polri yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian, di Aula Rupatama Mabes Polri, Rabu (29/5/2019).
Upacara kenaikan pangkat perwira tinggi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/305/V/KEP/2019 tentang Kenaikan Pangkat dalam golongan Perwira Tinggi Polri tanggal 28 Mei 2019.
Baca juga: Kapolda Papua Beri Santunan 50 Juta Kepada Keluarga Korban Penembakan di Deiyai
Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Perwira Tinggi Polri terhitung mulai tanggal 28 Mei 2019 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 40/Polri/thn 2019 tanggal 28 Mei 2019, tentang Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Perwira Tinggi Polri.
Dalam Surat Telegram Kapolri tersebut ada 17 Perwira Tinggi dinaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya.
Salah satunya adalah mantan Dir Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol Drs. Edi Swasono yang dinaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal yang saat ini menduduki jabatan sebagai Kepala BNN Maluku Utara.
Selain itu, mantan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik yang saat ini menduduki jabatan Perwira Tinggi Div Humas Polri dinaikan pangkat menjadi Brigjen Pol dan akan menduduki jabatan Penugasan pada BNN. [yat]
Baca juga: Polda Belum Temukan Pergerakan People Power di Papua
Copyright ©PapuaSatu "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Gugatan Terhadap PM Solomon Islands Ditolak
Buletinnusa
Honiara, – Kasus pengadilan melawan keabsahan posisi Manasseh Sogavare sebagai Perdana Menteri (PM) Solomon Islands, telah ditolak oleh Jaksa Agung.
Kasus itu diajukan oleh salah satu Anggota Parlemen (MP) pihak oposisi, Matthew Wale, dan ia menantang beberapa aspek dari jabatan PM Sogavare.
Menurut Wale, Sogavare tidak mengikuti prosedur hukum yang ada ketika ia mendaftarkan partai politiknya. Menurut UU tentang pemilu, partai politik tidak boleh didaftarkan selama periode pemilihan. Wale bersikeras bahwa partai PM Sogavare didaftarkan selama periode pemilu, yang jelas-jelas melanggar hukum.
Baca ini: Setelah Terpilih Sebagai PM, Ini Pendapat Sogavare Tentang West Papua
Ia juga menegaskan pendiriannya mengenai keputusan Gubernur Jenderal, Sir Frank Kabui, yang menurutnya tidak benar, saat Kabui memutuskan untuk melanjutkan pemilihan perdana menteri – yang merupakan pemilihan suara terpisah di dalam parlemen dan bukan bagian dari pemilihan umum – setelah ia menerima surat perintah pengadilan.
Namun, dalam putusan yang diterbitkan pada Jumat (24/5/2019), Ketua Mahkamah Agung, Sir Albert Palmer, memutuskan untuk menolak kedua gugatan tersebut, menyatakan bahwa kedua gugatan tidak memiliki dasar hukum apa-apa.
Dia mengatakan bahwa gugatan pertama Wale itu merujuk pada legislasi lama yang sudah diganti; sementara argumen kedua merujuk pada undang-undang yang bertentangan dengan konstitusi. (RNZI)
Baca juga: Parlemen PNG Ricuh Setelah Mosi Oposisi Terhadap Peter O’Neill Ditolak
Copyright ©RNZ | Jubi "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
![]() |
| Perdana Menteri Solomon Islands, Manasseh Sogavare. |
Kasus itu diajukan oleh salah satu Anggota Parlemen (MP) pihak oposisi, Matthew Wale, dan ia menantang beberapa aspek dari jabatan PM Sogavare.
Menurut Wale, Sogavare tidak mengikuti prosedur hukum yang ada ketika ia mendaftarkan partai politiknya. Menurut UU tentang pemilu, partai politik tidak boleh didaftarkan selama periode pemilihan. Wale bersikeras bahwa partai PM Sogavare didaftarkan selama periode pemilu, yang jelas-jelas melanggar hukum.
Baca ini: Setelah Terpilih Sebagai PM, Ini Pendapat Sogavare Tentang West Papua
Ia juga menegaskan pendiriannya mengenai keputusan Gubernur Jenderal, Sir Frank Kabui, yang menurutnya tidak benar, saat Kabui memutuskan untuk melanjutkan pemilihan perdana menteri – yang merupakan pemilihan suara terpisah di dalam parlemen dan bukan bagian dari pemilihan umum – setelah ia menerima surat perintah pengadilan.
Namun, dalam putusan yang diterbitkan pada Jumat (24/5/2019), Ketua Mahkamah Agung, Sir Albert Palmer, memutuskan untuk menolak kedua gugatan tersebut, menyatakan bahwa kedua gugatan tidak memiliki dasar hukum apa-apa.
Dia mengatakan bahwa gugatan pertama Wale itu merujuk pada legislasi lama yang sudah diganti; sementara argumen kedua merujuk pada undang-undang yang bertentangan dengan konstitusi. (RNZI)
Baca juga: Parlemen PNG Ricuh Setelah Mosi Oposisi Terhadap Peter O’Neill Ditolak
Copyright ©RNZ | Jubi "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Parlemen PNG Ricuh Setelah Mosi Oposisi Terhadap Peter O’Neill Ditolak
Buletinnusa
Port Moresby, – Parlemen Papua Nugini ricuh pada Selasa (28/5/2019), ketika juru bicara parlemen, Job Pomat, menolak dua mosi penting yang diajukan oleh blok oposisi dalam upaya untuk mencopot Perdana Menteri, Peter O’Neill.
Sidang ini adalah kesempatan pertama pemerintah dan kubu oposisi berhadapan langsung, setelah periode istirahat selama tiga minggu terakhir, di mana lusinan MP pemerintah menyeberang ke blok oposisi di markasnya di Hotel Laguna, Port Moresby.
Baca ini: PM Papua Nugini Peter O'Neill Mengundurkan Diri
Selain itu, rapat ini juga dimulai hanya dua hari setelah PM O’Neill mengumumkan dari Minggu lalu, bahwa ia akan mengundurkan diri dari jabatannya pekan ini. Sejak itu O’Neill belum mengajukan pengunduran diri secara resmi.
Pada Selasa ini, blok oposisi telah mencalonkan mantan bendahara negara, Patrick Pruaitch, sebagai calon Perdana Menteri dalam mosi tidak percaya terhadap O’Neill yang seharusnya dilakukan hari itu.
Menjelang rapat, pihak oposisi percaya diri setelah mendapat dukungan dari 67 MP – mayoritas suara di parlemen dengan 111 kursi itu. Hal ini terlihat jelas ketika para MP memasuki ruang parlemen, dengan banyaknya kursi hijau yang kosong di sekitar O’Neill.
Namun, baru beberapa menit sejak dibuka, sopan santun menguap, banyak MP yang kesal dengan keputusan Job Pomat, untuk menolak sebuah mosi memberhentikan dirinya sendiri sebagai juru bicara parlemen.
Pomat menegaskan bahwa dia tidak diwajibkan, secara konstitusional, untuk memperbolehkan mosi itu.
Dalam sekitar setengah jam, ruangan itu ricuh sementara para MP memperdebatkan interpretasi dari konstitusi negara itu. Selang beberapa menit kemudian, beberapa MP nyaris melompat dari kursi mereka untuk memulai perkelahian.
Baca ini: 3 Menteri Mundur, PM Papua Nugini Hadapi Mosi Tak Percaya
Dengan keributan yang tidak terkontrol, tak lama sebelum jam 3 sore, Pomat akhirnya menyerah, menunda sidang parlemen ke Rabu (29/5/2019), pukul 10 pagi.
James Marape dari oposisi berhasil memenangkan mosi, untuk mengeluarkan MP pemerintah di komite Committee on Private Business, komite yang bertugas untuk menentukan keabsahan setiap mosi yang diajukan, akibatnya tiga MP dari oposisi terpilih sebagai anggota baru komite itu. (RNZI/Jamie Tahana, Johnny Blades, dan Koroi Hawkins)
Copyright ©RNZ | Jubi "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
![]() |
| Ruang sidang parlemen Papua Nugini Selasa kemarin (28/5/2019). – RNZI/Supplied / EMTV |
Sidang ini adalah kesempatan pertama pemerintah dan kubu oposisi berhadapan langsung, setelah periode istirahat selama tiga minggu terakhir, di mana lusinan MP pemerintah menyeberang ke blok oposisi di markasnya di Hotel Laguna, Port Moresby.
Baca ini: PM Papua Nugini Peter O'Neill Mengundurkan Diri
Selain itu, rapat ini juga dimulai hanya dua hari setelah PM O’Neill mengumumkan dari Minggu lalu, bahwa ia akan mengundurkan diri dari jabatannya pekan ini. Sejak itu O’Neill belum mengajukan pengunduran diri secara resmi.
Pada Selasa ini, blok oposisi telah mencalonkan mantan bendahara negara, Patrick Pruaitch, sebagai calon Perdana Menteri dalam mosi tidak percaya terhadap O’Neill yang seharusnya dilakukan hari itu.
Menjelang rapat, pihak oposisi percaya diri setelah mendapat dukungan dari 67 MP – mayoritas suara di parlemen dengan 111 kursi itu. Hal ini terlihat jelas ketika para MP memasuki ruang parlemen, dengan banyaknya kursi hijau yang kosong di sekitar O’Neill.
Namun, baru beberapa menit sejak dibuka, sopan santun menguap, banyak MP yang kesal dengan keputusan Job Pomat, untuk menolak sebuah mosi memberhentikan dirinya sendiri sebagai juru bicara parlemen.
Pomat menegaskan bahwa dia tidak diwajibkan, secara konstitusional, untuk memperbolehkan mosi itu.
Dalam sekitar setengah jam, ruangan itu ricuh sementara para MP memperdebatkan interpretasi dari konstitusi negara itu. Selang beberapa menit kemudian, beberapa MP nyaris melompat dari kursi mereka untuk memulai perkelahian.
Baca ini: 3 Menteri Mundur, PM Papua Nugini Hadapi Mosi Tak Percaya
Dengan keributan yang tidak terkontrol, tak lama sebelum jam 3 sore, Pomat akhirnya menyerah, menunda sidang parlemen ke Rabu (29/5/2019), pukul 10 pagi.
James Marape dari oposisi berhasil memenangkan mosi, untuk mengeluarkan MP pemerintah di komite Committee on Private Business, komite yang bertugas untuk menentukan keabsahan setiap mosi yang diajukan, akibatnya tiga MP dari oposisi terpilih sebagai anggota baru komite itu. (RNZI/Jamie Tahana, Johnny Blades, dan Koroi Hawkins)
Copyright ©RNZ | Jubi "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Malut Sekarat Oleh 313 Izin Tambang, Barisan Aktivis Desak Moratorium
Buletinnusa
Laporan Rudi Fofid-Ambon
Ambon, Malukupost - Eksploitasi intensif terhadap pulau-pulau kecil membuat masyarakat dan lingkungan di Maluku Utara kian sekarat. Kasus perampasan lahan, pencemaran air, hilangnya wilayah tangkap nelayan, kriminalisasi dan intimidasi warga, dan deforestasi hutan sudah lama berlangsung.
Status sekarat di Maluku Utara tersebut mendorong sekitar 30 mahasiswa aktivis dan pegiat lingkungan yang tergabung dalam Barisan Konsolidasi untuk Hari Anti Tambang. Mereka beraksi di Kantor Cabang PT Aneka Tambang (Antam), Dufa-Dufa, Ternate, Rabu (29/5) .
Aksi bertepatan dengan peringatan Hari Anti Tambang (Hatam) 29 Mei 2019, sengaja dilakukan di depan kantor PT Antam yang dinilai terlibat dalam pengrusakan ekologi di Maluku Utara. Peserta aksi hanya butuh 30 menit, mulai pukul 14.30 sampai 14.00 WIT. Mereka melakukan aksi diam, membagikan selebaran kepada masyarakat, antas membubarkan diri secara tertib
Dalam siaran pers yang diterima Media Online Maluku Post dari aktivis Adlun Fiqri di Ternate, barisan aktivis memaparkan berbagai fakta kehancuran lingkungan.
Menurut barisan aktivis ini, dari 395 pulau seluas 3,1 juta hektare, terdapat 313 ijin usaha pertambangan (IUP) dengan luas konsesi lebih 1 juta hektare. Konsesi pertambangan berada di pulau besar maupun kecil yakni Pulau Halmahera, Pakal, Mabuli, Gee, Gebe, dan Pulau Obi.
``Pulau-pulau berpenghuni seperti Gebe, Obi, Taliabu, Halmahera maupun tak berpenghuni adalah contoh nyata betapa eksploitasi habis-habisan selama ini telah membuat pulau-pulau itu sekarat,`` papar Adlun Fiqri dkk dalam siaran pers.
Barisan aktivis melukiskan bahwa penambangan telah mengupas vegetasi dan membongkar isi perut pulau, sehingga kerusakan tak hanya di daratan, tetapi juga wilayah laut yang rentan tercemar material tambang.
Aktivis mengutip laporan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan PT. Antam turut berkontribusi dalam pengrusakan ekologi di Maluku Utara, seperti terjadi di Pulau Gebe, Pulau Gee, dan Pulau Pakal.
"Kami berharap, pemerintah pusat dan daerah menghentikan aktivitas tambang dan mencabut seluruh izin pertambangan, yang terbukti menghancurkan ruang hidup masyarakat,`` desak para aktivis.
Pemerintah didesak pula mendukung kemandirian masyarakat pesisir dan pulau melalui penyelamatan lahan, air, hutan, dan laut. Hal mendesak antara lain, perlunya produk hukum yang melibatkan masyarakat dan organisasi masyarakat sipil untuk melindungi wilayah pesisir dan pulau kecil dari ekspansi industri ekstraktif.
Selain itu, para aktivis meminta pemerintah segera melakukan penegakan hukum yang tegas dan terbuka atas seluruh pelanggaran yang dilakukan korprorasi selama ini.
Mereka meminta revisi atas Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang tidak berpihak pada penyelamatan ruang hidup masyarakat.
Aktivis mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun tangan mengatasi persoalan keterancaman pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku Utara, yang terus tergerus oleh laju ekspansi industri ekstraktif, karena pemerintah daerah dan Kementerian ESDM di Jakarta turut andil di dalamnya. (malukupost)
![]() |
| Aksi Barisan Konsolidasi untuk Hari Anti Tambang di depan Kantor PT Antam Ternate (foto: adlun fiqri) |
Laporan Rudi Fofid-Ambon
Ambon, Malukupost - Eksploitasi intensif terhadap pulau-pulau kecil membuat masyarakat dan lingkungan di Maluku Utara kian sekarat. Kasus perampasan lahan, pencemaran air, hilangnya wilayah tangkap nelayan, kriminalisasi dan intimidasi warga, dan deforestasi hutan sudah lama berlangsung.
Status sekarat di Maluku Utara tersebut mendorong sekitar 30 mahasiswa aktivis dan pegiat lingkungan yang tergabung dalam Barisan Konsolidasi untuk Hari Anti Tambang. Mereka beraksi di Kantor Cabang PT Aneka Tambang (Antam), Dufa-Dufa, Ternate, Rabu (29/5) .
Aksi bertepatan dengan peringatan Hari Anti Tambang (Hatam) 29 Mei 2019, sengaja dilakukan di depan kantor PT Antam yang dinilai terlibat dalam pengrusakan ekologi di Maluku Utara. Peserta aksi hanya butuh 30 menit, mulai pukul 14.30 sampai 14.00 WIT. Mereka melakukan aksi diam, membagikan selebaran kepada masyarakat, antas membubarkan diri secara tertib
Dalam siaran pers yang diterima Media Online Maluku Post dari aktivis Adlun Fiqri di Ternate, barisan aktivis memaparkan berbagai fakta kehancuran lingkungan.
Menurut barisan aktivis ini, dari 395 pulau seluas 3,1 juta hektare, terdapat 313 ijin usaha pertambangan (IUP) dengan luas konsesi lebih 1 juta hektare. Konsesi pertambangan berada di pulau besar maupun kecil yakni Pulau Halmahera, Pakal, Mabuli, Gee, Gebe, dan Pulau Obi.
``Pulau-pulau berpenghuni seperti Gebe, Obi, Taliabu, Halmahera maupun tak berpenghuni adalah contoh nyata betapa eksploitasi habis-habisan selama ini telah membuat pulau-pulau itu sekarat,`` papar Adlun Fiqri dkk dalam siaran pers.
Barisan aktivis melukiskan bahwa penambangan telah mengupas vegetasi dan membongkar isi perut pulau, sehingga kerusakan tak hanya di daratan, tetapi juga wilayah laut yang rentan tercemar material tambang.
Aktivis mengutip laporan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan PT. Antam turut berkontribusi dalam pengrusakan ekologi di Maluku Utara, seperti terjadi di Pulau Gebe, Pulau Gee, dan Pulau Pakal.
"Kami berharap, pemerintah pusat dan daerah menghentikan aktivitas tambang dan mencabut seluruh izin pertambangan, yang terbukti menghancurkan ruang hidup masyarakat,`` desak para aktivis.
Pemerintah didesak pula mendukung kemandirian masyarakat pesisir dan pulau melalui penyelamatan lahan, air, hutan, dan laut. Hal mendesak antara lain, perlunya produk hukum yang melibatkan masyarakat dan organisasi masyarakat sipil untuk melindungi wilayah pesisir dan pulau kecil dari ekspansi industri ekstraktif.
Selain itu, para aktivis meminta pemerintah segera melakukan penegakan hukum yang tegas dan terbuka atas seluruh pelanggaran yang dilakukan korprorasi selama ini.
Mereka meminta revisi atas Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang tidak berpihak pada penyelamatan ruang hidup masyarakat.
Aktivis mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun tangan mengatasi persoalan keterancaman pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku Utara, yang terus tergerus oleh laju ekspansi industri ekstraktif, karena pemerintah daerah dan Kementerian ESDM di Jakarta turut andil di dalamnya. (malukupost)
Selasa, 28 Mei 2019
Puisi Ayah Oleh Anak SD Di Ambon Dan Kei
Buletinnusa
Catatan Rudi Fofid-Ambon
Catatan ini saya tulis untuk memprovokasi anak-anak SD. Orang dewasa yang membaca tulisan ini, kiranya mau memperlihatkan kepada anak-anak di rumah, agar terbit niat menulis. Mungkin dengan cara menulis, mereka bisa bebas dari monster gawai dan game online.
Pekan lalu, saya mendapat kiriman dua puisi sekaligus, pada hari yang sama, Selasa 21 Mei. Puisi pertama dari gadis cilik Latifa Putri Pratami Bahasoan di Ambon. Tami, masih duduk di kelas lima sekolah dasar. Judul puisinya, Ayah.
Puisi kedua datang dari Tual. Pengirimnya Josefa Mazmur Fofid Renwarin. Jo, baru duduk di kelas dua sekolah dasar. Judul puisinya Papa.
Saya tidak tahu, ini petanda apa, tetapi Tami dan Jo menulis puisi pada secarik kertas, dan menggunakan pensil. Sungguh klasik.
Tami dan Jo belum pernah bertemu dan tidak saling kenal. Maklum, keduanya hidup di kota berbeda, meskipun ayah Tami yakni Mey Bahasoan dan saya saling kenal.
Pada hari yang sama, Tami dan Jo menulis tentang sosok ayah. Bagi Tami, puisi Ayah adalah puisinya yang kedua, setelah sehari sebelumnya dia menulis puisi berjudul Ibu.
Sedangkan Jo baru pernah menulis puisi. Ia terdorong menulis puisi karena kakaknya Helena Victoria yang sudah duduk di bangku SMP, sering menulis puisi.
Mari kita baca puisi Tami dan Jo, melihat imajinasi, kecerdasan sekaligus kejujuran yang sederhana sekaligus mewah pada diri anak-anak.
Latifa Putri Pratami Bahasoan
AYAH
Ayah, aku sayang ayah
Sayang ayah lebih dari angka 100
yang aku dapat di sekolah
Aku ingin membuat ayah bahagia
Seperti ayah bahagia
Ketika melihat kerang-kerang indah
di bawah laut
Aku ingin membuat ayah bangga padaku
Seperti ayah bangga
Ketika ayah tiba di puncak gunung
Terima kasih ayah
Karena ayah selalu ada untukku
Saat suka maupun duka
Ambon, 20 Mei 2019
Saya suka pengandaian yang digunakan Tami. Nilai 100 untuk ujian di sekolah adalah nilai tertinggi dan sempurna. Akan tetapi, cinta pada ayah dilukisnya melebih nilai sempurna itu.
Tami tentu belum pernah membaca karya penyair Iran Amir Rahimi berjudul Ibu. Akan tetapi pendekatan Tami, sungguh mirip dengan apa yang dilakukan Rahimi yang menabrak batas maksimum yang sulit dipahami dalam realitas.
Bandingkan apa yang ditulis oleh Tami dengan Rahimi. Terjemahan bebas puisi Rahimi, sebagai berikut:
Maafkan aku, Izaac Newton
Kau bilang gravitasi Bumi sangat kuat
Tetapi ketahuilah, daya tarik ibuku jauh lebih kuat
Maafkan aku, Thomas Alva Edison
Listrik temuanmu terangi Bumi
Tetapi nur cahaya ibuku, jauh lebih benderang
Meskipun Tami baru kelas lima SD, namun dia punya keinginan untuk bikin ayah bahagia dan bangga. Dia sangat paham sang ayah pegiat organisasi pecinta alam, sehingga laut dan gunung adalah dunia ayah. Tami menggunakan dunia ayah untuk merefleksikan keinginannya.
Tami menutup puisi dengan alasan mencintai, membahagiakan dan membanggakan dengan kalimat sakti:
Karena ayah selalu ada untukku
Saat suka maupun duka
Sungguh bahagia anak-anak yang sanggup merasakan kehadiran sosok orang yang dicintainya saat suka maupun duka. Boleh jadi, secara fisik orang tinggal berjauhan, tetapi secara batin, tetap terjalin intim. Jauh di mata, dekat di hati.
Meskipun masih pemula di usia dini, Tami sudah paham tentang pengandaian yang membentuk majas. Ada dua kali Tami menggunakan kata "Seperti". Bacalah:
Aku ingin membuat ayah bahagia
Seperti ayah bahagia
Ketika melihat kerang-kerang indah
di bawah laut
Juga pada bagian berikutnya:
Aku ingin membuat ayah bangga padaku
Seperti ayah bangga
Ketika ayah tiba di puncak gunung
Begitulah Tami dengan kejujuran puisi anak-anak. Tami sudah memulai puisinya secara sistematis. Ada kerangka pikir yang dibangun secara rapi.
Bagaimana dengan Jo? Kita baca dulu puisi perdananya.
Josefa Mazmur Fofid Renwarin
PAPA
Papa kau andalanku
Kau selalu baik padaku
Kaulah papa yang sangat baik
Kau papa yang baik hati
Kau papa yang terhebat
Meskipun kau di mana
Aku selalu merindukanmu
Meskipun kau ada di Ambon
Aku selalu menyayangimu
Kalau kau datang di sini
Aku sangat bahagia
Kau adalah pahlawanku
Tual, 21 Mei 2019
Jo tentu berada dalam pengaruh Doa Kerahiman Ilahi. Dia akrab pada lukisan Yesus dengan sinar merah dan biru memancar. Di bawah lukisan itu, terdapat tulisan "Yesus, Engkau Andalanku".
Perjumpaan dengan lukisan dan tulisan tersebut membuat dia pinjam pakai tulisan itu. Gampang saja. Yesus, Engkau andalanku, disadur menjadi Papa kau andalanku. Jiplak? Tidak! Jo adalah anak-anak yang tidak punya niat jahat merampok karya orang demi keuntungan pribadi. Jo berada dalam dunia kerahiman itu, dan kalimat terkenal itu pun menjadi andalannya.
Saya suka puisi Jo pada baris awal dan baris akhir. Kalau dua kalimat itu didekatkan maka jadilah:
Papa kau andalanku
Kau adalah pahlawanku
Justru Jo menyelipkan perasaan-perasaannya di antara baris pembuka dan penutup.
Ada baris lain yang cukup nakal, untuk seorang anak yang baru pernah menulis puisi yakni:
Meskipun kau di mana
Aku selalu merindukanmu
Meskipun kau ada di Ambon
Aku selalu menyayangimu
Jo tahu persis, papa ada di Ambon, tetapi ia mendahului dengan tidak terus-terang, yakni:
Meskipun kau di mana
Baris ini ditulis tanpa tanda-tanya karena bukan pertanyaan. Jo mengulang kalimat yang sama pada bagian berikut, tetapi sudah menyebut lokasi:
Meskipun kau ada di Ambon
Meskipun sama polos dan sederhana, ada dua hal yang sangat prinsip berbeda antara Tami dan Jo. Tami sudah sampai pada level dewasa. Dia sudah ingin membahagiakan ayah, ingin bikin papa bangga.
Berbeda dengan Jo. Jo sungguh masih anak-anak yang butuh cinta besar. Dia menulis secara terbalik dari Tami. Tami ingin membuat ayah bahagia sedangkan Jo ingin mendapat kebahagian dari papa. Jo memakai pengandaian yang popular yakni, logika jika-maka:
Kalau kau datang di sini
Aku sangat bahagia
Kalimat ini dibaca: Kalau kau (papa) datang di sini (Tual, tempat tinggalnya), (maka) aku (penyair) sangat bahagia.
Itulah Tami dan Jo. Tami baru menulis dua puisi, sedangkan Jo baru menulis satu puisi.
Nah, bagaimana dengan anak-anak Maluku seusia Tami dan Jo? Semoga minat dan bakat pada dunia tulis-menulis akan tersalurkan berkat bantuan orang tua dan guru.
Pada dasarnya, anak-anak punya bakat untuk mengarang. Mereka punya imajinasi yang hidup. Tinggal dibimbing, diberi ruang, diberi penghargaan yang pantai.
Apresiasi kecil ini saya tulis sambil berharap anak-anak Maluku mau menekuni dunia sastra. Ada orang sudah jadi sarjana baru mulai menulis puisi, namun ada yang masih SD dan SMP sudah menulis puisi.
Sosiawan Leak, sosok penyair dari Solo yang memimpin gerakan nasional Puisi Menolak Korupsi, justru sudah kuliah baru menulis puisi perdana. Sekalipun demikian, melalui puisi, para koruptor seluruh Indonesia bisa gementar karena gerakan yang dipimpinnya.
Beda dengan penyair milenial paling populer dari Tanah Seram, Eko Saputra Poceratu. Eko sudah menulis puisi sejak masih duduk di bangku SMP. Kini Eko dikenal di kancah nasional dan internasional karena puisi.
Ayo orang tua, berikan kertas dan pensil. Provokasi mereka menulis puisi. Atau kalau anak sudah akrab dengan dawai, ajak dia menulis puisi, bukan tenggelam di dalam game online.
Apapun karya anak-anak, berikan apresiasi yang cukup. Orang tua juga dapat membantu membuat arsip sehingga karya anak-anak tidak terbuang. Arsip itu akan berguna untuk proses kreativitas, karena akan menjadi artefak pribadi dalam riwayat hidupnya.
ANET, PENULIS CERPEN
Sambil menulis catatan ini, saya teringat kepada bocah perempuan Zaneta P. Pattiasina. Anet, biasa disapa, masih duduk di kelas 4 SD. Anet tinggal dengan ibunya Dr Mariana Lewier di Kusu-Kusu Sereh, Ambon.
Anet sudah menulis beberapa cerita pendek. Salah satu cerita pendek Anet yang pernah saya baca berjudul Memiliki Sepeda Baru. Dengan kecerdasan khas anak-anak, Anet menulis dengan bahasa yang lancar, plot mengejutkan, karakter tokoh, konfik, penyelesaian konfik. Ada tema dan amanat.
Meskipun ibunya seorang doktor sastra dari Universitas Indonesia dan menjadi dosen sastra di FKIP Ambon, Anet tidak menulis cerita pendek berdasarkan teori dari sang ibu,
``Beta belum sempat kasih petunjuk teoritis kepada Anet,`` kata Mariana Lewier kepada saya.
Demikianlah Tami, walau ibunya Shelvia Hatala seorang penulis, kakak dan papa Jo juga penulis, mereka tidak diberi beban teori menulis sama sekali. Tulis saja!
Selamat untuk Tami, Jo, dan Anet. Tulis terus! Kali ini cerita tentang puisi Tami dan Jo. Lain waktu, saya ingin menulis tentang cerita pendek karangan Anet.
Ayo anak-anak Maluku! Mari menulis. Modal menulis antara lain, baca, baca, dan baca. Dengan membaca kita menulis. Dengan menulis, kita membaca.
Salam Literasi!
Ambon, 29 Mei 2019
![]() |
| Latifa Putri Pratami Bahasoan dan Josefa Mazmur Fofid Renwarin |
Catatan ini saya tulis untuk memprovokasi anak-anak SD. Orang dewasa yang membaca tulisan ini, kiranya mau memperlihatkan kepada anak-anak di rumah, agar terbit niat menulis. Mungkin dengan cara menulis, mereka bisa bebas dari monster gawai dan game online.
Pekan lalu, saya mendapat kiriman dua puisi sekaligus, pada hari yang sama, Selasa 21 Mei. Puisi pertama dari gadis cilik Latifa Putri Pratami Bahasoan di Ambon. Tami, masih duduk di kelas lima sekolah dasar. Judul puisinya, Ayah.
Puisi kedua datang dari Tual. Pengirimnya Josefa Mazmur Fofid Renwarin. Jo, baru duduk di kelas dua sekolah dasar. Judul puisinya Papa.
Saya tidak tahu, ini petanda apa, tetapi Tami dan Jo menulis puisi pada secarik kertas, dan menggunakan pensil. Sungguh klasik.
Tami dan Jo belum pernah bertemu dan tidak saling kenal. Maklum, keduanya hidup di kota berbeda, meskipun ayah Tami yakni Mey Bahasoan dan saya saling kenal.
Pada hari yang sama, Tami dan Jo menulis tentang sosok ayah. Bagi Tami, puisi Ayah adalah puisinya yang kedua, setelah sehari sebelumnya dia menulis puisi berjudul Ibu.
Sedangkan Jo baru pernah menulis puisi. Ia terdorong menulis puisi karena kakaknya Helena Victoria yang sudah duduk di bangku SMP, sering menulis puisi.
Mari kita baca puisi Tami dan Jo, melihat imajinasi, kecerdasan sekaligus kejujuran yang sederhana sekaligus mewah pada diri anak-anak.
Latifa Putri Pratami Bahasoan
AYAH
Ayah, aku sayang ayah
Sayang ayah lebih dari angka 100
yang aku dapat di sekolah
Aku ingin membuat ayah bahagia
Seperti ayah bahagia
Ketika melihat kerang-kerang indah
di bawah laut
Aku ingin membuat ayah bangga padaku
Seperti ayah bangga
Ketika ayah tiba di puncak gunung
Terima kasih ayah
Karena ayah selalu ada untukku
Saat suka maupun duka
Ambon, 20 Mei 2019
Saya suka pengandaian yang digunakan Tami. Nilai 100 untuk ujian di sekolah adalah nilai tertinggi dan sempurna. Akan tetapi, cinta pada ayah dilukisnya melebih nilai sempurna itu.
Tami tentu belum pernah membaca karya penyair Iran Amir Rahimi berjudul Ibu. Akan tetapi pendekatan Tami, sungguh mirip dengan apa yang dilakukan Rahimi yang menabrak batas maksimum yang sulit dipahami dalam realitas.
Bandingkan apa yang ditulis oleh Tami dengan Rahimi. Terjemahan bebas puisi Rahimi, sebagai berikut:
Maafkan aku, Izaac Newton
Kau bilang gravitasi Bumi sangat kuat
Tetapi ketahuilah, daya tarik ibuku jauh lebih kuat
Maafkan aku, Thomas Alva Edison
Listrik temuanmu terangi Bumi
Tetapi nur cahaya ibuku, jauh lebih benderang
Meskipun Tami baru kelas lima SD, namun dia punya keinginan untuk bikin ayah bahagia dan bangga. Dia sangat paham sang ayah pegiat organisasi pecinta alam, sehingga laut dan gunung adalah dunia ayah. Tami menggunakan dunia ayah untuk merefleksikan keinginannya.
Tami menutup puisi dengan alasan mencintai, membahagiakan dan membanggakan dengan kalimat sakti:
Karena ayah selalu ada untukku
Saat suka maupun duka
Sungguh bahagia anak-anak yang sanggup merasakan kehadiran sosok orang yang dicintainya saat suka maupun duka. Boleh jadi, secara fisik orang tinggal berjauhan, tetapi secara batin, tetap terjalin intim. Jauh di mata, dekat di hati.
Meskipun masih pemula di usia dini, Tami sudah paham tentang pengandaian yang membentuk majas. Ada dua kali Tami menggunakan kata "Seperti". Bacalah:
Aku ingin membuat ayah bahagia
Seperti ayah bahagia
Ketika melihat kerang-kerang indah
di bawah laut
Aku ingin membuat ayah bangga padaku
Seperti ayah bangga
Ketika ayah tiba di puncak gunung
Bagaimana dengan Jo? Kita baca dulu puisi perdananya.
Josefa Mazmur Fofid Renwarin
PAPA
Papa kau andalanku
Kau selalu baik padaku
Kaulah papa yang sangat baik
Kau papa yang baik hati
Kau papa yang terhebat
Meskipun kau di mana
Aku selalu merindukanmu
Meskipun kau ada di Ambon
Aku selalu menyayangimu
Kalau kau datang di sini
Aku sangat bahagia
Kau adalah pahlawanku
Tual, 21 Mei 2019
Jo tentu berada dalam pengaruh Doa Kerahiman Ilahi. Dia akrab pada lukisan Yesus dengan sinar merah dan biru memancar. Di bawah lukisan itu, terdapat tulisan "Yesus, Engkau Andalanku".
Perjumpaan dengan lukisan dan tulisan tersebut membuat dia pinjam pakai tulisan itu. Gampang saja. Yesus, Engkau andalanku, disadur menjadi Papa kau andalanku. Jiplak? Tidak! Jo adalah anak-anak yang tidak punya niat jahat merampok karya orang demi keuntungan pribadi. Jo berada dalam dunia kerahiman itu, dan kalimat terkenal itu pun menjadi andalannya.
Saya suka puisi Jo pada baris awal dan baris akhir. Kalau dua kalimat itu didekatkan maka jadilah:
Papa kau andalanku
Kau adalah pahlawanku
Justru Jo menyelipkan perasaan-perasaannya di antara baris pembuka dan penutup.
Ada baris lain yang cukup nakal, untuk seorang anak yang baru pernah menulis puisi yakni:
Meskipun kau di mana
Aku selalu merindukanmu
Meskipun kau ada di Ambon
Aku selalu menyayangimu
Jo tahu persis, papa ada di Ambon, tetapi ia mendahului dengan tidak terus-terang, yakni:
Meskipun kau di mana
Baris ini ditulis tanpa tanda-tanya karena bukan pertanyaan. Jo mengulang kalimat yang sama pada bagian berikut, tetapi sudah menyebut lokasi:
Meskipun kau ada di Ambon
Meskipun sama polos dan sederhana, ada dua hal yang sangat prinsip berbeda antara Tami dan Jo. Tami sudah sampai pada level dewasa. Dia sudah ingin membahagiakan ayah, ingin bikin papa bangga.
Berbeda dengan Jo. Jo sungguh masih anak-anak yang butuh cinta besar. Dia menulis secara terbalik dari Tami. Tami ingin membuat ayah bahagia sedangkan Jo ingin mendapat kebahagian dari papa. Jo memakai pengandaian yang popular yakni, logika jika-maka:
Kalau kau datang di sini
Aku sangat bahagia
Kalimat ini dibaca: Kalau kau (papa) datang di sini (Tual, tempat tinggalnya), (maka) aku (penyair) sangat bahagia.
Itulah Tami dan Jo. Tami baru menulis dua puisi, sedangkan Jo baru menulis satu puisi.
Nah, bagaimana dengan anak-anak Maluku seusia Tami dan Jo? Semoga minat dan bakat pada dunia tulis-menulis akan tersalurkan berkat bantuan orang tua dan guru.
Pada dasarnya, anak-anak punya bakat untuk mengarang. Mereka punya imajinasi yang hidup. Tinggal dibimbing, diberi ruang, diberi penghargaan yang pantai.
Apresiasi kecil ini saya tulis sambil berharap anak-anak Maluku mau menekuni dunia sastra. Ada orang sudah jadi sarjana baru mulai menulis puisi, namun ada yang masih SD dan SMP sudah menulis puisi.
Sosiawan Leak, sosok penyair dari Solo yang memimpin gerakan nasional Puisi Menolak Korupsi, justru sudah kuliah baru menulis puisi perdana. Sekalipun demikian, melalui puisi, para koruptor seluruh Indonesia bisa gementar karena gerakan yang dipimpinnya.
Beda dengan penyair milenial paling populer dari Tanah Seram, Eko Saputra Poceratu. Eko sudah menulis puisi sejak masih duduk di bangku SMP. Kini Eko dikenal di kancah nasional dan internasional karena puisi.
Ayo orang tua, berikan kertas dan pensil. Provokasi mereka menulis puisi. Atau kalau anak sudah akrab dengan dawai, ajak dia menulis puisi, bukan tenggelam di dalam game online.
Apapun karya anak-anak, berikan apresiasi yang cukup. Orang tua juga dapat membantu membuat arsip sehingga karya anak-anak tidak terbuang. Arsip itu akan berguna untuk proses kreativitas, karena akan menjadi artefak pribadi dalam riwayat hidupnya.
ANET, PENULIS CERPEN
Sambil menulis catatan ini, saya teringat kepada bocah perempuan Zaneta P. Pattiasina. Anet, biasa disapa, masih duduk di kelas 4 SD. Anet tinggal dengan ibunya Dr Mariana Lewier di Kusu-Kusu Sereh, Ambon.
Anet sudah menulis beberapa cerita pendek. Salah satu cerita pendek Anet yang pernah saya baca berjudul Memiliki Sepeda Baru. Dengan kecerdasan khas anak-anak, Anet menulis dengan bahasa yang lancar, plot mengejutkan, karakter tokoh, konfik, penyelesaian konfik. Ada tema dan amanat.
Meskipun ibunya seorang doktor sastra dari Universitas Indonesia dan menjadi dosen sastra di FKIP Ambon, Anet tidak menulis cerita pendek berdasarkan teori dari sang ibu,
``Beta belum sempat kasih petunjuk teoritis kepada Anet,`` kata Mariana Lewier kepada saya.
Demikianlah Tami, walau ibunya Shelvia Hatala seorang penulis, kakak dan papa Jo juga penulis, mereka tidak diberi beban teori menulis sama sekali. Tulis saja!
Selamat untuk Tami, Jo, dan Anet. Tulis terus! Kali ini cerita tentang puisi Tami dan Jo. Lain waktu, saya ingin menulis tentang cerita pendek karangan Anet.
Ayo anak-anak Maluku! Mari menulis. Modal menulis antara lain, baca, baca, dan baca. Dengan membaca kita menulis. Dengan menulis, kita membaca.
Salam Literasi!
Ambon, 29 Mei 2019
Langganan:
Postingan (Atom)






