Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dipimpin Gubernur Maluku Murad Ismail, Kapolda Irjen Pol Royke Lumowa dan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufik meninjau arus mudik Lebaran 1440 Hijriah di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
Kunjungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Selasa (28/5), bertepatan dengan masuknya KM. Gunung Dempo dari arah Papua dan akan melanjutkan perjalanan ke Makassar (Sulsel) dan arah barat Indonesia.
Gubernur Maluku, Murad Ismail menyatakan pihaknya berterimakasih sampai hari ini kapal-kapal milik PT Pelni masih beroperasi dengan baik meskipun di laut sekarang ada musim gelombang tetapi masyarakat bisa melakukan aktivitas mudik.
"Waktu saya masih jabat Kapolda Maluku, Ignasius Jonan yang saat itu menjadi Menteri Perhubungan pernah menjanjikan pemberian dua kapal berkapasitas angkut 2.000 penumpang," katanya.
Namun di pertengahan jalan, posisi beliau digantikan sehingga gubernur berencana akan menemui Menteri Perhubungan Budi Karya untuk meminta penambahan kapal ke Maluku.
Pemprov juga akan meminta penambahan penerbangan atau extra flight untuk melayani penumpang, tetapi yang terpenting adalah penambahan kapal-kapal perintis yang masih sangat kurang di Maluku.
"Jadi saya minta sama PT. Pelni kalau ada perusahaan yang memasok kapal cepat yang mengikuti proses tender jangan hanya satu perusahaan saja yang menguasainya karena yang susah adalah masyarakat. Kecuali kalau satu perusahaan yang menguasai ini bisa memasok 1.000 unit tidak masalah, namun kalau hanya 10 kapal maka Pelni harus memberikan kesempatan kepada perusahaan lain juga," katanya.
Usai meninjau aktivitas arus mudik di pelabuhan, rombongan Forkompinda mendatangi pasar tradisional Mardika untuk mengecek perkembangan harga kebutuhan pokok maupun persediaan di lapangan. (MP-5)
Selasa, 28 Mei 2019
Eko Poceratu Di Mata Romo Mudji, Eka Budianta, Dan Dhita Hapsarani
Buletinnusa
Laporan Rudi Fofid-Ambon
Ambon, Malukupost.com - Eko Saputra Poceratu adalah penyair mungil namun selalu bagai bara api. Dia selalu membakar dengan puisi-puisinya. Pada Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik, Oktober 2018, ia menghentak penonton dan peserta.
Saat itu, Eko membaca puisi di tengah lantunan lagu Pancasila Rumah Kita yang dinyanyikan Willy Sopacua, diiringi Maluku Bamboowind Orchestra. Penonton terpesona. Atas permintaan protokoler, saat itu, penampilan tersebut diulang sekali lagi.
Sebelumnya, pada Pembukaan Festival Sastra dan Rupa Kristiani di Jakarta, Agustus 2018, Eko pun membacakan puisi Hari Minggu Ramai Sekali. Ia menggetarkan, dan penonton yang hadir tersentak.
"Sebelumnya, ia duduk di belakang, bertopi yang hampir menutupi wajahnya, tak menyapa dan disapa. Tetapi setelah ia menghunjamkan puisi-puisinya ke dada pendengar, ia dicari-cari, ditunggu-tunggu untuk membacakan puisi-puisinya yang lain," tulis Ita Siregar, kurator Festival Sastra dan Rupa Kristiani 2018, pada akun facebook, 4 April lalu.
Tak dinyana, pesona puisi Hari Minggu Ramai Sekali yang menghentak itu, kini menjadi judul antologi puisi Eko, diterbitkan oleh Penerbit Bentara, akhir Mei 2019. Pada buku itu pula, bisa dibaca komentar tiga tokoh sastra dan budaya Indonesia tentang puisi-puisi Eko.
Tokoh-tokoh tersebut adalah Budayawan Mudji Sutrisno SJ, sastrawan Eka Budianta, dan Ketua Program Studi Ilmu Susastra FIB Universitas Indonesia Dr Dhita Hapsarani. Berikut ini kutipan pendapat ketiga tokoh, sebagaimana tertuang pada sampul belakang Antologi Hari Minggu Ramai Sekali:
MUDJI SUTRISNO
Dari ujung timur Ambon manise, seseorang yang dari SD sudah baca dan belajar puisi-puisi Rendra, kini telah berproses menjadi penyair muda sejati. Tengoklah puisi reflektif satirenya yang menggugat dengan kalimat-kalimat khas Eko Poceratu tentang agama, keadilan, dan uang, untuk fungsi apakah sejatinya? Kependetaan untuk yang papa yang harus dilayani atau untuk apa?
Eko telah menaruh mata air religiositas dengan keluasan samudra khas generasi “now” pada Yesus Kristus yang diimaninya sebagai Sang Peduli, penuh kasih pada kehidupan. Maka membaca puisi-puisi Poceratu serasa menemukan bahasa asyik generasinya yang telah disapa Tuhan untuk kita: agar lebih berani beriman dan berpengharapan bagi tanah air Indonesia.
Terbuktilah bahwa kata yang dheningi telah menjadi Sapa dalam Dia. Itulah doa-doa dalam puisi Eko Poceratu buat bersyukur atas kehidupan anugerah-Nya untuk kita yang bineka dan ika di tanah air Indonesia ini.
EKA BUDIANTA
Kekuatan puisi Eko Poceratu terletak pada orisinalitas topik dan bakat alamnya. Kita diajak memasuki kehidupan yang lugas, dengan penuh kesadaran. Imajinasinya khas, cerdas dan hanya bisa dinikmati melalui perspektifnya. Eko telah menggunakan kearifan lokal untuk membaca masalah-masalah politis dan sosial yang terjadi di Indonesia Timur.
Baru sekali ini saya membaca dan mendengar karya sastra Indonesia dengan konstruksi dan bahan-bahan yang orijinal dari Maluku dan Papua. Suara Eko Poceratu akan terdengar nyaring, jernih dan memikat di surga maupun neraka yang diciptakannya dengan sengaja.
DHITA HAPSARANI
Membaca puisi-puisi Eko Saputra Poceratu serasa ikut dalam arus air yang mengalir, berputar-putar, nikmat dan menghanyutkan sambil sesekali berhenti sejenak untuk mencerna apa yang baru saja dilewati.
Dengan puisinya, kita diajak menelusuri jalan pikirannya yang kadang liar bergegas membawa kita berlari dengan jantung berdegup kencang, kemudian berhenti tiba-tiba pada satu titik keheningan, merenungkan sumber kegalauannya.
Eko, penyair muda asal Maluku yang selalu berapi-api dengan kata-kata yang dirangkai dengan jari di atas kertas. Tulisannya membuat kita tak ingin berhenti bertualang dan menyesal jika bertemu kata terakhir. (malukupost.com)
![]() |
| Eko Saputra, rekannya, dan Romo Mudji Sutrisno (dok eko) |
Ambon, Malukupost.com - Eko Saputra Poceratu adalah penyair mungil namun selalu bagai bara api. Dia selalu membakar dengan puisi-puisinya. Pada Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik, Oktober 2018, ia menghentak penonton dan peserta.
Saat itu, Eko membaca puisi di tengah lantunan lagu Pancasila Rumah Kita yang dinyanyikan Willy Sopacua, diiringi Maluku Bamboowind Orchestra. Penonton terpesona. Atas permintaan protokoler, saat itu, penampilan tersebut diulang sekali lagi.
Sebelumnya, pada Pembukaan Festival Sastra dan Rupa Kristiani di Jakarta, Agustus 2018, Eko pun membacakan puisi Hari Minggu Ramai Sekali. Ia menggetarkan, dan penonton yang hadir tersentak.
"Sebelumnya, ia duduk di belakang, bertopi yang hampir menutupi wajahnya, tak menyapa dan disapa. Tetapi setelah ia menghunjamkan puisi-puisinya ke dada pendengar, ia dicari-cari, ditunggu-tunggu untuk membacakan puisi-puisinya yang lain," tulis Ita Siregar, kurator Festival Sastra dan Rupa Kristiani 2018, pada akun facebook, 4 April lalu.
Tak dinyana, pesona puisi Hari Minggu Ramai Sekali yang menghentak itu, kini menjadi judul antologi puisi Eko, diterbitkan oleh Penerbit Bentara, akhir Mei 2019. Pada buku itu pula, bisa dibaca komentar tiga tokoh sastra dan budaya Indonesia tentang puisi-puisi Eko.
Tokoh-tokoh tersebut adalah Budayawan Mudji Sutrisno SJ, sastrawan Eka Budianta, dan Ketua Program Studi Ilmu Susastra FIB Universitas Indonesia Dr Dhita Hapsarani. Berikut ini kutipan pendapat ketiga tokoh, sebagaimana tertuang pada sampul belakang Antologi Hari Minggu Ramai Sekali:
MUDJI SUTRISNO
Dari ujung timur Ambon manise, seseorang yang dari SD sudah baca dan belajar puisi-puisi Rendra, kini telah berproses menjadi penyair muda sejati. Tengoklah puisi reflektif satirenya yang menggugat dengan kalimat-kalimat khas Eko Poceratu tentang agama, keadilan, dan uang, untuk fungsi apakah sejatinya? Kependetaan untuk yang papa yang harus dilayani atau untuk apa?
Eko telah menaruh mata air religiositas dengan keluasan samudra khas generasi “now” pada Yesus Kristus yang diimaninya sebagai Sang Peduli, penuh kasih pada kehidupan. Maka membaca puisi-puisi Poceratu serasa menemukan bahasa asyik generasinya yang telah disapa Tuhan untuk kita: agar lebih berani beriman dan berpengharapan bagi tanah air Indonesia.
Terbuktilah bahwa kata yang dheningi telah menjadi Sapa dalam Dia. Itulah doa-doa dalam puisi Eko Poceratu buat bersyukur atas kehidupan anugerah-Nya untuk kita yang bineka dan ika di tanah air Indonesia ini.
EKA BUDIANTA
Kekuatan puisi Eko Poceratu terletak pada orisinalitas topik dan bakat alamnya. Kita diajak memasuki kehidupan yang lugas, dengan penuh kesadaran. Imajinasinya khas, cerdas dan hanya bisa dinikmati melalui perspektifnya. Eko telah menggunakan kearifan lokal untuk membaca masalah-masalah politis dan sosial yang terjadi di Indonesia Timur.
Baru sekali ini saya membaca dan mendengar karya sastra Indonesia dengan konstruksi dan bahan-bahan yang orijinal dari Maluku dan Papua. Suara Eko Poceratu akan terdengar nyaring, jernih dan memikat di surga maupun neraka yang diciptakannya dengan sengaja.
DHITA HAPSARANI
Membaca puisi-puisi Eko Saputra Poceratu serasa ikut dalam arus air yang mengalir, berputar-putar, nikmat dan menghanyutkan sambil sesekali berhenti sejenak untuk mencerna apa yang baru saja dilewati.
Dengan puisinya, kita diajak menelusuri jalan pikirannya yang kadang liar bergegas membawa kita berlari dengan jantung berdegup kencang, kemudian berhenti tiba-tiba pada satu titik keheningan, merenungkan sumber kegalauannya.
Eko, penyair muda asal Maluku yang selalu berapi-api dengan kata-kata yang dirangkai dengan jari di atas kertas. Tulisannya membuat kita tak ingin berhenti bertualang dan menyesal jika bertemu kata terakhir. (malukupost.com)
Dukung PON XX, Pemkab Jayawijaya Bangun GOR Senilai Rp28 Miliar
Buletinnusa
Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mulai melakukan pembahasan, perencanan dan pemaparan dalam rangka pelaksanaan pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) jelang pesta olah raga empat tahunan PON XX yang akan dilaksanakan di Papua.
Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyebutkan perencanaan dilakukan bersama konsultan dari Dinas Pemuda dan Olah Raga. Ia meminta konsultan harus memaparkan bentuk kegiatannya dalam pembangunan GOR tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi pekerjaan GOR dilakukan dengan baik, sesuai dengan anggaran yang digunakan.
“Target pembangunan dilakukan dalam waktu 6 bulan dan harus selesai tepat waktu. Harapan saya dalam perencanaan harus mengedepankan kualitas pembangunan,” ujar Bupati Banua, Selasa 28 Mei 2019 di Kota Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya.
Kata Bupati Banua, anggaran pembangunan GOR sudah masuk dalam APBD Kabupaten Jayawijaya melalui DAK senilai Rp28 miliar.
Pada pelaksanaan PON 2020, Kabupaten Jayawijaya akan melaksanakan tiga cabang olah raga yakni penyisihan sepak bola, tinju dan mongthai.
“Rencananya akan ada renovasi Stadion Pendidikan. Namun untuk pelelangannya merupakan kewenangan Pemprov Papua, karena semua pembiayaan melalui anggaran di provinsi,” ujarnya.
Copyright ©Kabarpapua.co "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
![]() |
| Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua (KabarPapua.co/Stefanus Tarsi) |
Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyebutkan perencanaan dilakukan bersama konsultan dari Dinas Pemuda dan Olah Raga. Ia meminta konsultan harus memaparkan bentuk kegiatannya dalam pembangunan GOR tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi pekerjaan GOR dilakukan dengan baik, sesuai dengan anggaran yang digunakan.
“Target pembangunan dilakukan dalam waktu 6 bulan dan harus selesai tepat waktu. Harapan saya dalam perencanaan harus mengedepankan kualitas pembangunan,” ujar Bupati Banua, Selasa 28 Mei 2019 di Kota Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya.
Kata Bupati Banua, anggaran pembangunan GOR sudah masuk dalam APBD Kabupaten Jayawijaya melalui DAK senilai Rp28 miliar.
Pada pelaksanaan PON 2020, Kabupaten Jayawijaya akan melaksanakan tiga cabang olah raga yakni penyisihan sepak bola, tinju dan mongthai.
“Rencananya akan ada renovasi Stadion Pendidikan. Namun untuk pelelangannya merupakan kewenangan Pemprov Papua, karena semua pembiayaan melalui anggaran di provinsi,” ujarnya.
Copyright ©Kabarpapua.co "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Bentara Jakarta Terbitkan Antologi Puisi Eko Poceratu
Buletinnusa
Laporan Rudi Fofid-Ambon
``Besok sudah kami kirim ke Ambon," kata Ita Siregar dari Penerbit Bentara kepada Media Online Maluku Post, Selasa (28/5) tadi malam.
Menurut Ita Siregar, puisi Eko yang diterbitkan itu, berasal dari hasil seleksi para penyair yang diundang mengikuti Festival Sastra dan Rupa Kristiani 2018 oleh Majalah Litera. Selaku salah satu kurator, Siregar menyatakan ia ikut memilih Eko sebagai wakil penyair dari wilayah timur Indonesia.
"Puisi-puisi Eko langsung bersinar, dengan cepat dipahami saat membaca, dan memotret dengan tepat segala peristiwa manusia," kata Siregar.
Hari Minggu Ramai Sekali dan puisi-puisi lainnya, secara total berjumlah 21 judul puisi, yang tersebar dari halaman 9 sampai 78. Puisi-puisi bertema kemanusiaan dalam balutan rohani Kristiani, beberapa di antaranya pernah dibacakan Eko di panggung atau di akun media sosial.
Puisi-puisi dalam antologi ini adalah Ada Neraka di Papua, Selamat dari Bahaya, Parasetamol dan Ampicilin, Kalau Pemberontak Bernyanyi, Salib tanpa Yesus, Puisi Paksa Sebelum Paskah, Hari Minggu Ramai Sekali, Cons-Benselin, Puisi Genesis - Tiada Menjadi Ada dan Ada Menjadi Tiada, Cuma Rating, Episode Mariana (1), Episode Mariana (2), Episode Mariana (3), Episode Mariana (4), Episode Mariana (5), Episode Mariana (6), Rumput-Rumput dan Sapi-Sapi, Mimpi Seorang Jemaat di Gereja, Matahari Papua, dan Hidup.
Eko yang dihubungi tadi malam menyebutkan, antologi puisinya akan dibedah dan diluncurkan di beberapa kampus di Ambon. Selain itu karena antologi puisi bertema kristiani, ia berencana membawa puisi dibedah pula di lingkup gereja.
Eko adalah penyair kelahiran Tihulale, 2 Mei 1992. Ayahnya Yohanes Poceratu, ibunya Maria Pariama. Setelah tamat SD di Tihulale, ia melanjutkan studi di SMP Negeri 1 dan di SMA PGRI 1 Ambon. Eko menamatkan studi S1 di Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon dan sedang menunggu masa vikaris.
Sebelum ini, puisi Eko diterbitkan dalam beberapa antologi seperti Antologi Puisi Biarkan Katong Bakalae (2013), Pemberontakan dari Timur (2014), Antologi Mata Aru, Antologi Kita Dijajah Lagi (2017), Rasa Sejati (2018), Puisi Banjar Baru’s Rainy Day Literary Festival (2017-2018).
Eko adalah penyair emerging pada Makassar International Writer’s Festival di Fort Rotterdam (2018) dan penulis yang diundang ke Festival Sastra dan Rupa Kristiani di Jakarta (2018).
Ia aktif di Bengkel Sastra Batu Karang, UKIM Ambon, mendirikan Bengkel Sastra dan Taman Baca Kintal Sapanggal, serta aktif bersama Bengkel Sastra Maluku. Sejumlah puisinya sedang dalam proses terjemahan ke Bahasa Inggris untuk diterbitkan sebuah penerbit di luar negeri. (malukupost.com)
Laporan Rudi Fofid-Ambon
Ambon, Malukupost.com - Sebuah buku kumpulan puisi karya penyair asal Maluku Eko Saputra Poceratu diterbitkan oleh Penerbit Bentara Jakarta, akhir Mei ini. Antologi puisi bertajuk Hari Minggu Ramai Sekali, sudah selesai dicetak dan siap didistribusikan kepada khalayak.
Menurut Ita Siregar, puisi Eko yang diterbitkan itu, berasal dari hasil seleksi para penyair yang diundang mengikuti Festival Sastra dan Rupa Kristiani 2018 oleh Majalah Litera. Selaku salah satu kurator, Siregar menyatakan ia ikut memilih Eko sebagai wakil penyair dari wilayah timur Indonesia.
"Puisi-puisi Eko langsung bersinar, dengan cepat dipahami saat membaca, dan memotret dengan tepat segala peristiwa manusia," kata Siregar.
Hari Minggu Ramai Sekali dan puisi-puisi lainnya, secara total berjumlah 21 judul puisi, yang tersebar dari halaman 9 sampai 78. Puisi-puisi bertema kemanusiaan dalam balutan rohani Kristiani, beberapa di antaranya pernah dibacakan Eko di panggung atau di akun media sosial.
Puisi-puisi dalam antologi ini adalah Ada Neraka di Papua, Selamat dari Bahaya, Parasetamol dan Ampicilin, Kalau Pemberontak Bernyanyi, Salib tanpa Yesus, Puisi Paksa Sebelum Paskah, Hari Minggu Ramai Sekali, Cons-Benselin, Puisi Genesis - Tiada Menjadi Ada dan Ada Menjadi Tiada, Cuma Rating, Episode Mariana (1), Episode Mariana (2), Episode Mariana (3), Episode Mariana (4), Episode Mariana (5), Episode Mariana (6), Rumput-Rumput dan Sapi-Sapi, Mimpi Seorang Jemaat di Gereja, Matahari Papua, dan Hidup.
Eko yang dihubungi tadi malam menyebutkan, antologi puisinya akan dibedah dan diluncurkan di beberapa kampus di Ambon. Selain itu karena antologi puisi bertema kristiani, ia berencana membawa puisi dibedah pula di lingkup gereja.
Eko adalah penyair kelahiran Tihulale, 2 Mei 1992. Ayahnya Yohanes Poceratu, ibunya Maria Pariama. Setelah tamat SD di Tihulale, ia melanjutkan studi di SMP Negeri 1 dan di SMA PGRI 1 Ambon. Eko menamatkan studi S1 di Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon dan sedang menunggu masa vikaris.
Sebelum ini, puisi Eko diterbitkan dalam beberapa antologi seperti Antologi Puisi Biarkan Katong Bakalae (2013), Pemberontakan dari Timur (2014), Antologi Mata Aru, Antologi Kita Dijajah Lagi (2017), Rasa Sejati (2018), Puisi Banjar Baru’s Rainy Day Literary Festival (2017-2018).
Eko adalah penyair emerging pada Makassar International Writer’s Festival di Fort Rotterdam (2018) dan penulis yang diundang ke Festival Sastra dan Rupa Kristiani di Jakarta (2018).
Ia aktif di Bengkel Sastra Batu Karang, UKIM Ambon, mendirikan Bengkel Sastra dan Taman Baca Kintal Sapanggal, serta aktif bersama Bengkel Sastra Maluku. Sejumlah puisinya sedang dalam proses terjemahan ke Bahasa Inggris untuk diterbitkan sebuah penerbit di luar negeri. (malukupost.com)
Seruan Dialog, Buchtar: Tidak Mungkin ULMWP Merubah Sikap, Terima Kasih KNPB, NGO, LIPI, JDP dan WCC
Buletinnusa
dialog antara pemerintah Indonesia dengan United Liberation Movement for West Papua, seperti yang dikutip Jubi, Selasa (28/05).
Baca ini, tanggapan Ketua ULMWP 2018 lalu: Tolak dialog, ULMWP anggap Pjs Gubernur tak paham soal Papua
Ketua II Komite Legislatif ULMWP, Buchtar Tabuni mengatakan, agenda yang ditetapkan ULMWP sangat jelas, sehingga dirinya menegaskan, hal itu tidak mungkin dirubah.
"ULMWP telah menetapkan agenda dan strategi sangat jelas termasuk sponsor utama negara merdeka yaitu Vanuatu untuk go UN untuk itu sangat tidak mungkin ULMWP mengubah kebijakan politik", ujar Tabuni melalui akunnya, @Ngr Junior, Selasa (28/05/2019)
Buchtar juga menyampaikan terima kasih kepada KNPB, NGO's, LIPI, JDP dan Persekutuan Gereja-Gereja Dunia, yang telah menyarankan untuk perlunya dialog antara Indonesia dengan ULMWP.
Baca ini: Dialog Jakarta-Papua Agenda Menghancurkan ULMWP dan Dukungan Internasional
Posted by: Admin
Copyright ©FB (@ngr_junior) "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Baca ini, tanggapan Ketua ULMWP 2018 lalu: Tolak dialog, ULMWP anggap Pjs Gubernur tak paham soal Papua
Ketua II Komite Legislatif ULMWP, Buchtar Tabuni mengatakan, agenda yang ditetapkan ULMWP sangat jelas, sehingga dirinya menegaskan, hal itu tidak mungkin dirubah.
"ULMWP telah menetapkan agenda dan strategi sangat jelas termasuk sponsor utama negara merdeka yaitu Vanuatu untuk go UN untuk itu sangat tidak mungkin ULMWP mengubah kebijakan politik", ujar Tabuni melalui akunnya, @Ngr Junior, Selasa (28/05/2019)
Buchtar juga menyampaikan terima kasih kepada KNPB, NGO's, LIPI, JDP dan Persekutuan Gereja-Gereja Dunia, yang telah menyarankan untuk perlunya dialog antara Indonesia dengan ULMWP.
Baca ini: Dialog Jakarta-Papua Agenda Menghancurkan ULMWP dan Dukungan Internasional
Posted by: Admin
Copyright ©FB (@ngr_junior) "sumber"
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
Stok Elpiji PSP Ambon Cukup Penuhi Kebutuhan Hingga Idul Fitri
Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Pimpinan PT Pemantik Sumber Pratama (PSP) Andre Talahatu mengatakan saat ini stok elpiji cukup banyak dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan depan termasuk Idul Fitri 1440 Hijriah.
"Jadi sampai selesai perayaan Idul Fitri, stok masih cukup banyak. Untuk ukuran 12 kg tercatat sebanyak 800 tabung, 50 kg 180 tabung, ukuran 5,5 kg sebanyak 400 tabung, ditambah dengan setiap minggu suplai dari Surabaya tetap masuk Ambon," ujarnya di Ambon, Selasa (28/5).
Menurut Andre, sampai sekarang permintaan dari konsumen masih stabil, belum ada pengurangan atau pertambahan jumlah konsumen.
Stok yang ada sekarang ini sebanyak 1.000 tabung lebih, baik ukuran 12 kg, 50 kg, dan juga ukuran 5,5 kg.
"Sekarang ini lagi pembongkaran di Pelabuhan Ambon sebanyak 1.200 tabung, dan pada 30 Mei 2019 nanti akan masuk lagi 1.200 tabung, jadi persediaan cukup banyak," ujarnya.
Setiap minggu ada saja pasokan dari Surabaya masuk Ambon, sebab konsumen di Maluku tersebar bukan saja di Kota Ambon tetapi termasuk Pulau Buru dan beberapa kabupaten di Pulau Seram.
Andre menjelaskan permintaan setiap hari masih tetap seperti biasa terutama para konsumen yang selama ini membeli dari pihaknya baik datang dari rumah tangga, restoran dan hotel, kecuali kalau menghadapi hari-hari besar keagamaan terutama dalam menghadapi Idul Fitri.
"Biasanya kalau menghadapi hari-hari besar keagamaan mulai dari pelaksanaan ibadah puasa sampai Idul Fitri sudah pasti ada perubahan begitu juga menghadapi Natal dan tahun baru," ujarnya. (MP-4)
"Jadi sampai selesai perayaan Idul Fitri, stok masih cukup banyak. Untuk ukuran 12 kg tercatat sebanyak 800 tabung, 50 kg 180 tabung, ukuran 5,5 kg sebanyak 400 tabung, ditambah dengan setiap minggu suplai dari Surabaya tetap masuk Ambon," ujarnya di Ambon, Selasa (28/5).
Menurut Andre, sampai sekarang permintaan dari konsumen masih stabil, belum ada pengurangan atau pertambahan jumlah konsumen.
Stok yang ada sekarang ini sebanyak 1.000 tabung lebih, baik ukuran 12 kg, 50 kg, dan juga ukuran 5,5 kg.
"Sekarang ini lagi pembongkaran di Pelabuhan Ambon sebanyak 1.200 tabung, dan pada 30 Mei 2019 nanti akan masuk lagi 1.200 tabung, jadi persediaan cukup banyak," ujarnya.
Setiap minggu ada saja pasokan dari Surabaya masuk Ambon, sebab konsumen di Maluku tersebar bukan saja di Kota Ambon tetapi termasuk Pulau Buru dan beberapa kabupaten di Pulau Seram.
Andre menjelaskan permintaan setiap hari masih tetap seperti biasa terutama para konsumen yang selama ini membeli dari pihaknya baik datang dari rumah tangga, restoran dan hotel, kecuali kalau menghadapi hari-hari besar keagamaan terutama dalam menghadapi Idul Fitri.
"Biasanya kalau menghadapi hari-hari besar keagamaan mulai dari pelaksanaan ibadah puasa sampai Idul Fitri sudah pasti ada perubahan begitu juga menghadapi Natal dan tahun baru," ujarnya. (MP-4)
Mendagri Sahkan Benyamin Thomas Noach Sebagai Bupati MBD
Buletinnusa
Ambon, Malukupost.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengesahkan Benyamin Thomas Noach sebagai Bupati Maluku Barat Daya (MBD) menggantikan Barnabas Orno yang telah dilantik Presiden Jokowi menjadi Wagub Maluku periode 2019 hingga 2024 di Jakarta pada 24 April 2019.
Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku, Jasmono di Ambon, Selasa (28/5), membenarkan, Mendagri telah mengesahkan Benyamin yang diusulkan Gubernur Maluku, Ismail Murad pada dua pekan lalu.
"Gubernur Murad mengajukan pengusulan kepada Presiden Jokowi melalui Mendagri, menyusul rapat paripurna istimewa DPRD Maluku Barat Daya yang mengumumkan Barnabas diganti karena telah menjadi Wagub Maluku, sekaligus melakukan sumpah pengangkatan Benyamin menjadi Bupati Maluku Barat Daya," jelasnya.
Pengusulan Benyamin ke Mendagri berdasarkan Undang-Undang (UU) No.10 tahun 2016 dan UU No.23 tahun 2014.
"Jadi SK pengesahan Mendagri untuk Benyamin telah diterima Gubernur Murad, makanya dijadwalkan pelantikan pada 29 Mei 2019," kata Jasmono.
Disinggung pengganti Benyamin, menurutnya itu kewenangan partai politik (Parpol) pengusung yang memenangkan Barnabas-Benyamin pada Pilkada 2015.
"Silahkan Parpol pengusung berproses selanjutnya disampaikan ke KPU maupun DPRD MBD untuk memprosesnya sesuai ketentuan perundang-undangan," ujar dia.
Barnabas Orno-Benjamin Thomas Noach, dilantik Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff sebagai Bupati-Wakil Bupati Maluku Barat Daya periode 2016 hingga 2021 di Ambon pada 26 April 2016.
Barnabas dilantik berdasarkan keputusan Mendagri, Tjahjo Kumolo, No. 131.81-3485 tahun 2016 dan SK Mendagri nomor 132.81-3486 tahun 2016 tentang pelantikan Wakil Bupati Maluku Barat Daya, Benjamin Thomas Noach.
Sedangkan, pemberhentian Yohanes Letelay sebagai Wakil Bupati Maluku Barat Daya dengan SK Mendagri No.132.81-3484 tahun 2016. (MP-3)
Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku, Jasmono di Ambon, Selasa (28/5), membenarkan, Mendagri telah mengesahkan Benyamin yang diusulkan Gubernur Maluku, Ismail Murad pada dua pekan lalu.
"Gubernur Murad mengajukan pengusulan kepada Presiden Jokowi melalui Mendagri, menyusul rapat paripurna istimewa DPRD Maluku Barat Daya yang mengumumkan Barnabas diganti karena telah menjadi Wagub Maluku, sekaligus melakukan sumpah pengangkatan Benyamin menjadi Bupati Maluku Barat Daya," jelasnya.
Pengusulan Benyamin ke Mendagri berdasarkan Undang-Undang (UU) No.10 tahun 2016 dan UU No.23 tahun 2014.
"Jadi SK pengesahan Mendagri untuk Benyamin telah diterima Gubernur Murad, makanya dijadwalkan pelantikan pada 29 Mei 2019," kata Jasmono.
Disinggung pengganti Benyamin, menurutnya itu kewenangan partai politik (Parpol) pengusung yang memenangkan Barnabas-Benyamin pada Pilkada 2015.
"Silahkan Parpol pengusung berproses selanjutnya disampaikan ke KPU maupun DPRD MBD untuk memprosesnya sesuai ketentuan perundang-undangan," ujar dia.
Barnabas Orno-Benjamin Thomas Noach, dilantik Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff sebagai Bupati-Wakil Bupati Maluku Barat Daya periode 2016 hingga 2021 di Ambon pada 26 April 2016.
Barnabas dilantik berdasarkan keputusan Mendagri, Tjahjo Kumolo, No. 131.81-3485 tahun 2016 dan SK Mendagri nomor 132.81-3486 tahun 2016 tentang pelantikan Wakil Bupati Maluku Barat Daya, Benjamin Thomas Noach.
Sedangkan, pemberhentian Yohanes Letelay sebagai Wakil Bupati Maluku Barat Daya dengan SK Mendagri No.132.81-3484 tahun 2016. (MP-3)
Langganan:
Postingan (Atom)






